Pangkat "Letnan Kolonel" dalam TNI-AD

Letnan Kolonel (Letkol) adalah pangkat perwira menengah dalam kemiliteran di Indonesia, setara dengan Ajun Komisaris Besar Polisi dalam Kepolisian Republik Indonesia/Polri. Pangkat ini ditandai dengan pemakaian dua melati emas di bahu.

Semasa penjajahan Belanda, dikenal dengan sebutan Overste dalam ketentaraan Hindia Belanda atau ' Koninklijk Nederlands-Indisch Leger/KNIL.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Kolonel

Kolonel adalah pangkat perwira menengah tertinggi, satu tingkatan di atas Letnan Kolonel dan satu tingkat di bawah Brigadir Jenderal. Di kepolisian Indonesia

Komisaris Besar Polisi

Kepolisian Republik Indonesia. Sebelum tahun 2001, pangkat ini disebut Kolonel, sama dengan pangkat yang setara di militer. Tanda kepangkatan yang dipakai

Sugiyono Mangunwiyoto

menjadi korban dalam peristiwa 1965. Pangkat terakhirnya adalah Kolonel Inf. (Anumerta). Kolonel Inf (Anumerta) R. Sugiyono Mangunwiyoto lahir di Gedaren Sumbergiri

Korps Marinir Republik Indonesia

A Bidang Operasi: Kolonel Mar Supriyadi Sahli B Bidang Latihan: Kolonel Mar. Ernst Rikumahu, CRMP. Sahli C Bidang Menejemen: Kolonel Mar. Jumino, M.Tr

Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat

Kolonel Muwardi yang ditugasi menyusun Orgas Teritorial, Letnan Kolonel Amir Mahmud yang ditugasi menyusun Orgas Latihan dan Operasi, Letnan Kolonel Soegoro

Soedirman

termasuk Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta, yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Soeharto. Ketika Belanda mulai menarik diri, Soedirman dipanggil kembali

Laksamana Pertama

paling rendah di TNI Angkatan Laut yang setingkat lebih tinggi daripada Kolonel, dan setingkat lebih rendah daripada Laksamana Muda, setara dengan Brigadir

I Gusti Ngurah Rai

dipromosikan menjadi brigadir jenderal (ia meninggal dalam pangkat letnan kolonel). Dia adalah salah satu tokoh yang paling dihormati dalam sejarah Bali