Sel saraf

Sel saraf atau neuron merupakan satuan kerja utama sistem saraf yang berfungsi menghantarkan impuls listrik sebagai respons terhadap stimulus (rangsang). Jutaan neuron membentuk sistem saraf. Neuron merupakan komponen utama jaringan saraf pada semua hewan, kecuali spons dan placozoa. Tumbuhan dan jamur tidak memiliki sel saraf.

Neuron dikelompokkan menjadi tiga jenis berdasarkan fungsinya, yaitu neuron sensorik, neuron motorik, dan interneuron. Neuron sensorik merespons rangsangan seperti sentuhan, suara, atau cahaya yang memengaruhi sel organ sensorik, kemudian mengirimkan sinyal ke sumsum tulang belakang atau otak. Neuron motorik menerima sinyal dari otak dan sumsum tulang belakang untuk mengendalikan kontraksi otot dan sekresi kelenjar. Interneuron menghubungkan neuron satu dengan neuron lain dalam wilayah otak atau sumsum tulang belakang yang sama. Beberapa neuron yang saling terhubung membentuk sirkuit saraf.

Struktur

sunting

Setiap neuron terdiri dari satu badan sel yang di dalamnya terdapat sitoplasma dan inti sel. Dari badan sel keluar dua macam serabut saraf, yaitu dendrit dan akson.

Dendrit berfungsi mengirimkan impuls ke badan sel saraf, sedangkan akson berfungsi mengirimkan impuls dari badan sel ke sel saraf yang lain atau ke jaringan lain.[1] Apabila simpul dendrit mengalami kerusakan, maka seseorang tersebut akan mengalami kepikunan (jika terjadi di otak). Jika terjadi di organ lain, maka akan mengalami mati rasa.[2] Akson biasanya sangat panjang. Sebaliknya, dendrit pendek. Pada ujung akhir dari akson terdapat sinapsis yang merupakan celah antara ujung saraf di mana neurotransmiter dilepaskan untuk menghantar impuls ke saraf selanjutnya atau organ yang dituju.

Setiap neuron hanya mempunyai satu akson dan minimal satu dendrit. Kedua serabut saraf ini berisi plasma sel. Pada bagian luar akson terdapat lapisan lemak disebut myelin yang dibentuk oleh sel Schwann yang menempel pada akson. Sel Schwann merupakan sel glia utama pada sistem saraf perifer yang berfungsi membentuk selubung myelin. Fungsi myelin adalah melindungi akson dan memberi nutrisi. Bagian dari akson yang tidak terbungkus mielin disebut nodus ranvier, yang dapat mempercepat penghantaran impuls.

Pengelompokan

sunting
Gambar Sel Saraf Sensorik dan Sel Saraf Motorik

Berdasarkan fungsinya, sel saraf dapat dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu:[3]

1. Sel saraf sensoris.

2. Sel saraf motorik.

3. Sel saraf intermediet (interneuron).

Sel saraf sensorik

sunting

Fungsi sel saraf sensorik adalah menghantar impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat, yaitu otak (ensefalon) dan sumsum belakang (medula spinalis). Ujung akson dari saraf sensori berhubungan dengan saraf asosiasi (intermediet).

Sel saraf motorik

sunting

Fungsi sel saraf motorik adalah mengirim impuls dari sistem saraf pusat ke otot atau kelenjar yang hasilnya berupa tanggapan tubuh terhadap rangsangan. Badan sel saraf motor berada di sistem saraf pusat. Dendritnya sangat pendek berhubungan dengan akson saraf asosiasi, sedangkan aksonnya dapat sangat panjang.

Sel saraf penghubung

sunting

Sel saraf penghubung disebut juga sel saraf asosiasi. Sel ini dapat ditemukan di dalam sistem saraf pusat dan berfungsi menghubungkan sel saraf motorik dengan sel saraf sensorik atau berhubungan dengan sel saraf lainnya yang ada di dalam sistem saraf pusat. Sel saraf penghubung menerima impuls dari reseptor sensorik atau sel saraf asosiasi lainnya. Kelompok-kelompok serabut saraf, akson dan dendrit bergabung dalam satu selubung dan membentuk urat saraf. Sedangkan badan sel saraf berkumpul membentuk ganglion atau simpul saraf.

Referensi

sunting
  1. ^ Arisworo, Djoko (2016). IPA terpadu (Biologi, Kimia, Fisika) untuk kelas IX. Bandung: PT Grafindo Media Pratama. hlm. 51–52. ISBN 9789797583316. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ Ferdinand P, Fictor (2009). Praktis Belajar Biologi. Bandung: PT Grafindo Media Pratama. hlm. 152. ISBN 9789799177667. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ^ Surdijani, Dian (2007). Be Smart Ilmu Pengetahuan Alam untuk kelas IX. Bandung: PT Grafindo Media Pratama. hlm. 26. ISBN 9786020000602. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Sistem saraf

sasaran adalah serangkaian interneuron tulang belakang yang memproyeksikan ke neuron motorik untuk mengontrol otot lengan. Interneuron mengeksitasi neuron motorik

Jaringan saraf

potensial aksi keluar dari SSP ke efektor yang tepat (otot, kelenjar) Interneuron: Sel-sel yang membentuk hubungan antara neuron-neuron dan prosesnya terbatas

Daftar jenis sel pada tubuh manusia

enterik Sel neuron (beragam, masih belum diklasifikasikan dengan sempurna) Interneuron Sel keranjang Sel roda gerobak Sel stelata Sel Golgi Sel granula Sel

Hipohidrosis

otot Siklobenzaprin Tizanidin Kemungkinan dengan menghambat eksitasi interneuron di saraf tulang belakang, kemungkinan efek antimuskarinik perifer Paralisis

Mata sederhana (invertebrata)

detektor dan efektor), serta diameter yang sangat besar pada beberapa interneuron oselus (sering kali neuron memiliki diameter terbesar pada sistem saraf

Mekanoreseptor

menghambat fleksor, interneuron ini membantu kontraksi ekstensor. Cabang-cabang lain dari akson I-a bersinapsis dengan interneuron yang mengarah ke pusat

Medula oblongata

terlibat dalam regulasi ini. Kompleks pra-Bötzinger adalah sekelompok interneuron yang terlibat dalam fungsi pernapasan medula. Pusat kardiovaskular –

Sel otak

Lipinski, RJ (January 2017). "Gene-environment interactions in cortical interneuron development and dysfunction: A review of preclinical studies". Neurotoxicology