Ijang merupakan benteng bukit berpundak yang didirikan sebagai tempat tinggal oleh Suku Ivatan. Struktur ini didirikan di pucuk bukit serta tepiannya dan banyak tersebar di Kepulauan Batanes, Filipina.[1] Formasi batuan yang menjulang tinggi tersebut digunakan sebagai benteng atau tempat perlindungan masyarakat di sekitarnya terhadap musuh mereka.[2]

Latar belakang

sunting

Pada tahun 1994, Eusebio Dizon, wakil direktur Museum Nasional Filipina melakukan perjalanan ke Batanes dengan timnya untuk melakukan proyek arkeologis. Pada waktu proyek dijalankan, mereka menemukan bukit berbentuk segitiga di Savidung, sebuah kota di Munisipalitas Sabtang. Strkture tersebut dikenal sebagai Ijang.[3][2] Ijang dideskripsikan sebagai struktur mirip dengan kastel gusuku di Kepulauan Okinawa, Jepang. Keduanya dibangun di tempat yang agak tinggi serta memiliki artefak seperti keramik dari dinasti Song dan manik-manik Tiongkok yang berasal dari abad ke-11.[4] Diketahui bahwa Orang Ivatan awalnya tinggal di dalam ijang, yang dibangun seperti bukit berbenteng. Mereka juga diketahui meminum anggur tebu, yang dikenal sebagai palek. Di sekitar ijang, mereka umumnya melakukan transaksi dengan menggunakan emas dan melakukan pertanian sekaligus pembangunan perahu untuk pelayaran.

Fungsi

sunting

Berdasarkan sejarah dan tradisi lisan, Suku Ivatan pada awalnya terbagi menjadi klan-klan kecil yang tinggal tak jauh dari laut. Selama konflik antarklan, klan yang diserang akan menaiki puncak ijang untuk menyelamatkan diri. Dari atasnya, mereka dapat mempertahankan diri dengan melemparkan batu ke arah musuh. Puncak ijang saat ini masih dipenuhi batu, yang digunakan sebagai amunisi primitif masyarakat. Membangun tempat berlindung di atas ijang menjadi penting ketika pertempuran berlangsung lama. Ijang pertama kali dideskripsikan oleh Kapten William Dampier, seorang bajak laut Inggris, ketika ia mengunjungi Pulau Ivuhos pada tahun 1687. Saat ini, masih terdapat jejak-jejak tempat tinggal kuno tersebut, termasuk tiang-tiang batu yang berdiri atau tergeletak di tempat orang Ivatan meninggalkannya ketika mereka meninggalkan cara hidup pagan mereka dan beralih ke agama Kristen pada akhir abad ke-18.[2]

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Bellwood, Peter; Dizon, Eusebio (2013), Bellwood, Peter; Dizon, Eusebio (ed.), "The Batanes Islands, Their First Observers, and Previous Archaeology", 4000 Years of Migration and Cultural Exchange, The Archaeology of the Batanes Islands, Northern Philippines, vol. 40, ANU Press, hlm. 1–8, ISBN 978-1-925021-27-1, JSTOR j.ctt5hgz91.6, diakses tanggal 2021-01-25
  2. ^ a b c Dizon, Eusebio Z.; Santiago, Rey A. (1996). "Archaeological Explorations in Batanes Province". Philippine Studies. 44 (4): 479–499. ISSN 0031-7837. JSTOR 42634196.
  3. ^ "15 Most Intense Archaeological Discoveries in Philippine History". FilipiKnow. Diakses tanggal 17 March 2015.
  4. ^ Dizon, Eusebio (1997). "Archaeology of Batanes Province, Northern Philippines: The 1996-1997 Status Report".

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Simpur Ijang, Ulu Talo, Seluma

Simpur Ijang adalah sebuah desa di Kecamatan Ulu Talo, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, Indonesia. "Kode pos Kecamatan Ulu Talo". www.kodepos.posindonesia

Daftar pulau di Indonesia menurut luas wilayah

Sumenep Jawa Timur Gili Ljang, Giliang, Gili Aiyang, Gili Jang, Gili Ijang, Pulau Ijang 484 Pulau Pejantan 9,63 240 0°07′05″N 107°13′14″E / 0.11806°N 107

Etnoastronomi Indonesia

sebagai tanda akan tiba musim buah-buahan atau tanaman akan mulai berbuah. Ijang bawui / Rahang babi (Taurus): Muncul di langit dengan posisi seperti huruf

Koalisi Perubahan

Andriansyah Dr. Taufiqurokhman Dr. TB Massa Djafar Dr. Mohammad Noer Dr. Ijang Faisal Dr. Suryani SF Motik Gatot Salahuddin Eria Desomsoni Dedy Ihsan Sundara

Rosalia Indah

Perusahaan Otobus Terkaya". Tempo. 2024-04-15. Diakses tanggal 2025-10-31. Ijang (2025-06-04). "Kisah Yustinus Soeroso, Dari Anak Buruh Tani hingga Miliki

Daftar marga Dayak

Gurutak Guyam Guyang Iba Ibai Idi Idieng Igai Igam Igang Igoh Igol Igu Ijang Ijau Ijus Ikau Ikom Ikum Ilak Ilan Ilang Ili Ilie Illi Iloh Ilong Imai Imang

Gwangju

龜洞) Guso-dong (구소동; 九沼洞) Haengam-dong (행암동; 杏岩洞) Hwajang-dong (화장동; 禾場洞) Ijang-dong (이장동; 泥場洞) Imam-dong (임암동; 林岩洞) Jinwol-dong (진월동; 眞月洞) Jiseok-dong

Filipina

Kepulauan Batanes (di mana mereka membangun benteng batu yang dikenal sebagai ijang) dan Pulau Luzon bagian utara. Artefak berupa giok yang ditemukan di kawasan