Partisi selang digunakan dalam jumlah Riemann. Partisinya sendiri ditampilkan dalam warna abu-abu di bagian bawah, dengan norma partisinya ditandai dengan warna merah

Dalam matematika, partisi dari selang pada garis bilangan adalah himpunan berhingga bilangan riil terurut sedemikian sehingga

  • dan

Dengan menggunakan istilah lain, partisi dari selang kompak adalah barisan bilangan yang naik sejati (yang berada pada selang itu sendiri) dimulai dari titik awal dari dan berakhir di titik akhir dari .

Setiap selang dalam bentuk disebut sebagai selang bagian[butuh rujukan] atau subinterval dari partisi .

Partisi Penghalus

sunting

Misalkan adalah partisi dari selang . Partisi dari interval disebut sebagai penghalus dari partisi jika .[1]

Diberikan dua partisi dan dari selang . Maka, dapat dikonstruksikan partisi sekutu (dinotasikan dengan ) yang diperoleh dari .[2]

Norma Partisi

sunting

Norma (atau mesh) dari partisi

didefinisikan sebagai panjang subinterval terpanjang.[3][4] Secara matematis,

Partisi Bertanda

sunting

Jika dipilih suatu titik (yang disebut tag) dimana , maka himpunan disebut Partisi bertanda (atau partisi tag) dari .[5] Dengan kata lain, partisi bertanda adalah partisi suatu interval terbatas , beserta suatu elemen dari setiap subintervalnya.

Penerapan

sunting

Konsep partisi merupakan bagian penting dari definisi konsep integral, seperti integral Riemann, integral Darboux, integral Riemann–Stieltjes, dan regulated integral. Saat partisi intervalnya terus diperhalus, maka norma partisi nya mendekati nol dan nilai dari jumlahan Riemann nya pada selang yang diberikan akan mendekati integral Riemann.[6]

Lihat juga

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Bartle, Robert G.; Sherbert, Donald R. (2010). Introduction to Real Analysis [Pengantar Analisis Riil] (PDF) (dalam bahasa Inggris) (Edisi 4). Wiley. hlm. 226. ISBN 9780471433316.
  2. ^ Brannan, D. A. (2006). A First Course in Mathematical Analysis [Kursus Pertama dalam Analisis Matematika] (dalam bahasa Inggris). Cambridge University Press. hlm. 262. ISBN 9781139458955.
  3. ^ Hijab, Omar (2011). Introduction to Calculus and Classical Analysis [Pengantar Kalkulus dan Analisis Klasik] (dalam bahasa Inggris). Springer. hlm. 60. ISBN 9781441994882.
  4. ^ Zorich, Vladimir A. (2004). Mathematical Analysis II [Analisis Matematika II] (dalam bahasa Inggris). Springer. hlm. 108. ISBN 9783540406334.
  5. ^ Dudley, Richard M.; Norvaiša, Rimas (2010). Concrete Functional Calculus [Kalkulus Fungsional Konkret] (dalam bahasa Inggris). Springer. hlm. 2. ISBN 9781441969507.
  6. ^ Ghorpade, Sudhir; Limaye, Balmohan (2006). A Course in Calculus and Real Analysis [Sebuah kursus dalam Kalkulus dan Analisis Riil] (dalam bahasa Inggris). Springer. hlm. 213. ISBN 9780387364254.

Bacaan Lanjutan

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Kurt Gödel

Harvard Univ. Press. 1930. "The completeness of the axioms of the functional calculus of logic," 582–91. 1930. "Some metamathematical results on completeness

Ruang vektor

Advanced Books & Software, ISBN 978-0-534-10050-6 Dunham, William (2005), The Calculus Gallery, Princeton University Press, ISBN 978-0-691-09565-3 Evans, Lawrence

Rumus integral lintasan

Lapidus, Michel L. (2002). The Feynman Integral and Feynman's Operational Calculus. Oxford Mathematical Monographs. Oxford University Press. ISBN 0-19-851572-3

Masturbasi

AC; Senaratne, AM; De Silva, SM; Rodrigo, VS (September 2006). "Bladder calculus presenting as excessive masturbation". Ceylon Med. J. 51 (3): 121–2. doi:10

Darab

illinoisstate.edu. Diakses tanggal 2020-08-16. Clarke, Francis (2013). Functional analysis, calculus of variations and optimal control. Dordrecht: Springer. hlm

Himpunan terhitung

(Inggris)Apostol, Tom M. (June 1969), Multi-Variable Calculus and Linear Algebra with Applications, Calculus, vol. 2 (Edisi 2nd), New York: John Wiley + Sons

Diferensial fungsi

history of the calculus and its conceptual development, New York: Dover Publications, MR 0124178 Boyer, Carl B. (1959), The history of the calculus and its conceptual

Teori bahasa pemrograman

menerbitkan makalahnya tentang semantik natural. Muncul kalkulus proses, seperti Calculus of Communicating Systems dari Robin Milner, dan model Communicating sequential