| Bagian dari seri |
| Islam |
|---|
Kitab suci Islam (juga dikenal sebagai Kitabullah), adalah sejumlah kitab suci agama yang dianggap oleh umat Muslim memiliki makna ilahi yang sahih, karena ditulis oleh Tuhan (Allah) melalui berbagai nabi dan rasul, yang semuanya mendahului Al-Quran. Di antara kitab-kitab yang dianggap sebagai wahyu yang sahih, tiga yang disebutkan dalam Al-Quran adalah: Taurat (bahasa Arab untuk Torah), yang diterima oleh para nabi dan rasul di antara Bani Israel; Zabur (Mazmur), yang diterima oleh Daud; dan Injil (bahasa Arab untuk Injil (Gospel)), yang diterima oleh Isa. Selain itu, Al-Quran menyebutkan Suhuf Ibrahim dan Suhuf Musa, serta wahyu dan petunjuk individual kepada para Rasul tertentu.

Umat Islam meyakini bahwa Al-Quran, sebagaimana diturunkan kepada Muhammad, adalah wahyu terakhir Allah kepada umat manusia, dan oleh karena itu merupakan penyempurnaan dan penegasan kitab-kitab suci sebelumnya, seperti Alkitab.[1] Meskipun umat Islam menempatkan Al-Quran pada posisi utama dalam konteks ini, keyakinan akan keabsahan kitab-kitab suci Ibrahim sebelumnya merupakan salah satu dari enam rukun Islam. Namun, bagi sebagian besar orang yang mengidentifikasi diri sebagai Muslim, tingkat keyakinan ini dibatasi oleh konsep tahrif. Beriman kepada Kitabullah merupakan salah satu pilar keimanan dalam Islam. Terdapat 104 Kitabullah yang telah diturunkan, tetapi umat Islam hanya wajib mengimani 4 kitab besar, yaitu Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Qur'an.[2]
Metodologi Islam tafsir al-Qur'an bi-l-Kitab (Arab: تفسير القرآن بالكتاب) mengacu pada penafsiran Al-Qur'an dengan/melalui Alkitab.[3] Pendekatan ini mengadopsi Alkitab versi kanonik Arab, termasuk Taurat dan Injil, untuk menerangi dan menambah kedalaman penafsiran pada pembacaan Al-Quran. Mufassirun (komentator) Muslim terkemuka dari Alkitab dan Al-Quran yang menyatukan teks-teks Alkitab dengan teks-teks Al-Quran termasuk Abu al-Hakam Abd al-Salam bin al-Isbili dari al-Andalus, Ibrahim bin Umar bin Hasan al-Biqa'i,[3] Hamid al-Din al-Kirmani, dan Ikhwanul Kemurnian.[4]
Etimologi
suntingTulisan-tulisan firman Allah (Kitab Allah) zaman dahulu dibuat menjadi 2 jenis, yaitu bisa berupa shuhuf dan mushaf. Kata shuhuf terdapat di surah al-A'laa:
| (yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa. | صُحُفِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَىٰ | |
| —QS al-A'laa, ayat 19 | ||
Kedua kalimat itu berasal dari akar kalimat yang sama yaitu, "sahafa" (menulis). Shuhuf (صحيفة; tunggal: sahifa) berarti sepenggal kalimat yang ditulis dalam material seperti kertas, kulit, papirus dan media lain. Sedangkan mushaf (مصحف; jamak: masahif) berarti kumpulan-kumpulan shuhuf, yang dijadikan menjadi satu-kesatuan, seperti 2 sampul dalam satu isi.[5]
Dalam sejarah penulisan dari teks Qur'an, shuhuf terdiri dari beberapa lembaran yang pada akhirnya Qur'an dikumpulkan pada masa Abu Bakar. Dalam shuhuf tersebut susunan tiap ayat di dalam surah telah tepat, tetapi lembaran-lembaran yang ada belumlah tersusun dengan rapi, tidak dibundel menjadi satu isi.
Kalimat mushaf pada saat ini memiliki arti lembaran-lembaran yang dikumpulkan di dalam Qur'an yang telah dikoleksikan pada masa Utsman bin Affan. Pada saat itu, tiap ayat di dalam surah telah disusun dengan rapi. Saat ini umat Islam juga menyebut setiap duplikat Qur'an, yang mana memiliki keteraturan tiap ayat dan surah disebut mushaf.
Macam-macam
suntingShuhuf
suntingShuhuf yaitu wahyu Allah yang disampaikan kepada para nabi, tetapi tidak wajib disampaikan atau diajarkan kepada manusia. Beberapa nabi yang dikatakan memiliki shuhuf adalah:
- Adam - 10 shuhuf
- Syits - 60 shuhuf, (pendapat lain mengatakan 50 shuhuf)[2]
- Idris - 30 shuhuf
- Ibrahim - 30 shuhuf (10 shuhuf)[2]
- Musa - 10 shuhuf
Untuk shuhuf Ibrahim dan Musa tercantum di dalam firman Tuhan, surah Al-A'laa dan An-Najm, yang berbunyi;
| (18) Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, | إِنَّ هَٰذَا لَفِي الصُّحُفِ الْأُولَىٰ | |
| (19) (yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa. | صُحُفِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَىٰ | |
| —QS al-A'laa, ayat 18-19 | ||
| (36) Ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran-lembaran Musa? | أَمْ لَمْ يُنَبَّأْ بِمَا فِي صُحُفِ مُوسَىٰ | |
| (37) dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji? | وَإِبْرَاهِيمَ الَّذِي وَفَّىٰ | |
| —QS an-Najm, ayat 36-37 | ||
Mushaf
suntingBeberapa shuhuf yang telah dicatat dari firman Allah kemudian dijadikan satu yang memiliki nama bermacam-macam, yang telah diberikan kepada para rasul-Nya. Di antaranya adalah:
Taurat
sunting
Taurat (juga Tawrah atau Taurat; Arab: توراة) adalah nama Arab untuk Taurat dalam konteksnya sebagai kitab suci Islam yang diyakini oleh umat Islam telah diberikan oleh Allah kepada para nabi dan rasul di antara Bani Israel. Ketika merujuk pada tradisi dari Taurat, umat Islam tidak hanya mengidentifikasinya dengan Pentateuch, tetapi juga dengan kitab-kitab lain dalam Alkitab Ibrani serta dengan tulisan-tulisan Talmud dan Midras.[6]
| (3) "Ia menurunkan kepadamu (wahai Muhammad) Kitab Suci (Al-Quran) dengan mengandungi kebenaran, yang mengesahkan isi Kitab-kitab Suci yang telah diturunkan dahulu dari padanya, dan Ia juga yang menurunkan Kitab-kitab Taurat dan Injil." | نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَنزَلَ التَّوْرَاةَ وَالْإِنجِيلَ | |
| —Ali Imran Ayat 3 | ||
Zabur
suntingAl-Quran menyebutkan Zabur, yang diartikan sebagai Kitab Mazmur,[7] sebagai kitab suci yang diturunkan kepada Dawud (Raja Daud). Para ulama sering memahami Mazmur sebagai nyanyian pujian yang suci, dan bukan kitab yang mengatur hukum.[8] Mazmur yang ada saat ini masih dipuji oleh banyak ulama Muslim.[9][10] Al-Qur'an 21:105 dan Mazmur 37:29 adalah ayat-ayat yang sesuai.[11]
| (163) "...dan kami telah memberi kitab zabur kepada Nabi Dawud." | إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَىٰ نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِن بَعْدِهِ ۚ وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَعِيسَىٰ وَأَيُّوبَ وَيُونُسَ وَهَارُونَ وَسُلَيْمَانَ ۚ وَآتَيْنَا دَاوُودَ زَبُورًا | |
| —Annisa ayat 163 | ||
Injil
suntingInjil adalah kitab suci yang diturunkan kepada Isa, menurut Al-Quran. Sebagian besar ulama dan umat Islam percaya bahwa Injil tidak merujuk pada Perjanjian Baru, melainkan pada Injil asli yang diberikan kepada Isa sebagai firman Allah.[12] Injil diturunkan pada permulaan abad pertama masehi. Kata Injil sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu euangelion yang berarti "kabar baik atau kabar gembira". Injil-injil tidak mempunyai pembahasan sistematis mengenai satu tema atau tema-tema tertentu,[13] meskipun di dalamnya banyak membahas hal kerajaan Surga. Injil yang ada saat ini mengandung firman Allah dan riwayat Isa, yang semuanya ditulis oleh generasi setelah Isa.
| (46) "...dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan 'Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat, dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat, dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa." | وَقَفَّيْنَا عَلَىٰ آثَارِهِم بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ ۖ وَآتَيْنَاهُ الْإِنجِيلَ فِيهِ هُدًى وَنُورٌ وَمُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةً لِّلْمُتَّقِينَ | |
| —Al Maidah : 46 | ||
Qur'an
suntingAl-Quran adalah teks keagamaan utama Islam, yang diyakini umat Islam sebagai wahyu dari Allah (Arab: الله, Allah).[14] Al-Quran dibagi menjadi surah-surah, yang kemudian dibagi lagi menjadi ayat-ayat. Umat Islam percaya bahwa Al-Quran diwahyukan secara lisan oleh Allah kepada Muhammad melalui malaikat Jibril (Gabriel),[15][16] secara bertahap selama kurang lebih 23 tahun, dimulai pada akhir tahun 609, ketika Muhammad berusia 39 tahun, dan berakhir pada tahun 632, tahun wafatnya.[14][17][18] Umat Islam menganggap Al-Quran sebagai mukjizat terpenting Muhammad, bukti kenabiannya,[19] dan puncak dari serangkaian pesan ilahi yang dimulai dengan pesan-pesan yang diwahyukan kepada Adam dan berakhir dengan Muhammad. Al-Quran secara luas dianggap sebagai karya terbaik dalam sastra Arab klasik.[20][21][22][23]
"Pada bulan Ramadan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia."
Tampilan Al-Qur`an dianggap unik, karena berupa prosa berirama, puisi epik, dan simfoni dalam keterpaduan teks yang indah. Isi Al-Qur`an juga dianggap unik, berupa paduan filsafat semesta, catatan sejarah, peringatan-peringatan dan hiburan, dasar-dasar hukum, serta doa-doa.
Bagi umat Islam, tidak disyariatkan untuk mempelajari isi Taurat, Zabur, dan Injil yang ada saat ini, karena menurut ajaran Islam, dianggap telah mengandung berbagai tafsiran yang tidak benar[24] dan karena isi kesemua kitab yang masih diperlukan, telah dimasukkan ke dalam kitab Al-Qur`an. Namun tidak diperlukan juga upaya untuk menyerang atau menyalah-nyalahkan isi Taurat, Zabur, atau Injil, karena terdapat ayat-ayat Allah di dalamnya.
Penjelasan di dalam al-Qur`an
suntingDalam firman Allah ayat Al Imraan 3 ayat 4:
"Sebelum (Al-Qur'an), menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al Furqaan.[25] Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat; dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balasan (siksa)."
Kemudian An Nissa 4 ayat 136 dan 163:
"Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya."
"Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma'il, Ishak, Ya'qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman, dan Kami berikan Zabur kepada Daud."
Semua kitab turun pada bulan Ramadan
suntingMenurut sumber berdasarkan hadits shahih dari Imam Ahmad, kesemua kitab-kitab suci tersebut turun pada bulan Ramadan, shuhuf Ibrahim turun pada awal malam pertama bulan Ramadan, Taurat turun pada hari keenam bulan Ramadan dan Injil pada hari ketiga belas dari Ramadan.[26] Al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadan berdasarkan pada salah satu surah di dalam Al-Qur'an yang berbunyi:
"Bulan Ramadan yang diturunkan di dalamnya Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan atas petunjuk itu, serta pemisah antara haq dan batil."
Ibnu Katsir mengatakan bahwa Allah menyanjung bulan Ramadan di atas bulan-bulan yang lain, yaitu dengan memilihnya sebagai bulan di mana kesemua kitab-kitab suci diturunkan di dalamnya.
Janji Allah terhadap orang beriman
suntingMenurut keyakinan ajaran Islam, Allah akan melimpahkan rahmat-Nya dari langit dengan menurunkan hujan dan menimbulkan rahmat-Nya dari bumi dengan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan yang buahnya melimpah ruah, kepada orang yang jujur, lurus dan tidak menyimpang dari kebenaran. Sebagai contoh dalam ayat:
"...dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat dan Injil dan (Al-Qur'an ) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka. Di antara mereka ada golongan yang pertengahan, dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka."
Hubungan Al-Qur'an dengan kitab terdahulu
suntingSemua muslim meyakini bahwa adanya wahyu progresif, bahwa wahyu Tuhan berkembang dengan seiring berjalannya waktu dan perbedaan kelompok dari masyarakat. Di dalam Al-Qur'an membenarkan tentang adanya larangan bekerja pada hari Sabbath dalam Taurat, tetapi Al-Qur'an membolehkan bekerja dan mengesampingkan hal tersebut.
Pada awal tahun kenabian Muhammad, sebuah wahyu diberitakan kepadanya:
"Katakanlah: Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al-Qur'an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu...
Kalimat ini diyakini oleh pemeluk agama Islam bahwa konversi agama lama menjadi agama Islam akan dimulai dengan segala ketulusan hati mengikuti firman dari kita-kitab suci sebelum Al-Qur'an.
Lihat pula
suntingReferensi
sunting- ^ Glasse, Cyril. "Holy Books". Concise Encyclopedia of Islam.
- ^ a b c Kesalahan pengutipan: Tanda
<ref>tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama "Kitab Allāh" - ^ a b McCoy, R. Michael (2021-09-08). Interpreting the Qurʾān with the Bible (Tafsīr al-Qurʾān bi-l-Kitāb) (dalam bahasa Inggris). Brill. ISBN 978-90-04-46682-1.
- ^ Mc Laughlin, Fiona (2018). "Fallou Ngom, Muslims beyond the Arab World: The Odyssey of ʿAjamī and the Murīdiyya, AAR Religion, Culture, and History (New York: American Academy of Religion and Oxford University Press, 2016). Pp. 336. $105.00 cloth. ISBN: 9780190279868". Review. International Journal of Middle East Studies. 50 (4): 826–828. doi:10.1017/S0020743818001083.
- ^ "Ulum Al-Qur'an Shuhuf and Mushaf". Diarsipkan dari asli tanggal 2009-05-30. Diakses tanggal 2009-09-01.
- ^ Lang, Isabel (31 December 2015). Intertextualität als hermeneutischer Zugang zur Auslegung des Korans: Eine Betrachtung am Beispiel der Verwendung von Israiliyyat in der Rezeption der Davidserzählung in Sure 38: 21-25 (dalam bahasa Jerman). Logos Verlag Berlin GmbH. hlm. 98. ISBN 9783832541514.
- ^ "Zabur - Oxford Islamic Studies Online". www.oxfordislamicstudies.com (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal July 26, 2018. Diakses tanggal 2018-07-26.
- ^ "Psalms". Encyclopaedia of Islam.
- ^ Lings, Martin. Mecca, from Before Genesis Until Now.
- ^ Malik, Abdul. In Thy Seed.
- ^ "Psalms - Oxford Islamic Studies Online". www.oxfordislamicstudies.com (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal July 26, 2018. Diakses tanggal 2018-07-26.
- ^ Ali, Abdullah Yusuf (1938). The Holy Qur-an.
- ^ Sejarah Perjanjian Baru (Ensiklopedi Fakta Alkitab)
- ^ a b Nasr, Seyyed Hossein (2007). "Qurʼān". Encyclopædia Britannica Online. Diakses tanggal 2007-11-04.
- ^ Lambert, Gray (2013). The Leaders Are Coming!. WestBow Press. hlm. 287. ISBN 9781449760137.
- ^ Roy H. Williams; Michael R. Drew (2012). Pendulum: How Past Generations Shape Our Present and Predict Our Future. Vanguard Press. hlm. 143. ISBN 9781593157067.
- ^ Fisher, Mary Pat (1997). Living Religions: An Encyclopaedia of the World's Faiths. I.B. Tauris Publishers. hlm. 338.
- ^ Al-Qur'an 17:106
- ^ Peters, F.E. (2003). The Words and Will of Allah. Princeton University Press. hlm. 12–13. ISBN 0-691-11461-7.
- ^ Patterson, Margot (2008). Islam Considered: A Christian View. Liturgical Press. hlm. 10. ISBN 978-0-8146-1915-5.
- ^ Ali, Mir Sajjad; Rahman, Zainab (2010). Islam and Indian Muslims. Guan Publishing House. hlm. 24. ISBN 978-81-7835-805-5., citing N. J. Dawood's judgement.
- ^ Jones, Alan (1994). The Koran. London: Everyman Paperback. ISBN 1842126091.
(opening page) Its outstanding literary merit should also be noted: it is by far, the finest work of Arabic prose in existence.
- ^ Arberry, Arthur J. (1996) [1956]. The Koran Interpreted: A Translation. London: Simon and Schuster. hlm. 191. ISBN 0684825074.
It may be affirmed that within the literature of the Arabs, wide and fecund as it is both in poetry and in elevated prose, there is nothing to compare with it.
- ^ "Kitab-kitab yang ada pada ahli kitab". Diarsipkan dari asli tanggal 2010-03-12. Diakses tanggal 2009-08-18.
- ^ Al Furqaan ialah kitab-kitab terdahulu yang membedakan antara yang benar dan yang salah.
- ^ Rasulullah ﷺ bersabda, ”Shuhuf Ibrahim turun pada awal malam pertama bulan Ramadan, dan Taurat turun pada hari keenam bulan Ramadan dan Injil pada hari ketiga belas dari Ramadan.” (Hadits riwayat Imam Ahmad).
Pranala luar
sunting- (Indonesia) Kitab-kitab suci Diarsipkan 2009-04-20 di Wayback Machine.
- (Indonesia) Iman kepada kitab-kitab Allah Diarsipkan 2010-02-08 di Wayback Machine.
- (Indonesia) Muhammad dalam kitab suci terdahulu