Sistem manajemen transportasi (bahasa Inggris: transportation management system) adalah rangkaian sistem yang dipasang pada kendaraan agar dapat dilacak oleh pemilik kendaraan atau pihak ketiga lainnya. Sistem pelacakan kendaraan modern umumnya menggunakan sistem pemosisi global (GPS) untuk menentukan lokasi kendaraan. Selain GPS, sistem ini juga dapat menggunakan frekuensi radio untuk menentukan posisi, seperti yang digunakan pada sistem LORAN dan LoJack. Sistem ini juga biasanya memiliki komponen komunikasi, seperti seluler atau satelit, untuk mengirimkan posisi kendaraan kepada pengguna di tempat lain.

Kegunaan

sunting
FC 1212, AHRS and GPS Modules
Chip GNSS BCM4750, 90nm. Chip GPS pertama yang terjual sebanyak 1 miliar unit. Ditemukan di sebagian besar model telepon pintar kelas atas pada awal tahun 2010-an.
Modul GPS dengan antena untuk pencatat data seluler

Dalam manajemen armada, pelacak posisi kendaraan ini membantu para manajer armada menjadi lebih mudah dalam mengambil keputusan yang berhubungan dengan armada mereka, selain itu bisa pula diketahui hal-hal yang behubungan dengan prestasi seorang pengemudi, biaya perawatan setiap kendaraan setiap kilometer, ataupun konsumsi bahan bakar setiap kendaraan.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah menghindari curi pakai kendaraan, ataupun penggunaan jalur/trayek yang tidak seharusnya, yaitu jalur yang dilarang oleh manajer armada karena berbagai alasan.

Di beberapa negara, keberadaan alat pemantau kendaraan ini berguna untuk mengurangi biaya premi asuransi, hal ini disebabkan dengan alat ini bisa mengurangi risiko kehilangan kendaraan karena pencurian, sehingga risiko perusahaan asuransi juga berkurang, dikembalikan ke pelanggan dalam bentuk pengurangan premi.

Aplikasi pada perusahaan taksi digunakan untuk mempercepat layanan penjemputan oleh armada taksi, yaitu dengan mengetahui alamat pelanggan, dan posisi taksi yang kosong, maka pusat layanan armada taksi tersebut bisa langsung menentukan taksi terdekat untuk menjemput pelanggan mereka.

Aplikasi di logistik digunakan untuk melakukan efisiensi dalam rute ataupun percepatan penurunan/pengangkutan muatan dengan adanya fasilitas geofencing. Dengan fasilitas ini maka pengawas bisa mengetahui lebih awal adanya armada yang akan masuk gudang, sehingga bisa mempersiapkan pelaksanaan bongkar muat lebih dini.

Bahkan di Indonesia, aplikasi ini telah dapat di manfaatkan sebagai pengawasan pembuangan limbah B3. Peraturan tersebut telah tertuang dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan[1]Tentang Pengangkutan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun, pada Bab II, Alat Angkut Limbah B3, Pasal 5 ayat 2 disebutkan alat angkut wajib dilengkapi GPS Tracking dan terintegrasi dengan SILACAK, maka sekarang ini perkembangan teknologi menjadi jauh lebih penting di segala lini kehidupan.

Konfigurasi sistem Pelacak berbasis GPS dapat dilihat dalam berikut

sunting
Arsitektur GPS Tracking System

Cara kerja sistem ini adalah sebagai berikut:

  1. GPS Tracking Device menerima sinyal GPS dari beberapa satelit GPS.
  2. Berdasarkan sinyal-sinyal tersebut, GPS Tracking menghitung posisinya.
  3. GPS Tracking mengirim data posisinya tersebut serta secara online ke Tracking Server Tracking System melalui jaringan GSM.
  4. Pemakai dapat menggunakan web browser untuk melakukan pelacakan dan pemantauan kendaraan yg akan ditampilkan pada peta digital melalui jaringan internet.
  5. Web Browser dibuatkan aplikasi Tracking untuk pelacakan secara Real Time (nyata) dengan mengkonfigurasikan waktu data upload dari satelit, dan memungkingkan diperlukan adanya paket data (di indonesia disebut paket internet) terhadap provider GSM dengan kartu SIM yang dimasukkan di dalam perangkat GPS Trackernya.
  6. Pembacaan data online dari satelit ke jaringan GSM berbentuk angka-angka koordinat yang bisa dibaca posisi / peta lokasinya melalui aplikasi mapping (umumnya Google Maps, atau yang lebih baru Here Drive dari Nokia)

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Diarsipkan 2020-09-18 di Wayback Machine., Nomor P.4/MENLHK/SETJEN/KUM.1/1/2020.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Sistem Pemosisi Global

serta riset dan pengembangan. GPtracker atau sering disebut dengan GPS Tracking adalah teknologi AVL (Manual Vehicle Locater) yang memungkinkan pengguna

Alutsista Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

baja dan AV-FCU (Armoured Vehicle- Fire Control Unit), yakni kendaraan taktis untuk mengontrol dan tracking roket. AV-RMD dan AV-FCU dipesan dari Avibras

Yessoe Travel

(emergency exit) Palu pemecah kaca P3K Alat Pemadam Api Ringan (APAR) CCTV GPS Tracking Pembatas kecepatan (speed limiter). Kelas Eksekutif terdiri dari 2 tipe

Sistem navigasi satelit

penggantian satelit lama, serta riset dan pengembangan. GPS Tracker atau sering disebut dengan GPS Tracking adalah teknologi AVL (Automated Vehicle Locater)

BisKita Trans Pakuan

pintu darurat. Unit bus BisKita Trans Pakuan juga dilengkapi dengan peralatan Internet of Things (IoT) seperti passanger counting, GPS tracking, dan camera

Sistem pengawasan tergantung otomatis–siaran

berbasis GPS yang secara konseptual serupa dalam layanan radio amatir Flight tracking Free flight (air traffic control) GPS aircraft tracking Portable

Starlink

berkas mengontrol 16 modul front-end. Selain itu, terminal memiliki penerima GPS, pengendali motor, pembangkitan jam sinkron, dan sirkuit Power over Ethernet

Pedometer

lunak. Jarak tempuh (berjalan kaki misalnya), dapat diukur dengan penerima GPS. Berawal dari penggunaan oleh para penggemar olahraga dan kebugaran fisik