Grafik logaritmik yang menunjukkan rentang pendengaran berbagai hewan.[1][2]

Rentang pendengaran lebih sering merujuk pada rentang frekuensi gelombang yang dapat didengar oleh manusia atau hewan lain, meskipun dapat juga merujuk pada rentang tingkatan tekanan bunyi. Rentang pendengaran manusia biasanya antara 20 hingga 20.000 Hz, meskipun rentang tersebut sebenarnya relatif karena cukup banyak variasi rentang pada tiap individunya, khususnya dalam kasus frekuensi tinggi, yaitu ketika manusia secara bertahap kehilangan kepekaan terhadap gelombang bunyi berfrekuensi lebih tinggi seiring bertambahnya usia. Tiap individu juga memiliki kepekaan yang bervariasi terhadap frekuensi-frekuensi tertentu. Tes rutin untuk mengetahui adanya gangguan pendengaran biasanya menggunakan audiogram, yaitu alat yang menampilkan perbedaan relatif antara ambang batas pendengaran individu dengan rentang pendengaran normal.

Beberapa spesies hewan mampu mendengar gelombang akustik yang frekuensinya jauh melampaui rentang pendengaran manusia. Beberapa lumba-lumba dan kelelawar, misalnya, dapat mendengar gelombang berfrekuensi lebih dari 100 kHz. Gajah dapat mendengar bunyi pada rentang 14–16 Hz, sementara beberapa paus dapat mendengar bunyi infrasonik serendah 7 Hz.

Lihat juga

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Multiple sources:
  2. ^ Multiple sources:

Bacaan lebih lanjut

sunting
  • D'Ambrose, Christoper; Choudhary, Rizwan (2003). Elert, Glenn (ed.). "Frequency range of human hearing". The Physics Factbook. Diakses tanggal 2022-01-22.
  • Hoelzel, A. Rus, ed. (2002). Marine Mammal Biology: An Evolutionary Approach. Oxford: Blackwell Science. ISBN 9780632052325.
  • Ketten, D. R. (2000). "Cetacean Ears". Dalam Au, W. L.; Popper, Arthur N.; Fay, Richard R. (ed.). Hearing by Whales and Dolphins. New York: Springer. hlm. 43–108. ISBN 9780387949062.
  • Richardson, W. John (1998). Marine mammals and noise. London: Academic Press.
  • Rubel, Edwin W.; Popper, Arthur N.; Fay, Richard R. (1998). Development of the auditory system. New York: Springer. ISBN 9780387949840.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Jindalee Operational Radar Network

Aerospace website. KEL Aerospace. Diakses tanggal 2006-11-29. RF Input Frequency Range: 5 to 30 MHz "Specification: KPR35C2 HF Radar Receiver". KEL Aerospace

Unit pemroses pusat

John Wiley & Sons, Inc. p. 12". Wikipedia (dalam bahasa Inggris). "CPU Frequency". www.cpu-world.com. Diakses tanggal 2020-08-08. Wikimedia Commons memiliki

Program Penelitian Aurora Aktif Frekuensi Tinggi

Program Penelitian Aurora Aktif Frekuensi Tinggi (bahasa Inggris: High Frequency Active Auroral Research Program,code: en is deprecated disingkat HAARP)

Satelit

adalah gelombang elektromagnetik dengan frekuensi super tinggi (Super High Frequency, SHF), yaitu di atas 3 GHz (3x109 Hz). Jika gelombang mikro diserap oleh

Poroelastisitas

Propagation of Elastic Waves in a Fluid-Saturated Porous Solid. II. Higher Frequency Range". The Journal of the Acoustical Society of America (dalam bahasa Inggris)

Bluetooth

gelombang radio UHF dalam band ISM, dari 2,402 GHz–2,48 GHz dan sebuah frequency hopping transceiver yang mampu menyediakan layanan komunikasi data dan

Bayan (burung)

C; Quillfeldt, P (2006). "Population size, provisioning frequency, flock size and foraging range at the largest known colony of Psittaciformes: the Burrowing

Angkatan Antariksa Amerika Serikat

Satelit-satelit tersebut yakni empat satelit komunikasi Advanced Extremely High Frequency (AEHF); satu ATRR; lima satelit untuk Program Satelit Meteorologi Pertahanan;