Mercusuar Iskandariyah
Rekaan gambar mercusuar yang dibuat tahun 1909.
Peta
LokasiPharos, Aleksandria, Mesir Sunting di Wikidata
Koordinat31°12′51″N 29°53′06″E / 31.21417°N 29.885°E / 31.21417; 29.885
Menara
Dibangunc. 279 BC Sunting ini di Wikidata
Tinggi137 m (449 ft) Sunting ini di Wikidata
Bentukpersegi (bottom), segidelapan (tengah), lingkaran (top) Sunting ini di Wikidata
Pencahayaan
Dinonaktifkan1303 Sunting ini di Wikidata

Mercusuar Iskandariyah atau Pharos Alexandria (dari bahasa Yunani o Φάρος της Αλεξάνδρειας) adalah sebuah mercusuar yang dibangun pada abad ke-3 SM di pulau Pharos berdekatan dengan kota Iskandariyah kuno, Mesir Kuno. Ketinggiannya diperkirakan melebihi 115 meter dan merupakan antara struktur tertinggi ciptaan manusia selama beratus-ratus tahun. Antipater dari Sidon telah menyenaraikannya dalam senarai Tujuh Keajaiban Dunianya.

Sejarah

sunting

Kawasan pesisiran pantai merupakan tanah rata dan kurang sesuai sebagai pelabuhan karena tidak mempunyai panduan untuk pedagang dan pelayar. Oleh karena itu, sebuah mercusuar yang dilengkapi dengan api dan cermin pantulan telah dibangun.

Pembangunan

sunting

Bangunan mercusuar dirancang oleh Sostratus dari Snidus atas petunjuk Satrap (Gubernur) Ptolemeus I, seorang panglima Alexander Agung. Selepas Alexander meninggal dunia, Ptolemeus memproklamasikan diri sebagai raja baru dan mengarahkan pembangunan mercusuar. Bangunan ini disiapkan semasa pemerintahan anaknya, Ptolemeus II Philadelphus.

Menurut legenda, Sostratus dihalang oleh Ptolemeus meletakkan namanya di bangunan. Namun, Sostratus juga mengukir namanya di tapak bangunan itu, serta prasasti: Sostratus, anak Dexiphanes dari Cnidia membaktikan bangunan ini kepada Dewa-Dewa, bagi pihak pelayar dan penjelajah. Prasasti itu disorokkan di bawah selapis gips, dan di bagian luarnya tertulis satu lagi prasasti mengagungkan Ptolemeus.

Cerita-cerita dongeng pula menyatakan bahawa rumah api ini dapat dilihat dari jarak sejauh 56 km. Bangunan ini dibangun menggunakan batu berwarna muda dan mempunyai tiga bahagian: bahagian segi empat tepat bawah dengan teras pusat, bagian delapan sisi tengah dan bagian bulat atas. Sebuah cermin besar yang memantul cahaya matahari diletakkan di mercunya, manakala api digunakan pada waktu malam. Arca Dewa Laut, Poseidon didirikan di puncaknya pada zaman Kekaisaran Romawi.

Dinding bangunan mampu menahan ombak air laut. Bangunan ini berdiri kokoh dan merupakan antara tujuh keajaiban terakhir (kecuali Piramida Giza) yang roboh.

Kemusnahan

sunting

Mercusuar Iskandariyah runtuh pada abad ke-13 M akibat gempa bumi dan hanya menyisakan bagian pondasi. Bagian atas pondasi Mercusuar Iskandariyah yang tersisa kemudian dibanguni sebuah masjid berukuran kecil.[1]

Referensi

sunting
  1. ^ Usmani, Ahmad Rofi' (Juni 2011). Hidayat, Yadi Saeful (ed.). Dari Istana Topkapi hingga Eksotisme Masjid Al-Azhar: Menjelajah Pesona Istanbul, Kairo, Alexandria, dan Kota-Kota Lain di Turki dan Mesir. Bandung: Mizania. hlm. 117. ISBN 978-602-8236-98-0. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Demetrios dari Faros

Demetrios dari Faros (juga Farus) (bahasa Yunani Kuno: Δημήτριος ἐκ Φάρουcode: grc is deprecated ) adalah seorang penguasa Faros yang terlibat dalam Perang

Tujuh Keajaiban Dunia Kuno

dari Tours menyusun daftar keajaiban dunia yang mencakup Haikal Salomo, Faros di Aleksandria, dan Bahtera Nuh. Bertolak dari premis bahwa daftar Tujuh

Sejarah manusia

Press Modelski, G. (2003), World Cities: —3000 to 2000, Washington, DC: FAROS 2000 Stearns, Peter N. (24 September 2001). The Encyclopedia of World History:

Kleopatra

stafnya. Di Aleksandria, ia membangun sebuah rumah tempat menyepi di pulau Faros yang ia beri nama Timoneion (wisma Timon), diambil dari nama Timon dari

Daftar kota terbesar sepanjang sejarah

978-0-374-29002-3. George Modelski, World Cities: –3000 to 2000, Washington DC: FAROS 2000, 2003. ISBN 0-9676230-1-4. Figures in main tables are preferentially

Makedonia (kerajaan kuno)

atas Romawi dalam Pertempuran Danau Trasimene pada 217 SM. Demetrios dari Faros diduga adalah orang yang telah meyakinkan Filipos V untuk mengamankan wilayah

Legenda Abgar

Mandylion. Kedua relik tersebut kemudian dipindahkan ke Gereja Bunda dari Faros. Rasa penasaran timbul dari peristiwa tersebut, dengan para cendekiawan

Ferrovial

Bandar Udara George Best Belfast ke ABN Amro Global Infrastructure Fund / Faros Infrastructure Partners LLC dengan harga £132,5 juta. Pada tahun 2009, anak