📑 Table of Contents
Asia Stem Cell Center
Didirikan Februari 28, 2018; 8 tahun lalu (2018-02-28)
Bidang penelitian dan pelayanan Pengolahan sel punca dan bioteknologi
Pendiri Dr. Purwati, dr., Sp.PD, K-PTI, FINASIM[1]
Alamat Jl. Cipaku II No.8, RT.11/RW.4 Petogogan, Kebayoran Baru (Jakarta)
Jl. Raya Jemursari No. 25 (Surabaya)
Situs web www.asiastemcellcenter.com

Asia Stem Cell Center (ASC) adalah laboratorium pengolahan sel punca (stem cell) dan bioteknologi yang berbasis di Jakarta dan Surabaya, Indonesia. ASC beroperasi sebagai pusat penelitian dan layanan terapi sel punca yang telah memperoleh izin resmi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Laboratorium ini menerapkan standar internasional Good Manufacturing Practice (GMP) dalam seluruh kegiatan laboratorium dan proses produksinya.[1]

Sejarah

sunting

Asia Stem Cell Center mulai beroperasi pada tanggal 28 Februari 2018 di Jalan Cipaku II No. 8 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pendirianya dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan akan terapi regeneratif dan pendekatan medis berbasis bioteknologi modern, khususnya untuk menangani penyakit-penyakit degeneratif, autoimun, dan kronis.[2][3]

Pada awal tahun 2025, Asia Stem Cell Center mendirikan laboratorium kedua di Surabaya, tepatnya berlokasi di Jalan Raya Jemursari No. 25.[4][5]

Fasilitas

sunting

ASC mengoperasikan laboratorium bersertifikat GMP yang dirancang khusus untuk pemrosesan sel hidup. Prosedur pemrosesan dilakukan dalam ruang cleanroom dengan kontrol kualitas yang ketat, guna menjamin bahwa produk akhir aman digunakan untuk terapi manusia. Laboratorium ASC juga dilengkapi dengan alat flow cytometry, inkubator CO₂, mikroskop beresolusi tinggi, serta fasilitas penyimpanan kriogenik.[6]

Bebeberapa layanan Asia Stem Cell Center berfokus pada isolasi, pemrosesan, dan penyimpanan sel punca untuk berbagai keperluan medis maupun penelitian di antaranya:[7][8]

  • Isolasi Sel Punca: Proses pengambilan dan pemurnian sel punca dari jaringan tubuh, seperti lemak (adiposa), sumsum tulang, atau darah.
  • Kultur Sel Punca: Pembiakan sel punca dalam lingkungan laboratorium untuk menghasilkan jumlah sel yang cukup bagi keperluan terapi.
  • Validasi Flow Cytometry: Analisis karakteristik sel menggunakan teknologi sitometri alir untuk memastikan kualitas dan identitas sel.
  • Pembekuan dan Penyimpanan Sel (Cryopreservation): Penyimpanan jangka panjang sel punca dengan metode pembekuan suhu ultra rendah.
  • Pencairan dan Reaktivasi Sel: Proses mengembalikan sel ke kondisi aktif setelah disimpan dalam suhu beku.
  • Eksplorasi dan Penelitian Sel Punca: Layanan khusus untuk proyek-proyek penelitian yang memerlukan uji karakterisasi dan manipulasi sel secara ilmiah.
  • Secretom dan Exosom: Senyawa bioaktif dari sel punca yang berisi growth factors, protein, dan messenger molekul.

Rujukan

sunting
  1. ^ a b Basyari, Iqbal (2018-07-11). "Sel Punca Hambat Proses Penuaan". kompas.id. Diakses tanggal 2025-05-25.
  2. ^ "Perjalanan Dr. Purwati Raih Rekor Muri usai Ciptakan HKI Terbanyak terkait Stem Cell". medcom.id. 2022-07-07. Diakses tanggal 2025-05-25.
  3. ^ "Asia Stem Cell Center" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-05-25.
  4. ^ "Terapi Sel Punca Kini Diyakini Bisa Bantu Meringankan Penyakit Autis Pada Penderitanya". Wartakotalive.com. Diakses tanggal 2025-05-25.
  5. ^ "Perhimpunan RS Jawa Timur Selenggarakan Seminar Strategi Bertahan di Era Turbulensi JKN, Dilengkapi Pameran". mediaindonesia.com. Diakses tanggal 2025-05-25.
  6. ^ https://wartaekonomi.co.id/read568138/bermanfaat-untuk-kecantikan-sel-punca-bisa-meremajakan-kulit-hingga-mengatasi-kebotakan
  7. ^ "Mengenal Secretome & Exosom, 2 Molekul untuk Penyembuhan Autoimun hingga Luka Diabetes". JPNN. Diakses tanggal 2025-05-25.
  8. ^ https://www.metrotvnews.com/read/kqYCY0dw-terapi-sel-punca-dikembangkan-untuk-pengobatan-kanker-paru-hingga-serviks

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Zaitun

(2007). "Polyploidy in the Olive Complex (Olea europaea): Evidence from Flow Cytometry and Nuclear Microsatellite Analyses". Annals of Botany. 101 (1): 25–30

Sitometri

1017/s0025727300016124. PMC 1034115. PMID 4929622. "The History of Flow Cytometry". Beckman-Coulter Inc. Diakses tanggal 2013-03-31. Rusk, N. (2009).

Melon madu

(CUCUMIS MELO INODORUS) AND ROCK MELON (CUCUMIS MELO CANTALUPENSIS) VIA FLOW CYTOMETRY". Science Heritage Journal. 5 (1): 14–16. doi:10.26480/gws.01.2021.14

Hitung darah lengkap

Arneth, BM; Menschikowki, M (2015). "Technology and new fluorescence flow cytometry parameters in hematological analyzers". Journal of Clinical Laboratory

Sitotoksisitas yang bergantung pada komplemen

berikatan dengan DNA sel mati dan sinyal fluoresensi diukur dengan flow cytometry. Uji CDC digunakan untuk menemukan donor yang cocok untuk transplantasi

Garam

engineering method using fluorogenic oligonucleotide signaling probes and flow cytometry". Biotechnology Letters. 43 (5): 949–958. doi:10.1007/s10529-021-03101-5

Kromosom

(May 2002). "Flow cytometry measurement of the DNA contents of G0/G1 diploid cells from three different teleost fish species". Cytometry. 48 (1): 20–5

Statin

Fattorossi A (Februari 2005). "Influence of ST 789 on murine thymocytes: a flow cytometry study of thymocyte subset distribution and of intracellular free Ca++