Biskuit hardtack yang direproduksi dari masa Perang Sipil Amerika Serikat pada abad ke-19. Kiri biskuit dari angkatan darat, kanan biskuit dari angkatan laut.

Hardtack (atau hard tack) adalah sejenis biskuit sederhana yang dibuat hanya dari tepung, air, dan kadang sedikit garam yang dipanggang dan dapat disimpan untuk waktu yang lama. Hardtack dikenal juga sebagai biskuit pilot atau biskuit laut, atau dalam Bahasa Jepang disebut kanpan. Makanan ini sangat berguna untuk bertahan hidup dalam jangka waktu lama ketika kesulitan bahan makanan, perjalanan jauh, migrasi, atau dalam kampanye militer karena bahan bakunya murah dan mudah didapat dan proses pembuatannya sederhana.

Sejarah

sunting

Sejak manusia mampu mengolah sereal menjadi tepung, manusia mulai membuat bermacam roti dan biskuit agar bisa disimpan dalam waktu lama. Sejarah hardtack dapat ditelusuri sejak era Mesir Kuno, di mana pelaut Mesir mengenal biskuit ini dengan nama dhourra. Sementara masyarakat Romawi Kuno mengenal buccelatum atau buccellum sebagai ransum legiun Romawi. Pasukan salib yang dipimpin Richard I mengonsumsi "muslin biskit" yang mirip hardtack.[1]

Sebelum adanya teknologi makanan kaleng atau lemari pendingin, para prajurit diberi ransum hardtack yang dapat bertahan berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Bahkan ransum hardtack yang diberikan ke prajurit masa Perang Sipil Amerika Serikat adalah sisa ransum dari Perang Meksiko-Amerika Serikat 15 tahun sebelumnya. Secara teori, hardtack dapat bertahan selamanya asal disimpan kering. Namun, jika disimpan di tempat lembab, makanan ini dapat ditumbuhi kapang atau mengundang ulat dan belatung sehingga disebut juga "istana ulat".[2]

Kekurangan bahan makanan segar membuat para prajurit harus berimprovisasi memakan hardtack dengan berbagai cara. Salah satu cara yang lazim digunakan adalah mencelupkan biskuit ini ke dalam kopi, teh, atau air agar lunak. Selain itu, mereka juga dapat menghancurkan hardtack dengan ujung senapan dan membuat semacam sup dengan bahan seadanya yang dinamakan lobscouse.[1]

Pembuatan

sunting

Hardtack dibuat dengan mencampurkan tepung dengan sedikit air hingga bisa dibentuk menjadi adonan. Adonan ini dibentuk pipih dan dipotong-potong dengan bentuk persegi atau bulat dan ditusuk membentuk lubang di bagian tengahnya. Kemudian adonan ini dipanggang di oven sebanyak dua kali. Untuk daya tahan lebih lama, bisa dilakukan hingga empat kali pemanggangan.

Biskuit hardtack dari era Perang Sipil AS menjadi koleksi Museum Wentworth, Florida.

Penggunaan

sunting

Hardtack sangat keras sehingga jarang dimakan begitu saja. Biasanya hardtack dihancurkan menjadi serpihan dan dimasak dengan bahan lainnya menjadi semacam puding atau bubur. Pada masa lalu, jika mulai digeregoti ulat, hardtack dimasukkan ke dalam kopi agar ulatnya mengambang terpisah dan biskuitnya menjadi cukup lunak untuk dimakan.

Pada masa kini, hardtack menjadi makanan yang mengingatkan pada masa perang atau bagian dari makanan darurat untuk bertahan hidup.

Referensi

sunting
  1. ^ a b MilitaryHistoryNow.com (2014-07-11). "Hard to Swallow – A Brief History of Hardtack and Ship's Biscuit". MilitaryHistoryNow.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-07-23.
  2. ^ "Hardtack". Encyclopedia Virginia (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-07-23.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Biskuit

memerlukan waktu untuk mengembang sebelum dipanggang. Biscuit berkembang dari hardtack, yaitu roti keras yang awalnya hanya dibuat dari tepung dan air. Seiring

Uji coba nuklir di Atol Bikini

Crossroads (1946), Operasi Castle (1954), Operasi Redwing (1956), dan Operasi Hardtack I (1958). Sebelum program uji coba nuklir di terumbu ini dimulai, pemerintah

High-altitude Nuclear Explosion

Senjata anti Satelit menjadi jelas pada bulan agustus 1958 selama tes Hardtack Teak . GET diamati di Observatorium Apia di Samoa adalah empat kali lebih

XW-35 (hulu ledak nuklir)

mungkin adalah perangkat yang diuji dalam tembakan Koa dari seri Operasi Hardtack I (Mei 1958). Hasil yang diprediksi adalah 1,75 megaton ; daya yield aktualnya

USS Lawrence County (LST-887)

Juni dia memberikan dukungan logistik selama 11 uji coba nuklir "Operasi Hardtack I". Dari sana, dia berangkat dari Eniwetok pada 22 Juni dan tiba San Diego

Pemberontakan Dartmoor

1815 ketika seorang pembawa makanan yang tidak jujur mencoba melepaskan hardtack seorang tahanan. Ketika mereka sedang memberontak, Thomas George Shortland

Makanan penjara

barli Eropa, kacang, sayur, dan babi yang sering disajikan di penjara Hardtack, ransum roti keras militer Makanan dalam Hinduisme Hukum makanan Islam

Kraker

Bent's Cookie Factory in Milton, MA, purveyors of "water crackers" and hardtack during the American Civil War Make your own cheddar crackers Make your