Lambda Indonesia
Buletin G Edisi Pertama, 1 Agustus 1982
Tanggal pendirian1 Maret 1982 (1982-03-01)
Didirikan diKota Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia
Tanggal pembubaran1986 (1986)
JenisPerkumpulan LGBT
TujuanAktivisme hak asasi manusia untuk orang LGBT di Indonesia
Kantor pusatCibinong, Bogor, Indonesia
Tokoh penting
Dede Oetomo
Simbol Lambda, simbol yang sering kali menjadi simbol kultur LGBT di dunia.

Lambda Indonesia adalah sebuah perkumpulan gay terbuka pertama di Indonesia dan di Asia yang didirikan pada 1 Maret 1982 di Solo, Jawa Tengah. Meski demikian, kantor dan aktivitas pertamanya berada di Cibinong, Bogor. Selain aktivis hak-hak gay, pergerakan Lambda juga didukung oleh para akademisi, tak sedikit pula berasal dari Universitas Indonesia. Meskipun diperuntukkan bagi pria gay, sebagian kecil anggota Lambda Indonesia adalah perempuan lesbian dan transgender. Lambda Indonesia giat melakukan penyuluhan kepada masyarakat dan media terkait isu-isu LGBT dan hak-haknya. Organisasi ini dibubarkan pada tahun 1986. Tanggal pendiriannya, yakni 1 Maret, diperingati sebagai Hari Solidaritas LGBTIQ Nasional.[1][2][3]

Meskipun terpengaruh gerakan gay Barat, Lambda Indonesia tidak melulu mengampanyekan hak asasi manusia ataupun kebebasan seksual pribadi. Perkumpulan ini lebih berfokus pada penulisan, pendokumentasian dan penyebarluasan informasi tentang sejarah keanekaragaman seksual di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa homoseksualitas bukanlah sesuatu yang bertentangan dengan budaya Indonesia.[4]

Penamaan

sunting

Lambda telah lama menjadi salah satu simbol gay yang jamak digunakan di dunia. Dengan jelas nama Lambda Indonesia terilhami dari gerakan Aliansi Aktivis Gay cabang New York yang memakai huruf kecil lambda dari aksara Yunani sebagai simbol mereka pada tahun 1970. Hal ini didasari oleh sejarah Yunani Kuno di mana terdapat sebuah resimen tentara Yunani yang mengibarkan panji-panji dengan simbol lambda, mereka pergi berperang hingga titik darah penghabisan ditemani oleh kekasih laki-laki mereka yang berusia lebih muda. Sejak tahun 1970, banyak lembaga LGBT menggunakan simbol atau kata lambda sebagai bagian dari logo atau nama mereka.[5]

Sejarah

sunting

Organisasi ini didirikan oleh tiga orang gay pada tanggal 1 Maret 1982 di Kota Surakarta, Jawa Tengah setelah berkomunikasi dengan 200 orang gay lainnya di penjuru Indonesia. Pada awalnya, organisasi ini juga diperuntukkan bagi lesbian, tetapi mereka kesulitan untuk mengajak lesbian di kala itu. Sekretariat Lambda Indonesia yang resmi pertama kali berdiri di sebuah gedung di Cibinong, Bogor atas peran seorang dosen atau sosiolog. Namun, hanya berselang 4 (empat) tahun dari tahun pendiriannya, Lambda Indonesia akhirnya membubarkan diri, dan kemudian diturunkan oleh beberapa organisasi serupa yang sempat eksis di tahun-tahun akhir era Orde Baru. Sejak era Reformasi, justru pergerakan organisasi turunan atau serupa dari Lambda Indonesia lebih senyap bersamaan dengan semakin eksisnya gerakan konservatisme yang keras menolak LGBT. Kelompok konservatif tersebut justru semakin kuat kala hak-hak demokrasi lebih dijamin di era Reformasi. Pada era Orde Baru hampir tidak terdengar suara-suara penolakan dari kelompok konservatif tersebut. Gerakan organisasi turunan atau serupa Lambda Indonesia kini hanya terbatas di kota-kota tertentu, seperti Yogyakarta, Surabaya dan Bogor.

Lambda Indonesia pernah menerbitkan sejumlah edisi Buletin G dengan banyak Basuki Soejatmiko dari Percetakan Offset, Surya Chandra Kencana Press Ltd di Kota Surabaya. Mereka didukung oleh berbagai organisasi gay dan lesbian internasional seperti di Eropa, Amerika Utara, jepang, Hong Kong, Australia, dan Selandia Baru.

Sifat perkumpulannya mirip dengan perkumpulan dunia maya saat ini, hanya saja menggunakan medium surat-menyurat/pos karena para anggotanya tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Pada tahun 1986, Lambda Indonesia mengadakan pertemuan terakhirnya di Surabaya. Meskipun telah bubar, Lambda Indonesia mengilhami pendirian organisasi sejenis di berbagai kota di Indonesia, seperti GAYa Nusantara di Surabaya, KAP di Bogor dan Persaudaraan Gay Yogyakarta (PGY).[1]

Tujuan

sunting

Tujuan Lambda Indonesia adalah dengan menyediakan ruang komunikasi antar orang-orang gay di Indonesia, khususnya tinggal di daerah yang terpencil dan jauh dari kehidupan gay di kota-kota besar. Selain itu, Lambda Indonesia juga berupaya mendorong perubahan sikap, baik di kalangan homoseksual maupun di kalangan heteroseksual, agar bisa memandang homoseksualitas dengan lebih toleransi, pengertian, dan penerimaan yang positif.

Pranala luar

sunting

Catatan kaki

sunting
  1. ^ a b Ikawati, Kartika. "Kilas balik 3 dekade organisasi LGBT Indonesia bersama Dede Oetomo". Rappler. Diakses tanggal 2020-03-01.
  2. ^ "Sejarah Gerakan dan Perjuangan Hak-hak LGBT di Indonesia". magdalene.co (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-01.
  3. ^ Haggerty, George (2013-11-05). Encyclopedia of Gay Histories and Cultures (dalam bahasa Inggris). Routledge. ISBN 978-1-135-58513-6.
  4. ^ Dibley, Thushara; Ford, Michele (2019-12-15). Activists in Transition: Progressive Politics in Democratic Indonesia (dalam bahasa Inggris). Cornell University Press. ISBN 978-1-5017-4249-1.
  5. ^ Some Symbols Used in LGBT Subcultures. PDF

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Homoseksualitas di Indonesia

Aktivisme hak-hak gay di Indonesia dimulai sejak 1982 ketika kelompok kepentingan hak-hak gay didirikan di Indonesia. "Lambda Indonesia" dan organisasi serupa

Hyundai Palisade

model ini memulai debutnya di Australia pada Desember 2020, disusul oleh Indonesia pada Januari 2021. Pabrik Avtotor mulai merakit model ini secara lokal

Garis waktu sejarah LGBT di Indonesia

sebagai penerus dari Lambda Indonesia. Organisasi ini kemudian berganti nama menjadi GAYa Nusantara—organisasi gay tertua Indonesia yang masih bertahan

Nilai dan vektor eigen

{\displaystyle |A-\lambda I|=(\lambda _{1}-\lambda )^{\mu _{A}(\lambda _{1})}(\lambda _{2}-\lambda )^{\mu _{A}(\lambda _{2})}\cdots (\lambda _{d}-\lambda )^{\mu _{A}(\lambda

Hak LGBT di Indonesia

Indonesia. Lambda Indonesia dan organisasi sejenis lainnya bermunculan pada akhir tahun 1980-an dan 1990-an. Kini, asosiasi LGBT utama di Indonesia adalah

Pandemi COVID-19

koronavirus yang bisa menjalar ke Indonesia, Pemerintah Indonesia melakukan berbagai cara untuk mencegah virus tersebut ke Indonesia. Salah satunya adalah dengan

Difraksi

y ′ , 0 ) e i k r r 2 d x ′ d y ′ {\displaystyle E(x,y,z)={z \over {i\lambda }}\iint {E(x',y',0){\frac {e^{ikr}}{r^{2}}}}dx'dy'} di mana: r = ( x − x

1 (angka)

bahasa pemrograman menggunakan 1 untuk menyatakan nilai true. Dalam kalkulus lambda dan teori komputablitas, bilangan asli dinyatakan dengan pengodean Church