Kode objek (Bahasa Inggris: object code) adalah suatu kode yang dihasilkan setelah kode sumber dikompilasi dan ditulis ke dalam berkas objek. Kode objek bisa bermacam-macam bentuknya tergantung pada target yang diinginkan. Kode objek biasanya berupa bahasa mesin.[1]

Detail

sunting

Berkas objek pada gilirannya dapat ditautkan ke dalam bentuk sebuah berkas yang dapat di eksekusi atau berkas pustaka. Agar dapat digunakan, kode objek harus ditempatkan dalam berkas yang dapat dieksekusi, sebuah berkas pustaka, atau sebuah berkas objek.

Kode objek adalah sebuah bagian dari kode mesin yang belum ditautkan ke program jadi. Ini adalah kode mesin untuk satu perpustakaan tertentu atau modul yang akan membentuk produk jadi. Mungkin juga berisi placeholder atau offset, tidak ditemukan dalam kode mesin dari program jadi, yang akan digunakan linker untuk menghubungkan semuanya. Yang di mana kode mesin adalah kode biner yang dapat di eksekusi langsung oleh CPU, kode objek memiliki parameter lompatan sebagian sehingga linker dapat mengisinya.

Sebuah perakit digunakan untuk mengubah kode rakitan menjadi kode mesin (kode objek). Sebuah Linker menautkan beberapa berkas objek (dan pustaka) untuk menghasilkan berkas yang dapat dieksekusi. Perakit dapat juga merakit langsung ke dalam berkas eksekusi kode mesin tanpa langkah perantara objek.

Referensi

sunting
  1. ^ "Source Code and Object Code". UW Research (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2021-10-07.


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Objek Messier

Objek Messier adalah sekumpulan 110 objek astronomi yang dikatalogkan oleh astronom Prancis Charles Messier dalam Catalogue des Nébuleuses et des Amas

Objective-C

adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi untuk tujuan umum dan berorientasi objek yang menambahkan fitur pengiriman pesan (messaging) gaya Smalltalk ke dalam

Pemrograman berorientasi objek

Pemrograman berorientasi objek (Inggris: object-oriented programming disingkat OOP) merupakan paradigma pemrograman berdasarkan konsep "objek", yang dapat berisi

Evakuasi darurat

pertama biasanya disebut waktu pra-gerakan. Tahapan tertentu berbeda untuk objek yang berbeda, misalnya, untuk kapal terdapat perbedaan antara perakitan

Program komputer

digunakan untuk menerjemahkan kode sumber dari suatu bahasa pemrograman menjadi kode objek ataupun kode mesin. Kode objek biasanya membutuhkan proses lebih

QRIS

(singkatan dari Quick Response Code Indonesia Standard; bahasa Indonesia: "Kode Respons Cepat Standar Indonesia"code: id is deprecated ; pelafalan dalam

3I/ATLAS

(ATLAS) yang didanai NASA di Río Hurtado, Chili (kode observatorium W68). Pada saat ditemukan, objek ini memiliki magnitudo tampak 18 dan berada pada

C (bahasa pemrograman)

untuk memiliki fitur pemrograman berorientasi objek. Karena C++ berdasarkan dari C, maka kebanyakan kode C bisa dirakit di kompilator C++ dengan mudah