Konservatisme progresif adalah ideologi yang memadukan konservatisme dengan gagasan-gagasan progresif. Ideologi ini mendukung jaring pengaman sosial untuk memberantas kemiskinan dan redistribusi kekayaan untuk mengurangi kesenjangan kekayaan. Orang yang berideologi konservatisme progresif biasanya juga ingin agar pemerintah meregulasi pasar demi kepentingan konsumen dan produsen.[1] Konservatisme progresif pertama kali muncul sebagai ideologi yang terpisah di Britania Raya pada masa Perdana Menteri Benjamin Disraeli.[1][2]

Di Britania Raya, Perdana Menteri Disraeli, Stanley Baldwin, Neville Chamberlain, Winston Churchill, Harold Macmillan,[3] dan David Cameron dianggap menganut ideologi konservatisme progresif.[4][5] Ensiklik Rerum Novarum (1891) yang dikeluarkan oleh Gereja Katolik juga menganjurkan doktrin konservatif progresif yang disebut Katolisisme sosial.[6]

Di Amerika Serikat, Theodore Roosevelt adalah tokoh yang dikaitkan dengan konservatisme progresif.[7] Presiden William Howard Taft dan Dwight D. Eisenhower juga menyatakan dirinya sebagai pendukung konservatisme progresif.[8][9] Di Jerman, Kanselir Leo von Caprivi menganjurkan agenda konservatif progresif yang disebut "Jalan Baru".[10] Di Kanada, Perdana Menteri Arthur Meighen, R.B. Bennett, John Diefenbaker, Joe Clark, Brian Mulroney, dan Kim Campbell memimpin pemerintahan federal yang konservatif progresif.[11]

Rujukan

sunting
  1. ^ a b Patrick Dunleavy, Paul Joseph Kelly, Michael Moran. British Political Science: Fifty Years of Political Studies. Oxford, England, UK; Malden, Massachusetts, USA: Wiley-Blackwell, 2000. Hal. 107-108.
  2. ^ Robert Blake. Disraeli. Second Edition. London, England, UK: Eyre & Spottiswoode (Publishers) Ltd, 1967. Hal. 524.
  3. ^ Trevor Russel. The Tory Party: its policies, divisions and future. Penguin, 1978. Hal. 167.
  4. ^ David Marr. "Power Trip: The Political Journey of Kevin Rudd", Issue 38 of Quarterly Essay Series. Black Inc., 2010. Hal. 126. (British Conservative Party leader David Cameron launched the Progressive Conservatism Project at Demos.)
  5. ^ Ruth Lister. Understanding Theories and Concepts in Social Policy. Bristol, England, UK; Portland, Oregon, USA: The Policy Press, 2010. Hal. 53.
  6. ^ Emile F. Sahliyeh. Religious resurgence and politics in the contemporary world. Albany, New York, USA: State University of New York Press, 1990. Hal. 185.
  7. ^ Jonathan Lurie. William Howard Taft: The Travails of a Progressive Conservative. New York, New York, USA: Cambridge University Press, 2012. p. 196
  8. ^ Jonathan Lurie. William Howard Taft: The Travails of a Progressive Conservative. New York, New York, USA: Cambridge University Press, 2012. Hal. ix.
  9. ^ Günter Bischof. "Eisenhower, the Judiciary, and Desegregation" by Stanley I. Kutler, Eisenhower: a centenary assessment. Hal. 98.
  10. ^ John Alden Nichols. Germany after Bismarck, the Caprivi era, 1890-1894: Issue 5. Harvard University Press, 1958. Hal. 260.
  11. ^ Hugh Segal. The Right Balance. Victoria, British Columbia, Canada: Douglas & McIntyre, 2011. Hal. 113-148.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Konservatisme

Konservatisme adalah sebuah filsafat politik yang mendukung nilai-nilai tradisional. Istilah ini berasal dari bahasa Latin, conservāre, melestarikan;

Konservatisme hijau

hijau Libertarianisme hijau Michael Savage konservatisme progresif Sir Roger Scruton John Grey Konservatisme tradisionalis Burke, Edmund (1792). Reflections

Konservatisme bangsa

Konservatisme bangsa adalah varian ideologi dari konservatisme yang sering dijumpai di Eropa dan Asia, menggabungkan unsur-unsur nasionalisme dengan nilai-nilai

Amerika Serikat

ekonomi dan kemakmuran. Periode ini selanjutnya mendorong munculnya Era Progresif, yang ditandai dengan terjadinya reformasi besar-besaran dalam bidang

Konservatisme moderat

Konservatisme moderat adalah varian dari konservatisme yang bersifat pragmatis dan menempati posisi tengah dalam spektrum politik konservatif. Aliran ini

Partai Gerakan Indonesia Raya

konteks aktual zaman. Gerindra memperjuangkan politik luar negeri yang progresif, yang dapat menempatkan Indonesia kembali sebagai negara yang berperan

Partai Progresif, Tiongkok

Partai Progresif (Hanzi sederhana: 进步党; Hanzi tradisional: 進步黨; Pinyin: jìnbùdǎng; Wade–Giles: Chin-pu tang) adalah sebuah partai politik pada masa Republik

Konservatisme fiskal

Konservatisme fiskal atau konservatisme ekonomi adalah aliran pemikiran politik dan ekonomi yang menekankan kebijakan fiskal yang berhati-hati, pembatasan