Chains of Olympus merupakan permainan video aksi-petualangan dan hack and slash untuk pemain tunggal. Permainan memiliki tingkatan kesulitan yang dapat dipilih. Pemain mengendalikan tokoh utama yaitu Kratos dalam permainan yang menggabungkan aksi melawan musuh dan teka-teki dalam latar mitologi Yunani Kuno. Kratos memiliki darah dan akan diserang oleh musuh. Ia dapat menggunakan senjata seperti Blades of Chaos ("Pedang Kekacauan") dan Gauntlet of Zeus ("Perisai Tangan Zeus") yang memiliki level. Level senjata dapat dinaikkan menggunakan bola-bola (orbs) merah yang dikumpulkan di permainan. Setiap senjata juga memiliki kombinasi gerakannya masing-masing yang juga diperoleh dengan menaikkan level senjata. Selain senjata, Kratos juga memiliki kemampuan sihir (magic) seperti The Efreet, Charon's Wrath, dan Light of Dawn yang dapat ia gunakan untuk menyerang musuh. Terdapat peti-peti (chest) yang memberikan bonus bagi pemain berupa orbs, mana, atau benda seperti Phoenix Feather yang dapat meningkatkan level sihir. Petualangan Kratos dibagi menjadi beberapa level yang berupa tempat yang berbeda-beda.[5] Menamatkan permainan dapat membuka akses ke beberapa extras seperti gambar konsep, video, dan kostum untuk Kratos.[1] Terdapat pula mode Challenges of Hades (Tantangan Hades) berupa tantangan untuk melakukan beberapa tugas berkali-kali hingga jumlah yang ditentukan.[6]
Cerita
sunting
Chains of Olympus mengikuti kisah Kratos sepuluh tahun sebelum kejadian cerita pada God of War pertama ketika ia masih menjadi pesuruh bagi para Dewa Olympus.[7] Ares memanfaatkan kepedulian Kratos terhadap keluarganya. Kratos, yang saat itu tengah menyerbu sebuah desa, tidak sengaja membunuh istri dan anaknya yang dipindahkan oleh Ares ke desa tersebut.[8] Kratos berusaha menebus dosanya itu dengan menuruti perintah-perintah para Dewa Olympus.[9] Permainan bermula dengan Kratos yang sedang mempertahankan sebuah kota dari serangan pasukan Persia.[4] Di sana, ia melawan Raja Persia dan seekor basilisk.[5] Kratos kemudian mendapatkan tugas-tugas lainnya. Ia harus menolong Helios berdasarkan permintaan Eos, menangkap Atlas, dan membunuh Persefone.[9] Kratos menjadi semakin benci terhadap para dewa yang memanfaatkan dirinya. Athena, pada awal permainan God of War yang pertama, kemudian mengizinkan Kratos untuk melakukan pembalasan dendamnya terhadap Ares yang sudah membuatnya membunuh keluarganya.[8]
Chains of Olympus menerima tanggapan yang umumnya positif dari beberapa kritikus namun ada pula yang menyayangkan durasi dan level yang tersedia di dalam permainan. Chris Roper dari IGN menyebutkan bahwa Chains of Olympus memiliki sisi visual, audio, dan cerita yang bernilai tinggi untuk permainan PSP. Ia secara spesifik menyukai layar pemuatan (loading screen) dalam permainan yang cenderung minimal.[4] Aaron Thomas dari GameSpot menilai bahwa Chains of Olympus memiliki visual yang unggul dan audio yang memukau. Ia menyebutkan bahwa Chains of Olympus tetap muncul sebagai permainan God of War untuk konsol PSP yang baik tetapi beberapa hal cenderung terasa kurang seperti durasinya yang relatif singkat serta konten seperti level dan jenis senjata yang lebih sedikit.[1] Kristan Reed dari Eurogamer menilai bahwa Chains of Olympus memiliki kualitas visual dan alur permainan yang mendekati permainan God of War sebelumnya. Ia juga memberikan tanggapan positif terhadap pemetaan tombol kontrol serta fitur pengendali kamera dalam permainan ini.[7] Hal tersebut juga serupa dengan penilaian Nick Chester dari Destructoid, yang menyebutkan bahwa tombol kontrol pada Chains of Olympus terasa, "... benar dan menyenangkan".[12] Mikael Reparaz dari GamesRadar+ menyebutkan bahwa Chains of Olympus merupakan hasil kerja baik dari Ready at Dawn dalam membuat sebuah permainan untuk PSP dari sebuah seri PlayStation 2. Reparaz menilai positif visual dan alur permainan tetapi ia tidak menyukai beberapa adegan cutscene yang tidak dapat dilangkah.[11]
Chains of Olympus menjadi "Permainan PSP Terbaik" untuk tahun 2008 menurut Metacritic.[10] Permainan ini juga menjadi salah satu nominasi dalam kategori "Best Handheld Game" (Permainan Konsol Genggam Terbaik) pada Spike TV Video Game Award 2008.[13] Pada tahun 2012, Sony Computer Entertainment mengklaim bahwa Chains of Olympus telah terjual sebanyak lebih dari 3,2 juta salinan, menjadi judul God of War terlaris yang keempat dan yang terlaris untuk PSP saat itu.[14]
God of War: Ghost of Sparta adalah sebuah permainan video aksi-petualangan dan hack and slash yang dikembangkan oleh Ready at Dawn dan diterbitkan oleh
Game Jolt adalah platform komunitas sosial untuk permainan video, pemain permainan video, dan content creator. Didirikan oleh Yaprak dan David DeCarmine
God of War II adalah sebuah permainan video aksi-petualangan dan hack and slash yang dikembangkan oleh Santa Monica Studio dan diterbitkan oleh Sony Computer
deprecated , Sengoku Musō, di Jepang) adalah seri pertama dalam permainan video hack and slash yang dibuat oleh tim Koei, Sinemart dan Omega Force yang berbasis
yang bersatu. Namun, game ini bukanlah game pertarungan satu lawan satu seperti Dynasty Warriors asli, melainkan game pertarungan hack and slash beat 'em
Permainan video hack-and-slash seri Dynasty Warriors yang dikembangkan oleh Omega Force dan yang dipublikasikan oleh Koei Tecmo dan Sinemart. Game ini dirilis
Entertainment. Permainan video ini dirilis pada 9 November 2022 secara global, untuk konsol PlayStation 4 dan PlayStation 5. Permainan video ini dirilis untuk
adalah permainan video hack and slash yang berlatarkan Tiongkok Kuno, selama periode yang disebut Tiga Kerajaan (sekitar 200 SM). Game ini merupakan seri