Protein Penstabil Hemoglobin Alfa
Struktur protein penstabil hemoglobin alfa P-30 trans. PDB: 1XYZ.
Identifikasi
SimbolAHSP
PfamPF09236
InterProIPR015317
SCOP1XZY
SUPERFAMILY1XZY

Protein penstabil hemoglobin alfa (bahasa Inggris: alpha hemoglobin stabilizing protein, disingkat AHSP) adalah protein kaperon yang berperan mencegah presipitasi dan agregasi monomer globin alfa yang tak terikat.[1] Protein ini berperan dalam eritropoiesis atau proses pembentukan sel darah merah. Bentuk protein ini berupa struktur sekunder heliks yang terdiri dari bundel tiga heliks alfa antiparalel.[2]

Fungsi

sunting

AHSP memiliki afinitas untuk berikatan membentuk kompleks dengan Hbα sehingga dapat mencegah terbentuknya agregat Hbα yang dapat merusak sel eritroid.[1] Namun, reaksi pengikatan antara Hbα dengan Hbβ bersifat lebih spontan dibandingkan ikatan dengan AHSP, sehingga kompleks AHSP-Hbα akan terurai bila terdapat Hbβ. Hal ini membuat ikatan AHSP-Hbα bersifat reversible dan memungkinkan terbentuknya dimer Hbα-Hbβ.[1] Selain berperan sebagai molekul kaperon, AHSP juga diduga berperan dalam pembentukan tetramer HbA.[3]

Regulasi

sunting

Mekanisme regulasi ekspresi protein penstabil hemoglobin alfa belum diketahui secara pasti. Sejumlah faktor transkripsi yang terlibat dalam eritropoiesis seperti KLF1, GATA1, dan TAL1 diekspresikan bersama dengan AHSP. Namun, faktor-faktor transkripsi tersebut tidak secara spesifik dan langsung mengatur AHSP, melainkan mengatur keseluruhan proses eritropoiesis. Misalnya, KLF1 sendiri diketahui mengatur lebih dari 700 gen lainnya.[4] Salah satu jalur yang dapat menginduksi ekspresi AHSP adalah sistem persinyalan Reactive Oxygen Species (ROS) melalui gen Nrf2. Sistem tersebut dapat teraktivasi ketika terdapat banyak Hbα tak terikat, sebab besi II (Fe2+) dari grup heme pada monomer Hbα dapat teroksidasi menjadi Fe3+ dan menghasilkan superoksida (O2-) sebagai produk sampingan. Peristiwa tersebut akan memicu aktivasi Nrf2 yang kemudian akan memicu ekspresi AHSP. [5]

Peran dalam talasemia beta

sunting

Talasemia beta adalah penyakit yang disebabkan oleh mutasi pada gen pengode protein globin beta, yakni HBB.[6] Pada kasus ketika terjadi ketidakseimbangan jumlah rantai globin, khususnya kelebihan rantai globin alfa, maka protein penstabil hemoglobin alfa berperan penting untuk mengikat monomor globin alfa bebas.[1] Sebuah penelitian menemukan bahwa mutasi genetik pada protein AHSP memengaruhi tingkat keparahan penyakit hemoglobin E-talasemia beta (HbE/β-talasemia).[7] Penyakit HbE/β-talasemia disebabkan oleh gabungan dari mutasi pada gen HbE dan alel mutan talasemia beta. Penderita HbE/β-talasemia akut mungkin akan memerlukan transfusi secara rutin, sehingga dikenal sebagai transfusion-dependent thalassemia (TDT). Mutasi pada ekson pengode AHSP secara signifikan lebih sering ditemukan pada pasien pengidap TDT.[7]

Referensi

sunting
  1. ^ a b c d Kihm, Anthony J.; Kong, Yi; Hong, Wei; Russell, J. Eric; Rouda, Susan; Adachi, Kazuhiko; Simon, M. Celeste; Blobel, Gerd A.; Weiss, Mitchell J. (2002-06). "An abundant erythroid protein that stabilizes free α-haemoglobin". Nature (dalam bahasa Inggris). 417 (6890): 758–763. doi:10.1038/nature00803. ISSN 0028-0836.
  2. ^ Santiveri, Clara M.; Pérez-Cañadillas, José Manuel; Vadivelu, Murali K.; Allen, Mark D.; Rutherford, Trevor J.; Watkins, Nicholas A.; Bycroft, Mark (2004-08). "NMR Structure of the α-Hemoglobin Stabilizing Protein". Journal of Biological Chemistry (dalam bahasa Inggris). 279 (33): 34963–34970. doi:10.1074/jbc.M405016200. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  3. ^ Mahmoud, Hanan Mohamed; Shoeib, Ahmed Al-Saiid Hamed; Abd El Ghany, Shereen Mohamed; Reda, Marwa Mohamed; Ragab, Iman Ahmed (2015-12). "Study of alpha hemoglobin stabilizing protein expression in patients with β thalassemia and sickle cell anemia and its impact on clinical severity". Blood Cells, Molecules, and Diseases (dalam bahasa Inggris). 55 (4): 358–362. doi:10.1016/j.bcmd.2015.07.016.
  4. ^ Gillinder, Kevin R.; Hughes, Jim R.; Tallack, Michael R.; Magor, Graham; Ilsley, Melissa; Davies, James; Higgs, Douglas; Perkins, Andrew C. (2013-11-15). "Dynamics and Mechanics Of KLF1 Regulation In Erythropoiesis". Blood (dalam bahasa Inggris). 122 (21): 2176–2176. doi:10.1182/blood.V122.21.2176.2176. ISSN 0006-4971.
  5. ^ Han, Gaijing; Cao, Cong; Yang, Xi; Zhao, Guo-Wei; Hu, Xin-Jun; Yu, Dong-Lin; Yang, Rui-Feng; Yang, Ke; Zhang, Ying-Ying (2022-04). "Nrf2 expands the intracellular pool of the chaperone AHSP in a cellular model of β-thalassemia". Redox Biology (dalam bahasa Inggris). 50: 102239. doi:10.1016/j.redox.2022.102239. PMC 8801382. PMID 35092867. Pemeliharaan CS1: Format PMC (link)
  6. ^ Lawrence, Courtney; Meier, Emily Riehm (2021). Erythrocyte disorders (dalam bahasa Inggris). Elsevier. hlm. 529–560. doi:10.1016/b978-0-12-817962-8.00023-8. ISBN 978-0-12-817962-8.
  7. ^ a b Ray, Rudra; Kalantri, Siddhesh Arun; Bhattacharjee, Sunistha; Biswas, Ankita; Shahab, Aiman; Biswas, Sujana; Bhattacharyya, Maitreyee (2019-08). "Association of alpha hemoglobin–stabilizing protein (AHSP) gene mutation and disease severity among HbE—beta thalassemia patients". Annals of Hematology (dalam bahasa Inggris). 98 (8): 1827–1834. doi:10.1007/s00277-019-03722-x. ISSN 0939-5555.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Virginia Minnich

hematologi asal Amerika, yang terkenal karena penemuannya terhadap hemoglobin E, bentuk hemoglobin yang tidak normal yang dapat menyebabkan gangguan darah, serta

Luminol

tempat kejadian perkara (TKP), karena zat ini bereaksi dengan besi dalam hemoglobin. Ahli biologi menggunakan zat ini dalam asai seluler untuk mendeteksi

Sel darah merah pak

pada anemia baik gejala atau ketika hemoglobin kurang dari 70-80 g/L (7-8 g/dL). Satu unit meningkatkan kadar hemoglobin sekitar 10 g/L. Pengulangan transfusi

Protein plasma

penghambat protease atau prekursor kinin. Bertentangan dengan anggapan umum, hemoglobin bukanlah protein darah, karena ia dibawa dalam sel darah merah, bukan

Misoprostol

hati terlebih dahulu. Sebelum penggunaan misoprostol untuk aborsi, tes hemoglobin serta tes golongan darah resus direkomendasikan untuk konfirmasi kehamilan

Eritropoiesis

retikulosit, sel telah mengeluarkan nukleusnya, tetapi masih mampu memproduksi hemoglobin. Vitamin B12 (kobalamin) dan Vitamin B9 (asam folat) sangat penting untuk

Hitung darah lengkap

menunjukkan jumlah sel darah putih, sel darah merah dan trombosit, konsentrasi hemoglobin, dan hematokrit (persentase volume sel darah merah). Termasuk di dalamnya

Hemolisis intravaskular

ini terdiri dari hemoglobin dan lainnya. Pada tahap ini, hemoglobin disebut "hemoglobin bebas". Hemoglobin bebas (juga disebut hemoglobin "telanjang") adalah