Jan Darmadi
B.B.A., M.Sc.
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden
Masa jabatan
19 Januari 2015 – 20 Oktober 2019
Menjabat bersama Sidarto Danusubroto
Muhammad Yusuf Kartanegara
Ahmad Hasyim Muzadi
Agum Gumelar
Suharso Monoarfa
Rusdi Kirana
Abdul Malik Fadjar
Subagyo Hadi Siswoyo
Yahya Cholil Staquf
PresidenJoko Widodo
Wakil PresidenMuhammad Jusuf Kalla
Ketua DewanSri Adiningsih
Informasi pribadi
Lahir
Jauw Fok Joe

14 Juni 1939 (umur 87)
Batavia, Hindia Belanda
KebangsaanIndonesia
Partai politik  NasDem
Tempat tinggalJakarta, Indonesia
AlmamaterUniversity of Golden Gate
New York University
PekerjaanPengusaha
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Jan Darmadi (lahir 14 Juni 1939 dengan nama Jauw Fok Joe) adalah seorang pengusaha properti asal Indonesia. Ia merupakan pendiri dari Jakarta Setiabudi Internasional pada tahun 1975. Ia adalah pemilik Hotel Mandarin Jakarta, Mercure Ancol, Jakarta Theater dan Setiabudi Building. Ia sebelumnya juga pernah menjadi bos SDSB (sumbangan dermawan sosial berhadiah), program pemerintah, di bawah Kemensos untuk membiayai kegiatan olahraga nasional.[1]

Pekerjaan

sunting

Jan Darmadi, mempunyai bisnis judi petax 9, Copacabana Jakarta Theater, Lofte Fair Hailai di Jakarta Utara pada era 1970-an ketika judi dihalalkan Apiang berkarib dengan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin.

Ketika tahun 1978 judi resmi diharamkan, Jan menyelenggarakan Porkas, SDSB, bersama Laksamana Purn. Sudomo sebelum akhirnya resmi ditutup tahun 1993.[2]

Riwayat

sunting
  • Presiden Komisaris PT. Wynncor Bali
  • Presiden Komisaris PT. Skyline Building
  • Presiden Komisaris PT. Jan Darmadi Investindo
  • Presiden Komisaris PT. Rasuna Setiabudi Raya
  • Komisaris PT. Property Java
  • Presiden Komisaris PT. Puri Setiabudi Real Estate
  • Presiden Komisaris PT. Salira Indah
  • Presiden Komisaris PT. Colorama Jaya Trading
  • Presiden Komisaris PT. Tjimangkok Indah
  • Presiden Komisaris PT. Raf Rad Corporindo
  • Presiden Komisaris PT. Djagad Kilat
  • Komisaris PT. PP Bajabang Indonesia
  • Komisaris PT. Lubuk Lancang Kuning
  • Presiden Komisaris PT. Jantan Celebes Indah

Politik

sunting

Pada 19 Januari 2015, ia dipilih Presiden Joko Widodo menjadi salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres)[3]

Referensi

sunting
  1. ^ NDR; MAD (20 Januari 2015). "Anggota Wantimpres Jan Darmadi, Eks Bos SDSB yang Jadi Mualaf dan Mendekat ke Tuhan". detikcom. Diakses tanggal 20 Januari 2015.
  2. ^ Firdaus, Randy Ferdi (20 Januari 2015). "Mengenal sosok Jan Darmadi, Wantimpres yang disebut bos judi". Merdeka.com. Diakses tanggal 20 Januari 2015.
  3. ^ Asril, Sabrina (19 Januari 2015). Gatra, Sandro (ed.). "Ini Profil Singkat Jan Darmadi, Anggota Wantimpres dari Nasdem". Kompas.com. Diakses tanggal 19 Januari 2015.


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Timothy Fok

Timothy Fok Tsun-ting (lahir 14 Februari 1946), GBS, JP, putra sulung dari Henry Fok, adalah Presiden Perhimpunan Sepak Bola Hong Kong. Ia dulunya mewakili

Henry Fok

Henry Fok Ying Tung GBM (10 Mei 1923 – 28 Oktober 2006) adalah seorang pengusaha asal Hong Kong. Leluhurnya berasal dari Desa Lianxi, Panyu, kini bagian

Stadion Henry Fok

Stadion Henry Fok (bahasa Mandarin: 英东体育场) adalah stadion serbaguna di Panyu, Cina. Stadion ini sebagian besar digunakan untuk pertandingan sepak bola

Dirk Fok van Slooten

Dirk Fok van Slooten (Amersfoort, 1891 - Amsterdam, 1953) ialah seorang ahli botani berkebangsaan Belanda. Van Slooten mendapatkan gelar doktor dari Universiteit

Huo Yuanjia

Huo Yuanjia (Mandarin: 霍元甲; pinyin: Huò Yuánjiǎ; Cantonese: Fok Yuen-gap; 18 Januari 1868 – 9 Agustus 1910) adalah seorang praktisi ilmu bela diri Mizongyi

Universitas Negeri Gorontalo

Peternakan; S1 Ilmu dan Teknologi Pangan; Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) S1 Kesehatan Masyarakat; S1 Farmasi; D3 Farmasi; S1 Keperawatan; Profesi

Naked Killer

yang ditulis dan diproduksi oleh Wong Jing, dan disutradarai oleh Clarence Fok Yiu-leung. Film tersebut dibintangi oleh Chingmy Yau, Simon Yam dan Carrie

Kebun Raya Bogor

Wülfing (1891-1945). 1943-1945: Nakai Takenoshin (1882-1952). 1948-1951: Dirk Fok van Slooten (1891-1953). 1951-1959: Kusnoto Setyodiwirjo 1959-1969: Soedjana