Genotipe adalah istilah yang dipakai untuk menyatakan keadaan genetik dari suatu individu atau sekumpulan individu populasi. Genotipe dapat merujuk pada keadaan genetik suatu lokus maupun keseluruhan bahan genetik yang dibawa oleh kromosom (genom). Genotipe dapat berupa homozigot atau heterozigot. Setelah orang dapat melakukan transfer gen, muncul pula penggunaan istilah hemizigot.

Dalam genetika Mendel (genetika klasik), genotipe sering dilambangkan dengan huruf yang berpasangan; misalnya AA, Aa, atau B1B1. Pasangan huruf yang sama menunjukkan bahwa individu yang dilambangkan adalah homozigot (AA dan B1B1), sedangkan pasangan huruf yang berbeda melambangkan individu heterozigot. Sepasang huruf menunjukkan bahwa individu yang dilambangkan ini adalah diploid (2n). Sebagai konsekuensi, individu tetraploid (4n) homozigot dilambangkan dengan AAAA.

Lihat pula

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Virus hanta

Dobrava-Belgrade dapat bervariasi dari ringan hingga berat tergantung genotipenya. Bentuk ringan HFRS yang disebabkan oleh virus Puumala dan virus Dobrava-Belgrade

Gen

urutan DNA yang beragam, disebut genotipe, yang bersifat khas pada setiap individu dalam suatu populasi spesies. Genotipe, bersama dengan faktor lingkungan

Prinsip Hardy–Weinberg

teorema, atau hukum, Hardy–Weinberg, menyatakan bahwa alel dan frekuensi genotipe dalam suatu populasi akan tetap sama/konstan dari generasi ke generasi

Virus hepatitis B

dibagi ke dalam sepuluh genotipe (A–J) dan empat puluh subgenotipe menurut variasi sekuens nukleotida keseluruhan dari genom. Genotipe ini memiliki perbedaan

Virus campak

demikian antibodi terhadap satu genotipe (seperti galur vaksin) melindungi terhadap semua genotipe lainnya. Genotipe utama berbeda antarnegara dan status

Ekspresi gen

Dalam genetika, ekspresi gen merupakan tingkat paling mendasar yang mana genotipe memunculkan fenotipe, yaitu sifat yang dapat diamati. Kode genetik yang

Biji chia

menandakan bahwa jumlah produksi berkaitan dengan lingkungan dan kultivar. Genotipe tanaman lebih menentukan jumlah produksi daripada kandungan protein, minyak

Babi

Variasi laju ovulasi dapat disebabkan oleh faktor intrinsik seperti usia dan genotipe, serta faktor ekstrinsik seperti nutrisi, lingkungan, dan suplementasi