📑 Table of Contents

Histiosit adalah suatu tipe sel darah putih, fagosit mononuklir yang bertindak sebagai penghancur material asing pada darah dan jaringan.[1][2] Histiosit tergolong sistem makrofag, yang berfungsi memfagosit benda asing (kuman, pecahan sel) dalam tubuh.[3] Histiosit dapat berdiferensiasi menjadi monosit, makrofag, atau menjadi sel dendrit.[4]

Sel histiosit berperan dalam sistem imun yang melindungi tubuh, tetapi apabila sel ini muncul dalam jumlah yang banyak, maka ia dapat menghancurkan jaringan-jaringan tubuh, dikenal sebagai Histiositosis sel Langerhans.[5]

Karakteristik

sunting

Histiosit sering disebut klasmatosit atau makrofag tetap, sebagai sel fusiform yang terenggang sepanjang serat kolagen. Histiosit ditemukan dalam berbagai proporsi di hampir setiap efusi serosa dan dibuat oleh sumsum tulang. Bersama fibroblas selalu terdapat di jaringan ikat longgar. Histiosit tidak berjalan melalui darah. Sebaliknya, mereka tetap berada di satu bagian tubuh, tetapi ketika histiosit dirangsang oleh pembengkakan atau infeksi mereka menjadi aktif, menyerang bakteri benda dan benda asing lainnya di dalam tubuh.[6] Histiosit ditemukan di banyak organ dan jaringan, termasuk: Otak, jaringan payudara, hati, paru-paru, kelenjar getah bening, plasenta, limpa dan amandel.[7]

Ukurannya sangat bervariasi, dari diameter sekitar 15 hingga 100 mikrometer, dengan sebagian besar dalam kisaran 20 hingga 40 μm. Bentuk selnya tidak teratur, penjuluran sel pendek dan tumpul, sedangkan intinya lebih kecil, bulat dan lebih gelap dengan kromatin yang lebih padat dibandingkan dengan fibroblas. Sel-sel histiosit sebanyak fibroblas, sehingga dalam keadaan istirahat sulit dibedakan dengan fibroblas. Karena histiosit bersifat fagositik, sitoplasma mereka mungkin mengandung leukosit, partikel inti, sel darah merah, partikel karbon, tetesan lipid, melanin, atau hemosiderin.[3][8]

Mekanisme

sunting

Histiosit merupakan sel-sel dari sistem fagosit mononuklir dan terletak di jaringan ikat.[9] Histiosit berasal dari monosit dan berperan penting dalam pengaturan fungsi imun. Mereka terlibat dalam berbagai aspek pertahanan tubuh dan perbaikan jaringan, seperti fagositosis, aktivitas sitotoksik, regulasi respons inflamasi dan imun, dan penyembuhan luka.[10]

Referensi

sunting
  1. ^ "PENDAHULUAN - perdoski.or.id". www.perdoski.or.id. Diakses tanggal 2020-12-06.[pranala nonaktif permanen]
  2. ^ Karcioglu, Zeynel A.; Haik, Barrett G. (2014). Abeloff's Clinical Oncology. Elsevier. hlm. 1002–1036.e6. ISBN 978-1-4557-2865-7.
  3. ^ a b Noorma Paramitha. "Sel histiosit". Struktur Jaringan Hewan (4411413009).
  4. ^ Azouz, E. Michel; Saigal, Gaurav; Rodriguez, Maria M.; Podda, Antonello (2004-07-28). "Langerhans? cell histiocytosis: pathology, imaging and treatment of skeletal involvement". Pediatric Radiology. 35 (2): 103–115. doi:10.1007/s00247-004-1262-0. ISSN 0301-0449.
  5. ^ Reiza, Yaumil. "LANGERHANS CELL HISTIOCYTOSIS (LCH)". kankere.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-04-11. Diakses tanggal 2020-12-06.
  6. ^ "Definition of Histiocyte". MedicineNet (dalam bahasa Inggris). 27 December, 2018. Diakses tanggal 2020-12-06.
  7. ^ "Histiocyte: MedlinePlus Medical Encyclopedia". medlineplus.gov (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-12-06.
  8. ^ Naylor, Bernard (2008). Comprehensive Cytopathology. Elsevier. hlm. 515–577. ISBN 978-1-4160-4208-2.
  9. ^ Nikolic, Tatjana; Leenen, Pieter (January 2005). "Histiocyte function and development in the normal immune system". ResearchGate (dalam bahasa Inggris). doi:10.1017/cbo9780511545252.004. Diakses tanggal 2020-12-06.
  10. ^ Naeim, Faramarz; Nagesh Rao, P.; Song, Sophie X.; Phan, Ryan T. (2018). Atlas of Hematopathology. Elsevier. hlm. xi. ISBN 978-0-12-809843-1.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Sel darah putih

mana leukosit dari sistem limfatik terbentuk dari sel induk limfoid. Histiosit, ada dalam sistem limfa bersama jaringan lainnya, tetapi tidak umum di

Kelenjar getah bening

kelenjar limfa itu sendiri seperti limfosit, sel plasma, monosit dan histiosit, atau karena datangnya sel-sel peradangan (neutrofil) untuk mengatasi

Darah

Metamielosit Neutrofil band Neutrofil segmen Monosit Makrofaga Normal Histiosit " Sel Kupffer " Alveolar " Pleural " Peritoneal " Langerhans's cell Radang

Kalsium

Metamielosit Neutrofil band Neutrofil segmen Monosit Makrofaga Normal Histiosit " Sel Kupffer " Alveolar " Pleural " Peritoneal " Langerhans's cell Radang

Agranulosit

Presenting Cell). Contoh lain dari agranulosit adalah Makrofag, sel dendritik, histiosit, sel kupffer, sel glia, dan sel mesangeal. Agranulosit adalah setiap sel

Sel darah merah

Metamielosit Neutrofil band Neutrofil segmen Monosit Makrofaga Normal Histiosit " Sel Kupffer " Alveolar " Pleural " Peritoneal " Langerhans's cell Radang

Makrofag

Metamielosit Neutrofil band Neutrofil segmen Monosit Makrofaga Normal Histiosit " Sel Kupffer " Alveolar " Pleural " Peritoneal " Langerhans's cell Radang

Lesi ulseratif

terdiri dari jaringan granulasi yang berisi sel inflamasi seperti limfosit, histiosit, neutrofil, dan sel plasma. Ulkus traumatik dapat sembuh apabila sumber