📑 Table of Contents

Hamba Allah (bahasa Latin: Servus Dei, bahasa Inggris: Servant of God; disebut juga Hamba Tuhan atau Pelayan Tuhan) adalah gelar yang diberikan kepada seorang individu dalam berbagai agama; dan secara umum adalah orang yang diyakini memiliki kesalehan dalam imannya. Pada Gereja Katolik, secara khusus, gelar tersebut menunjuk kepada seseorang yang memasuki tahap penyelidikan oleh Gereja untuk kemungkinan kesucian. Di gereja-gereja Ortodoks Timur, istilah ini mengacu pada setiap orang Kristen Orthodoks Timur.

Gereja Katolik

sunting

Proses kanonisasi dimulai di keuskupan setempat. Uskup (atau ordinaris) tidaklah menentukan, tetapi membuka kesempatan penyelidikan terhadap calon 'para kudus' (santo/santa) itu, yaitu dalam hal kebajikannya, sebagai tanggapan dari permohonan umat / kaum beriman. Penyelidikan umumnya dimulai setelah 5 tahun orang tersebut meninggal dunia; walau untuk kasus tertentu Paus dapat mempercepat proses ini, contohnya dalam kasus Bunda Teresa dan Paus Yohanes Paulus II. Saat Tribunal Keuskupan secara resmi membuka proses kanonisasi dan uskup menandatangani dekret untuk membuka penyelidikan, maka sejak saat itu sang calon dapat disebut Pelayan Tuhan (Latin: Servus Dei).

Untuk proses selanjutnya, uskup akan menunjuk seorang postulator (biasanya berasal dari tarekat yang sama dengan calon jikalau calon berasal dari kalangan biarawan atau biarawati). Postulator bertugas untuk mengumpulkan semua informasi yang dibutuhkan tentang kehidupan sang "Pelayan Tuhan", dan kemudian dibuat laporan (positio) untuk dipresentasikan kepada Kuria Roma (dalam hal ini yang berwenang adalah Kongregasi Penggelaran Kudus atau Congregation for the Causes of Saints—sebelum 8 Mei 1969 namanya adalah Sacred Congregation for Rites).

Sebelum dapat diajukan ke Paus dan memasuki tahap kedua (Venerabilis), positio tersebut harus mendapat persetujuan dari komite para sejarawan ahli dan juga komite para teolog ahli dari Kongregasi Penggelaran Kudus. Kemudian diadakan penggalian makam untuk pemeriksaan jenazah sang Pelayan Tuhan (seandainya makam atau jenazahnya masih ada).

Lihat pula

sunting

Pranala luar

sunting
  • (Indonesia) Tay, Stefanus dan Ingrid (2012). Kriteris seorang diberi gelar Santo/Santa. katolisitas.org.
  • (Inggris) IOANNES PAULUS PP II (1983). Apostolic Constitution Divinus Perfectionis Magister. Libreria Editrice Vaticana - Holy See.
  • (Inggris) Cardinal José Saraiva Martins, C.M.F. New Procedures in The Rite of Beatification. Congregation for the Causes of Saints - Holy See.
  • (Inggris) Knight, Kevin. Beatification and Canonization. New Advent.
Tahapan Kanonisasi dalam Gereja Katolik
  Hamba Allah   →   Venerabilis   →   Beatifikasi   →   Santo/Santa  

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Hamba-Hamba Allah

Hamba-Hamba Allah adalah serial televisi Indonesia produksi SinemArt yang ditayangkan perdana pada 9 Juni 2008 pukul 20.30 WIB di RCTI. Serial ini disutradarai

Allah

referensi kata-kata Allah. Beberapa kuburan berisi nama-nama seperti "Abd Allah" yang berarti "hamba/pelayan Allah". Nama Allah dapat ditemukan berkali-kali

Sepuluh Perintah Allah

TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan

Daftar acara RCTI

Gara-Gara Cinta George of The Jungle Go Spot Siang Sore Habibi & Habibah Hamba-Hamba Allah Hantu Cilik Hannah Montana Highlight La Liga Hikmah (2 musim, 2004—2005

Khidr

yang dijelaskan tetapi tidak disebutkan namanya dalam al-Qur'an sebagai hamba Allah yang saleh yang memiliki kebijaksanaan besar atau pengetahuan mistik

Assalamualaikum

alaikum wa 'ala 'ibadillahish-shalihin. (Semoga Allah Memberi keselamatan kepada kita dan hamba-hambaNya yang saleh) bila di dalam rumah tiada seorangpun

Surah Yasin

dari penafian mereka. Ayat 36:30: "Alangkah besar penyesalan terhadap hamba-hamba itu, setiap datang seorang rasul kepada mereka, mereka selalu memperolok-olokkannya

Surah Ar-Rahman

adalah salah satu dari nama-nama Allah. Sebagian besar dari surah ini menerangkan kepemurahan Allah swt. kepada hamba-hamba-Nya, yaitu dengan memberikan nikmat-nikmat