Feri Amsari
Direktur Pusat Studi Konstitusi Fakultas Hukum Universitas Andalas
Masa jabatan
2017–2023
Sebelum
Pendahulu
Saldi Isra
Sebelum
Informasi pribadi
Lahir2 Oktober 1980 (umur 45)
Padang, Sumatera Barat, Indonesia
Suami/istriChitra Afsari
Anak3
AlmamaterUniversitas Andalas
Sekolah Hukum William & Mary
PekerjaanDosen, akademikus
Dikenal karenaPakar hukum tata negara
Informasi YouTube
Kanal
Tahun aktif2011–sekarang
Pelanggan91,1 ribu[1]
(Hingga 11 Maret 2026)
Total tayang6.837.994[1]
(Hingga 11 Maret 2026)

Diperbarui: 11 Maret 2026
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Feri Amsari (lahir 2 Oktober 1980) adalah seorang pakar hukum tata negara, aktivis hukum, dosen, dan akademikus Indonesia dari Fakultas Hukum Universitas Andalas.[2][3][4] Ia juga aktif sebagai peneliti senior dan mantan Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Fakultas Hukum Universitas Andalas sejak 2017 hingga 2023.[5][6][7]

Selain sebagai pengamat hukum tata negara, pria tamatan William & Mary Law School ini juga aktif menulis tentang hukum, politik, dan kenegaraan di berbagai media cetak, baik lokal maupun nasional. Beberapa tulisannya telah dimuat pada harian Kompas, Padang Ekspres, Singgalang, Haluan, dan berbagai media cetak lainnya.[8][9]

Sosok Feri Amsari turut menjadi sorotan setelah film Dirty Vote viral. Film dokumenter ini tiga pakar hukum yang menjabarkan adanya dugaan kecurangan pada Pilpres 2024 yang dilakukan oleh berbagai pihak yang sedang berkuasa. Tiga pakar tersebut yakni Bivitri Susanti, Feri Amsari, dan Zainal Arifin Mochtar.[10]

Pendidikan dan aktivisme

sunting
Feri Amsari berceramah di Universitas Muhammadiyah Palembang, 2018

Feri Amsari dilahirkan di Padang, Sumatera Barat pada 2 Oktober 1980. Kedua orang tuanya berasal dari Bayang, Pesisir Selatan. Ia memulai pendidikan di SD Inpres Pegambiran, Padang hingga kelas 3, kemudian berpindah ke Pasar Muara Bungo, Jambi mengikuti perpindahan tugas ayahnya.[9] Ia melanjutkan pendidikan di SD Negeri 290 Muara Bungo hingga lulus pada 1993. Selanjutnya ia menamatkan pendidikan di SMP Negeri 1 Muara Bungo (1996) dan SMA Negeri 1 Bungo (1999).[11]

Setamat SMA, Feri melanjutkan pendidikan tinggi di Padang, Sumatera Barat. Pada 2002, ia pernah meraih Juara II Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Tingkat Universitas Andalas. Sebagai aktivis, ia tercatat pernah menjabat Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa merangkap Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Andalas sejak 2002 hingga 2003. Selain itu, ia juga tergabung sebagai wartawan mahasiswa dan kemudian Dewan Redaksi Buletin Gema Justisia Fakultas Hukum Universitas Andalas. Ia juga menjabat Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa Pengenalan Hukum dan Politik (UKM PHP) Universitas Andalas sejak 2003 hingga 2004.[11]

Pada 2004, ia meraih gelar Sarjana Hukum S1 Program Kekhususan Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Andalas dengan IPK 3,12. Skripsinya berjudul Tugas dan Kewenangan Komisi Konstitusi dalam Mekanisme Amendemen Undang-Undang Dasar 1945 Berdasarkan Keputusan MPR No. IV/MPR/2003 dalam Upaya Perwujudan Konstitusi Indonesia yang Demokratis.[8] Kemudian, ia meraih gelar Magister Hukum dari kampus yang sama pada 2008 dengan judul tesis Perubahan Undang-Undang 1945 Melalui Penafsiran oleh Mahkamah Konstitusi dan lulus cumlaude dengan IPK 3,9.[11] Ia meraih gelar Master of Laws dalam bidang perbandingan hukum Amerika dan Asia dari Sekolah Hukum William & Mary, Virginia, Amerika Serikat pada 2014.[8][12][13][14][15][16][17]

Buku

sunting
  • Amsari, Feri. (2011). Perubahan UUD 1945: Perubahan Konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia Melalui Keputusan Mahkamah Konstitusi. Jakarta: Rajawali Pers. ISBN 9789797693701
  • Amsari, Feri. (2013). Perubahan UUD 1945. Depok: PT. Rajagrafindo Persada.
  • Fahmi, Khairul, Simabura, Charles, & Amsari, Feri. (2014). Pemilihan Umum Serentak. Jakarta: Rajawali Press.[18]
  • Amsari, Feri. (2020). Pembaruan Partai Politik di Indonesia: Demokrasi Internal Partai Politik. Intrans Publishing. ISBN 9786236709016.[19]

Lihat juga

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ a b "About Feri Amsari Official". YouTube.
  2. ^ "Feri Amsari, SH., MH., LLM." Diarsipkan 2021-10-27 di Wayback Machine. Situs Resmi FH Unand, Diakses 09-06-2021.
  3. ^ "Feri Amsari: Saweran KPK Patut Didukung, Hati-hati Ada Pencucian Uang" Diarsipkan 2014-10-31 di Wayback Machine. Detik.com, 27-06-2012. Diakses 31-10-2014.
  4. ^ http://dosen.unand.ac.id/web/frame/detail?kode=-by--d3y5xc632bn12gd72gsev--cx--jq-9oUjk8y7f4590j65[pranala nonaktif permanen]
  5. ^ "PUSaKO Akan Judicial Review RUU Pilkada" Diarsipkan 2014-10-31 di Wayback Machine. Tempo.co, 27-09-2014. Diakses 31-10-2014.
  6. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2023-03-24. Diakses tanggal 2021-06-09.
  7. ^ https://fh.untirta.ac.id/110-pakar-hukum-tata-negara-hak-angket-dpr-modus-serang-kpk/
  8. ^ a b c https://jurnal.kpk.go.id/index.php/integritas/feri-amsari
  9. ^ a b "Profil Feri Amsari" Situs Resmi PUSaKO, 05-11-2014. Diakses 13-02-2023.
  10. ^ Nasuha, Witri (12 Februari 2024). "Profil 3 Pakar Hukum yang Tampil dalam Film Dirty Vote: Zainal Arifin, Bivitri, dan Feri Amsari". olenka.id. Olenka. Diakses tanggal 13 Februari 2024.
  11. ^ a b c "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2022-03-17. Diakses tanggal 2021-06-09.
  12. ^ https://www.linkedin.com/in/feri-amsari-85466679
  13. ^ "Feri Amsari" Diarsipkan 2014-11-09 di Wayback Machine. Situs William and Mary Law School.
  14. ^ https://law.wm.edu/academics/intellectuallife/researchcenters/postconflictjustice/internships/internship-blogs/2018/camden-kelliher/civ-pro-in-indonesia.php
  15. ^ https://law.wm.edu/academics/intellectuallife/researchcenters/postconflictjustice/internships/internship-blogs/2019/patrick_grene/electoral-controversy-treason-and-troops.php
  16. ^ https://law.wm.edu/academics/intellectuallife/researchcenters/postconflictjustice/internships/internship-blogs/2022/whitsett-gray/i.-introductions,-constitutions,-padang.php
  17. ^ https://law.wm.edu/academics/intellectuallife/researchcenters/postconflictjustice/internships/internship-blogs/2022/whitsett-gray/x.-summer-in-review.php
  18. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-10-23. Diakses tanggal 2021-06-09.
  19. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-20. Diakses tanggal 2021-06-09.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Kapal feri

memutar. Feri ujung-ganda yang terkenal termasuk Feri Pulau Staten, Feri negara bagian Washington, Feri Star. Pada 2008, Feri BC meluncurkan tiga feri ujung-ganda

Pelabuhan Merak

yang dipisahkan oleh Selat Sunda. Setiap harinya, ratusan perjalanan kapal feri melayani arus penumpang dan kendaraan dari dan ke Pulau Sumatra melalui Pelabuhan

Feri Wibisono

Feri Wibisono (lahir 26 Februari 1965) adalah seorang jaksa di Kejaksaan Republik Indonesia yang menjabat sebagai Wakil Jaksa Agung Republik Indonesia

Kapal feri pesiar

Cruiseferry atau kapal feri pesiar adalah kapal yang menggabungkan fitur dari sebuah kapal pesiar dengan kapal feri Ro-Pax. Banyak penumpang melakukan

Hong Kong

orang. Layanan feri lainnya beroperasi di Pulau Hong Kong, Makau sampai kota-kota di Tiongkok. Hong Kong terkenal dengan junknya dan feri kecil kai-to yang

Dirty Vote

menampilkan tiga pakar hukum tata negara Indonesia, yakni Bivitri Susanti, Feri Amsari, dan Zainal Arifin Mochtar dalam menilai indikasi kecurangan pada

Sydney

Network. Sydney juga dilayani oleh jaringan luas kereta api, taksi, bus dan feri. Jalur kereta api di Sydney dioperasikan oleh CityRail, sebuah perusahaan

Kota Tanjungpinang

Pelabuhan Laut Tanjungpinang di Sri Bintan Pura memiliki kapal-kapal jenis feri dan feri cepat (speedboat) untuk akses domestik ke pulau Batam dan pulau-pulau