Freddy Budiman
Lahir(1977-07-18)18 Juli 1977
Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Meninggal29 Juli 2016(2016-07-29) (umur 39)
Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Indonesia
Hukuman kriminalMati
Status kriminalEksekusi dengan regu tembak

Freddy Budiman (18 Juli 1977 – 29 Juli 2016) adalah seorang pengedar narkoba asal Indonesia yang dieksekusi pada tahun 2016.[1] Eksekusi terhadap dirinya bersama tiga pengedar narkoba lainnya merupakan kasus hukuman mati terbaru di negara ini hingga tahun 2025.[2]

Masa kecil

sunting

Freddy Budiman dikenal teman-temannya sebagai orang yang luwes bergaul. Ia mahir bermain biliar. Saat bertemu kembali di Karongan, temannya Salamun mengingat bahwa Freddy berbisnis kacamata.[3] Meski sering bermain biliar dan minum-minuman keras, mereka tidak pernah berjudi atau pun memakai narkoba seperti yang dilakukan Freddy saat ini.[4]

Pengedaran

sunting

Freddy Budiman sebenarnya adalah pengedar kambuhan. Ia sudah berkali-kali tertangkap dan dipenjara, tetapi tidak pernah bertobat. Ia pernah ditangkap pada tahun 2009 karena memiliki 500 gram sabu, dan divonis 3 tahun 4 bulan penjara atas kasus tersebut. Tahun 2011, ia kembali berurusan dengan petugas karena memiliki ratusan gram sabu dan bahan pembuat ekstasi. Tak kapok, Freddy lalu menjadi terpidana 18 tahun karena kasus narkoba di Sumatra dan menjalani masa tahanannya di Lapas Cipinang. Namun penjara malah menjadi tempat nyamannya menjalankan bisnis narkoba. Ia tertangkap mengimpor 1,4 juta butir ekstasi dari Tiongkok. Tahun 2014, ia membuat pengakuan mengagetkan kepada Haris Azhar kalau dirinya meminta bantuan polisi, BNN, dan Ditjen Bea dan Cukai untuk memasukkan narkoba ke Indonesia. Selisih harga yang sangat besar membuat ia mampu menyuap banyak pihak.[5]

Eksekusi

sunting

Freddy Budiman dieksekusi pada tanggal 29 Juli 2016 di Lapangan Tunggal Panaluan, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Eksekusinya dilaksanakan oleh regu tembak.

Ia merupakan terpidana mati pertama yang dieksekusi selain 13 terpidana mati lainnya, setelah permohonan Peninjauan Kembali (PK) ditolak oleh Mahkamah Agung.[6]

Sesuai keinginan terakhirnya, Freddy dimakamkan di Surabaya, tanah kelahirannya, tepatnya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Mbah Ratu, Jalan Demak, di dekat rumahnya di Krembangan, Surabaya.[6]

Referensi

sunting
  1. ^ "Executed Indonesian Drug Dealer's Tale of High-Level Help". Asia Sentinel. 10 August 2016.
  2. ^ "Ada 404 Terpidana Mati di Indonesia yang Masih Menanti Eksekusi". news.detik.com. Diakses tanggal 2024-12-06.
  3. ^ Arifin, Nurul (29 Juli 2016). "Teman Kecil Kenang Masa-Masa Main Billyard Bersama Freddy Budiman". Okezone.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-06-24. Diakses tanggal 2 September 2020. ;
  4. ^ Freddy Budiman, Bandar Narkoba Dermawan tapi Gemar Mabuk .[pranala nonaktif permanen] dari situs tempo
  5. ^ Menilik Kembali Kisah Freddy Budiman, Bandar Narkoba Raksasa yang Berani Sebut Pernah Suap Pejabat BNN Ratusan Miliar Rupiah, Berpotensi Jadi Informan Tapi Terlanjur Dieksekusi Mati. Diarsipkan 2023-04-09 di Wayback Machine. dari situs grid.id
  6. ^ a b Rochma, Masfiatur (29 Juli 2016). Moerti, Wisnoe (ed.). "Freddy Budiman dieksekusi 11 hari setelah rayakan ulang tahun ke-39". Merdeka.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-10-15. Diakses tanggal 2 September 2020. ;

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Daftar presiden Republik Rakyat Tiongkok

State during July 6, 1976 through September 9, 1976 were collectively executed by the twenty vice-chairmen, in order of ranking, Wu De (b. 1914 - d. 1995)

Myuran Sukumaran

Januari 2015). "Bali Nine Australians Andrew Chan and Myuran Sukumoron to be executed together in Bali". Perth Now. Diarsipkan dari asli tanggal 18 Januari 2015

Nusakambangan

News. July 26, 2006. Diakses tanggal May 7, 2010. "Bali bombers to be executed in jail". ABC News. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-06-03. Diakses tanggal

Anne Boleyn

blames what she said in incautious conversations with the men who were executed with her Warnicke, Retha M. "The Fall of Anne Boleyn: A Reassessment,"

Serangan 11 September 2001

2019). "Accused 9/11 mastermind open to role in victims' lawsuit if not executed". Reuters. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal April 5, 2020. Diakses

Daftar organisasi yang dicap teroris

Diakses tanggal 2014-03-16. Narina, E (2010-01-30). "Kurdish prisoner executed in Iran". WashingtonTV. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-12-25. Diakses

Penghukuman mati dengan regu tembak

British Military Executions in the Great War, Cassell, 2005 Johnson, David, Executed at Dawn: The British Firing Squads of the First World War, History Press

Alfredo Reinado

Agustus 2008). Fogarty, David (ed.). "East Timor rebel could have been executed: report". Reuters (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 27 Maret 2023