Infotaula de geografia políticaMuseum Kayu Tuah Himba
museum Suntingan nilai di Wikidata

Tempat
PetaKoordinat: 0°24′20.48″S 116°58′16.72″E / 0.4056889°S 116.9713111°E / -0.4056889; 116.9713111 
Negara berdaulatIndonesia
Provinsi di IndonesiaKalimantan Timur Suntingan nilai di Wikidata
NegaraIndonesia Suntingan nilai di Wikidata
Sejarah
Pembuatan1998 Suntingan nilai di Wikidata
Informasi tambahan
Kode pos75381 Suntingan nilai di Wikidata
Zona waktu


Museum Kayu Tuah Himba adalah museum yang terletak di Kawasan Waduk Panji Sukarame, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.[1][2] Museum ini dibangun dengan bangunan kayu panggung yang berukuran 20 x 20 m².[3] Pembangunan museum dilatarbelakangi oleh dengan adanya pembukaan objek wisata berupa buaya yang telah diawetkan sebagai koleksi museum.[4]

Museum Kayu Tenggarong

Per 2023, tarif tiket masuk yang dikenakan bagi pengunjung dewasa adalah Rp.5000. Sementara untuk pengunjung anak-anak dikenakan biaya Rp.3000.[3]

Sejarah

sunting

Museum yang terletak 3 km dari pusat kota Tenggarong ini dibangun pada 1990. Adapun, nama Museum Kayu Tuah Himba ini terkait dengan semboyan Kota Tenggarong, "Tuah Himba Untung Langging", yang berarti menjaga kekayaan hutan dan alam agar manfaat yang diperoleh akan lancar.[5]

Peresmian museum secara simbolis dilangsungkan pada 1991. Pengelolaan Museum Kayu Tuah Himba ini berada di bawah wewenang Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat.[1]

Koleksi

sunting

Di dalam Museum Kayu ini terdapat beragam jenis kayu-kayu yang ada di Pulau Kalimantan. Selain itu, koleksi museum ini di antaranya adalah:[1][6]

  • Buaya Muara yang diawetkan (jantan dan betina)
  • Kerajinan Kutai yang terbuat dari rotan, berupa lemari kursi, lampu, tempat tidur dll.
  • Kerajinan Dayak, diantaranya adalah anjat, mandau, ukiran Dayak yang terbuat dari kayu ulin
  • Miniatur rumah khas Dayak
  • Koleksi biji-bijian
  • Jenis-jenis kayu di hutan daerah Kutai Kartanegara
  • Koleksi potongan log atau batangan pohon yang tumbuh di Hutan Kalimantan
  • Koleksi kayu 305 jenis
  • Koleksi jenis-jenis daun kayu yang dikeringkan 250 buah
  • Koleksi peralatan dapur tradisional sejumlah 12 jenis
  • Koleksi alat musik sejumlah 17 jenis
  • Koleksi alat tangkap ikan tradisional sejumlah 12 jenis
  • Koleksi Kepiting pemakan sari kelapa

Pranala luar

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ a b c Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2012). Direktori Museum Indonesia (PDF). Jakarta. hlm. 546–548. Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ "DAFTAR MUSEUM KEBUDAYAAN PER KEC. Tenggarong". Pusdatin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Diakses tanggal 1 Juni 2025. ;
  3. ^ a b Kurniawan, Muhammad Budi. "Menengok Museum Tuah Himba yang Menyimpan 125 Koleksi Kayu Khas Kalimantan". detiksulsel. Diakses tanggal 2024-05-17.
  4. ^ Kurniawan, Muhammad Budi. "Misteri Dua Ekor Buaya Jelmaan Manusia di Museum Tuah Himba Tenggarong". detiksulsel. Diakses tanggal 2026-05-15.
  5. ^ "Museum Kayu Tuah Himba - Sistem Registrasi Nasional Museum". Sistem Registrasi Nasional Museum Kemdikbud (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-05-17.
  6. ^ Times, I. D. N.; Rahayu, Riani. "Intip Ragam Koleksi Museum Kayu Tuah Himba Tenggarong". IDN Times Kaltim (dalam bahasa In-Id). Diakses tanggal 2024-05-17. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Himba Lestari, Batu Ampar, Kutai Timur

Himba Lestari adalah salah satu desa di kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, Indonesia. Desa ini awalnya adalah sebuah kawasan

Menara Tuah Himba

Menara Tuah Himba adalah sebuah landmark yang terletak di ujung Jembatan Kutai Kartanegara, di kawasan Central Business District (CBD) Kota Tenggarong

Kabupaten Kutai Kartanegara

Tenggarong Di Kecamatan Tenggarong terdapat sebuah museum yaitu Museum Kayu Tuah Himba. Selain itu, di Kecamatan Tenggarong terdapat Museum Mulawarman. Bangunan

Kitasan Black

Pandora, Lovely Day, Isla Bonita (Satsuki Sho 2014), dan Nuovo Record (Yushun Himba). Pada 1 Mei, Kitasan Black kembali berlomba di jarak yang lebih jauh untuk

Tenggarong, Kutai Kartanegara

03% dan Konghucu 0,01%. Di Kecamatan Tenggarong terdapat Museum Kayu Tuah Himba. Museum ini mengoleksi fosil dari alam serta mengoleksi kayu. Selain itu

Air Groove

perlombaan dan memenangkan sembilan di antarnya, termasuk kemenangan Yushun Himba tahun 1996 dan Tenno Sho edisi musim gugur tahun 1997. Pada tahun 1997,

Still in Love

kuda betina terbaik di generasinya di Jepang, memenangkan Oka Sho, Yushun Himba, dan Shuka Sho untuk melengkapi Japanese Fillies' Triple Crown (Tiga Mahkota

Cesario (kuda)

seekor kuda pacu ras unggul Jepang yang menjadi juara dan memenangkan Yushun Himba (Japanese Oaks) serta American Oaks pada tahun 2005. Pejantan Cesario, Special