Ferokrom adalah logam ferro yang memiliki kandungan kromium sebesar 60–70% dari keseluruhan bahan. Suhu peleburannya berada pada kisaran 1600–1650 oC. Pada ferokrom yang mengandung karbon maupun oksigen, akan membentuk beberapa jenis senyawa karbida atau kromat.[1] Ferokrom yang mengandung karbon dibuat dengan peleburan di dalam tanur busur listrik. Daya listrik yang digunakan berkisar antara 10–21 MegaVoltAmper (MVA) dengan tegangan listrik berkisar antara 140–190 Volt. Tanur yang digunakan terbuat dari bahan tahan api yaitu magnesit. Peleburan ferokrom memerlukan tambahan bahan berupa kokas dan kuarsit ketika cairan ferokrom menyusut.[2]

Referensi

sunting
  1. ^ Kerkhoven 2019, hlm. 475.
  2. ^ Kerkhoven 2019, hlm. 478.

Daftar pustaka

sunting
  • Kerkhoven, Sofyan Asmadiredja (2019). Elektro Metalurgi Besi-Baja dan Paduan Besi: Peleburan Besi, Baja dan Logam Non-Ferrous dalam Tanur-tanur Listrik/Elektro. Bandung: Alfabeta. ISBN 978-602-289-529-9. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Outokumpu

dan masih menambang bijih kromium di Keminmaa untuk digunakan sebagai ferokrom di baja nirkarat. Pemegang saham terbesar di perusahaan ini adalah pemerintah

Tanur

ferro-bor. Tanur ignisi juga dapat digunakan untuk membuat ferro-wolfram dan ferokrom, tetapi harus dalam keadaan murni. Metode hilang pijar memanfaatkan tanur

Kromit

Kromit sekarang dipakai untuk membuat baja tahan karat lewat produksi ferokrom (FeCr), yang merupakan logam paduan besi-kromium. Hudson Institute of Mineralogy

Tanur ignisi

ferro-bor. Tanur ignisi juga dapat digunakan untuk membuat ferowolfram dan ferokrom, tetapi harus dalam keadaan murni. Kerkhoven 2019, hlm. 148. Kerkhoven

Hubungan Albania dengan Peru

adalah produk medis hewan, dan impor utamanya adalah alat musik tiup dan ferokrom. Di sisi lain, ekspor Peru ke Albania pada tahun 2015 adalah benih (33%