Rasio jari-jari kritis. Diagram ini untuk bilangan koordinasi enam: 4 anion pada bidang datar, 1 di atas bidang dan 1 di bawah bidang. Batas stabilitas adalah pada rC/rA = 0,414

Dalam fisika benda terkondensasi dan kimia anorganik, rasio jari-jari kation-anion (disebut juga: aturan rasio jari-jari)[1] adalah perbandingan jari-jari ionik kation terhadap jari-jari ionik anion dalam senyawa kation-anion. Rasio ini dinyatakan dalam rumus sederhana .

Menurut aturan Pauling untuk struktur kristal, ukuran kation yang diperbolehkan untuk struktur yang diberikan ditentukan oleh rasio jari-jari kritis.[2] Jika kation terlalu kecil, maka ia akan menarik anion saling mendekat dan akan berbenturan, sehingga senyawa menjadi tidak stabil akibat tolakan anion-anion; ini tejadi jika rasio jari-jari di bawah 0,155.

Pada batas kestabilan, kation menyentuh seluruh anion, dan anion juga menyentuh masing-masing tepinya (rasio jari-jari = 0,155). Untuk rasio jari-jari lebih dari 0,155, senyawa dinyatakan stabil.

Tabel di bawah menyajkan hubungan antara rasio jari-jari dan bilangan koordinasi, yang dapat diperoleh dari pembuktian geometri sederhana.[3]

Rasio jari-jari Bilangan koordinasi Jenis kekosongan Example
< 0.155 2 Linier
0.155 - 0.225 3 Segitiga planar B2O3
0.225 - 0.414 4 Tetrahedral ZnS, CuCl
0.414 - 0.732 6 Oktahedral NaCl, MgO
0.732 - 1.000 8 Kubik CsCl, NH4Br

Aturan rasio jari-jari pertama kali diusulkan oleh Gustav F. Hüttig pada tahun 1920.[4][5] Pada tahun 1926, Victor Goldschmidt[4] penggunaannya diperluas untuk kisi ionik.[6][7][8]

Lihat juga

sunting

Sisetm kristal kubik

Referensi

sunting
  1. ^ Radius Ratio Rule Rescue Anna Michmerhuizen, Karine Rose, Wentiirim Annankra, and Douglas A. Vander Griend, Journal of Chemical Education 2017 94 (10), 1480-1485 doi:10.1021/acs.jchemed.6b00970
  2. ^ Linus Pauling (1960) Nature of the Chemical Bond, hlm. 544, pada Google Books
  3. ^ Toofan J. (1994) Journal of Chemical Education 71(2): 147 doi:10.1021/ed071p147 (and Erratum 71(9): 749 doi:10.1021/ed071p749) A Simple Expression between Critical Radius Ratio and Coordination Numbers
  4. ^ a b The Origin of the Ionic-Radius Ratio Rules William B. Jensen, Journal of Chemical Education 2010 87 (6), 587-588 doi:10.1021/ed100258f
  5. ^ Hüttig, G. F. (1920), Notiz zur Geometrie der Koordinationszahl. Z. Anorg. Allg. Chem., 114: 24–26. DOI:10.1002/zaac.19201140103
  6. ^ V. Goldschmidt, T. Barth, G. Lunde, W. Zachariasen, Geochemische Verteilungsgesetze der Elemente. VII. Die Gesetze der Krystallochemie, Dybwad: Oslo, 1926, pp. 112-117.
  7. ^ V. Goldschmidt, Geochemische Verteilungsgesetze der Elemente. VIII. Untersuchungen über Bau und Eigenschaften von Krystallen, Dybwad: Oslo, 1927, pp. 14-17
  8. ^ V. Goldschmidt, “Crystal Structure and Chemical Constitution,” Trans. Faraday Soc. 1929, 25, 253-283. DOI:10.1039/TF9292500253

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Uranus

CS1: Banyak nama: editors list (link) Atreya, S. (2006). "Water-ammonia ionic ocean on Uranus and Neptune?" (pdf). Geophysical Research Abstracts. 8:

Jari-jari ion

Jari-jari ion atau radius ion, rion, adalah jari-jari suatu ion atom. Meskipun atom maupun ion tidak memiliki batas yang tegas, mereka sering kali dianggap

Neptunus

authors list (link) Atreya, S.; Egeler, P.; Baines, K. (2006). "Water-ammonia ionic ocean on Uranus and Neptune?" (pdf). Geophysical Research Abstracts. 8:

Logam alkali

Diakses tanggal 4 Januari 2014. R. D. Shannon (1976). "Revised effective ionic radii and systematic studies of interatomic distances in halides and chalcogenides"

Aturan Pauling

Pauling, Linus (1929). "The principles determining the structure of complex ionic crystals". J. Am. Chem. Soc. 51 (4): 1010–1026. doi:10.1021/ja01379a006