Fibrin (warna merah muda gelap) dikelilingi oleh sel darah merah dalam pembuluh Vena

Fibrin adalah protein berupa serat-serat benang yang tidak larut dalam plasma pada proses penggumpalan darah atau pembekuan darah.[1][2] Fibrin berasal dari fibrinogen yang berubah karena aktivitas enzim trombin.[2][3] Fibrin tidak larut dalam pelarut protein umumnya, tetapi dapat dilarutkan dengan enzim tertentu seperti plasmin dan pepsin.[2] Bila ada luka atau kerusakan jaringan, zat pembeku darah bekerja sama untuk menghentikan perdarahan tersebut dengan membentuk bekuan darah.[3] Benang-benang fibrin yang terbentuk akan saling bertautan sehingga sel-sel darah merah beserta plasma akan terjaring dan membentuk gumpalan.[1] Jaringan baru akan terbentuk menggantikan gumpalan tersebut dan luka akan menutup.[1]

Jenjang koagulasi

sunting

Fibrin adalah produk akhir koagulasi yang dapat dilihat dan merupakan suatu protein gelatinosa yang mudah dikenali dijaringan atau tabung reaksi. Dalam jenjang koagulasi, perubahan fibrinogen menjadi fibrin adalah tahap akhir dari suatu rangkaian reaksi protein yang sangat kompleks. Fibrin pada dasarnya bekerja sebagai bahan semen untuk menstabilkan sumbat trombosit primer.[4]

Referensi

sunting
  1. ^ a b c (Indonesia) Materi SMA. "Proses Mekanisme Pembekuan Darah (trombosit)". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-25. Diakses tanggal 24 Mei 2014. ; ;
  2. ^ a b c (Indonesia) Glosarium. "Fibrin". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-06-22. Diakses tanggal 24 Mei 2014. ; ;
  3. ^ a b (Indonesia) Hassan Shadily. "Ensiklopedia Indonesia". Jakarta: Ichtiar Baru, Van Hoeve: 1001. ;
  4. ^ (Indonesia) Ronald A. Sacher & Richard A. McPherson. "Tinjauan Klinis Hasil Pemeriksaan Laboratorium": 163–164. ; ;

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Staphylococcus aureus

enzim yang menyebabkan fibrin berkoagulasi dan menggumpal. Koagulase diasosiasikan dengan patogenitas karena penggumpalan fibrin yang disebabkan oleh enzim

Asam traneksamat

plasminogen menjadi plasmin, mencegah degradasi fibrin dan menjaga kerangka struktur matriks fibrin. Asam traneksamat mempunyai aktivitas antifibrinolitik

D-dimer

D-dimer atau fragmen D-dimer (bahasa Inggris: fibrin degradation fragment) adalah jenis uji sampel darah di laboratorium dengan tujuan untuk membantu diagnosis

Alteplase

samping lainnya yang jarang terjadi adalah reaksi alergi. Alteplase mengikat fibrin dalam bekuan darah dan mengaktifkan plasminogen yang terikat bekuan. Alteplase

Fibrinopeptida

fibrin diubah menjadi polimer fibrin yang terikat silang oleh aksi faktor XIII yang diaktifkan trombin (faktor penstabil fibrin), dan polimer fibrin ini

Protein plasma

Fibrinogen terdiri dari 7% protein darah; konversi fibrinogen menjadi fibrin yang tidak larut sangat penting untuk penggumpalan darah. Sisa protein plasma

Protein serat

yang tergolong ke dalam jenis ini ialah keratin, kolagen, elastin, dan fibrin. Kolagen adalah protein serat yang paling melimpah di mana kolagen terdapat

Penyakit mulut dan kuku

merah pucat; deposisi fibrin mulai terjadi. Pada hari keempat, jaringan epitel mulai tumbuh kembali pada tepian lesi dan deposisi fibrin semakin meluas. Jaringan