📑 Table of Contents
Gerbang tiket otomatis dengan sistem pengenalan wajah di Stasiun Morinomiya dari Osaka Metro

Sistem pengenalan wajah adalah sebuah teknologi yang dapat mencocokkan wajah manusia dari citra digital atau cuplikan video melalui basis data wajah, biasanya dipakai untuk mengotentikasikan para pengguna melalui layanan verifikasi ID, bekerja dengan menitikkan dan mengukur fitur-fitur wajah dari gambar yang diberikan.

Pengembangannya dimulai pada sistem serupa pada 1960-an, bermula sebagai bentuk aplikasi komputer. Sejak pembuatannya, sistem pengenalan wajah tampak lebih banyak dipakai pada saat-saat ini pada telepon pintar dan bentuk teknologi lainnya, seperti robotik. Karena pengenalan wajah terkomputerisasi melibatkan ukuran karakteristik fisiologi manusia, sistem pengenalan wajah dikategorisasikan sebagai biometrik.

Meskipun akurasi sistem pengenalan wajah sebagai teknologi biometrik lebih rendah ketimbang pengenalan iris dan pengenalan sidik jari, sistem tersebut banyak dipakai karena prosesnya yang bersifat nirkontak,[1] misalnya dalam sistem manajemen sumber daya manusia untuk mencatat kehadiran karyawan secara otomatis melalui aplikasi absensi digital, serta untuk keperluan verifikasi identitas dan pengawasan keamanan di berbagai sektor.[2]

Fitur ini memungkinkan sistem untuk mengidentifikasi dan memverifikasi individu berdasarkan ciri-ciri wajah mereka. Dengan adanya pengenalan wajah, keamanan dan privasi dapat ditingkatkan dalam berbagai bidang, termasuk keamanan perbankan, pengawasan keamanan, dan akses fisik. [3]

Referensi

sunting
  1. ^ Chen, S.K; Chang, Y.H (2014). 2014 International Conference on Artificial Intelligence and Software Engineering (AISE2014). DEStech Publications, Inc. hlm. 21. ISBN 9781605951508.
  2. ^ "FACIAL RECOGNITION TECHNOLOGY | International Journal of Innovations in Engineering Research and Technology" (dalam bahasa Inggris). 2021-01-24.
  3. ^ Nurchaliza, Rachmatia (2023-12-05). "Memahami Face Recognition Feature : Teknologi Keamanan". D3 Rekayasa Perangkat Lunak Aplikasi. Diakses tanggal 2024-02-23.

Bacaan tambahan

sunting

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

IPad Mini 2

iSight with Five Element Lens, Hybrid IR filter, video stabilisation, face detection, HDR, ƒ/2.4 apertureKonektivitas Wi-Fi :: 802.11 a/b/g/n at 2.4 GHz

Canon EOS 1300D

fokus One-Shot, AI Focus, AI Servo, Live View (FlexiZone - Single, Face detection, AF Quick) Moda potret cepat 3.0 fps untuk frame 69 JPEG atau untuk

Sony alpha a99

Drive Mode, Flash Mode, Focus Mode, AF area, Object Tracking, Smile/Face Detection, Auto Port Framing, ISO, Metering Mode, Flash Camp, White Balance, DRO

Nokia Lumia 1020

1.12 ?m pixel size, PureView technology, optical zoom, geo-tagging, face detection, dual capture, panorama, Video 1080p@30fps, optical zoom, video light

Panasonic Lumix DMC-FZ35

teknologi intuitif termasuk Face Detection, Intelligent Scene Selector, Intelligent Exposure dan Face Recognition. Dengan peningkatan Face Recognition, FZ35 dapat

BlackBerry Torch 9860

pixel; 253ppi; 24 bit display Kamera: 5MP; Flash; Continuous auto-focus; Face detection; image stabilization; geo tagging; 4x digital zoom Video: 720p HD video-recording

Samsung bada

control, web control, sensor gerakan, fine-tuned vibration control dan face detection untuk meningkatkan kreativitas dan interaksi pengguna. Selain itu, juga

IPad 4

iSight with Five Element Lens, Hybrid IR filter, video stabilisation, face detection, ƒ/2.4 aperture Konektivitas Wi-Fi 802.11 a/b/g/n at 2.4 GHz and 5 GHz