📑 Table of Contents

Euthyphro (/ juːθɪfroʊ /; Yunani Kuno: Εὐθύφρων, Euthuphrōn) adalah salah satu dialog karya Plato yang diciptakan sekitar tahun 399 SM. Peristiwa dalam dialog ini terjadi dalam jarak waktu beberapa minggu menjelang ke pengadilan Socrates dan menceritakan perbincangan antara Socrates dan Euthyphro, seorang ahli agama juga disebutkan di Cratylus 396a dan 396d. Mereka mencoba untuk mendefinisikan konsep kesalehan atau kekudusan. Dialog terjadi di istana king-archon, saat keduanya bertemu sebelum menjalani pengadilan.

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  • R. E. Allen: Plato's "Euthyphro" and the Earlier Theory of Forms. London 1970, ISBN 0-7100-6728-3.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Dilema Euthyphro

Dilema Euthyphro dapat ditemui pada dialog Plato, Euthyphro. Pada dialog tersebut, Socrates bertanya pada Euthyphro: "Apakah sesuatu yang soleh dicintai

Ateisme

kebenaran filosofis, yang secara ringkas dipaparkan dalam karya Plato dilema Euthyphro bahwa peran tuhan dalam menentukan yang benar dari yang salah adalah tidak

Agama Hindu

Metafisika Mistikisme Sembahyang (ibadat) Wahyu Topik terkait Dilema Euthyphro Kompleks dewa Gen Tuhan Teologi Ontologi Masalah kejahatan (teodisi) Agama

Plato

yang lebih rendah. Dialog awal[butuh rujukan]: Apologi Kharmides Krito Euthyphro Alcibiades Pertama Hippias Mayor Hippias Minor Ion Lakhes Lysis Dialog

Phaedo

buatan Plato yang menjelaskan hari-hari terakhir filsuf tersebut, setelah Euthyphro, Apology, dan Crito. Lorenz, Hendrik (22 April 2009). "Ancient Theories

Dualisme

Oxford: Blackwell, h. 265-7. Plato (390s-347 BC) Platonis Opera, vol. 1, Euthyphro, Apologia Socratis, Crito, Phaedo, Cratylus, Theaetetus, Sophistes, Politicus

Allah (Islam)

Metafisika Mistikisme Sembahyang (ibadat) Wahyu Topik terkait Dilema Euthyphro Kompleks dewa Gen Tuhan Teologi Ontologi Masalah kejahatan (teodisi) Agama

Tuhan

Metafisika Mistikisme Sembahyang (ibadat) Wahyu Topik terkait Dilema Euthyphro Kompleks dewa Gen Tuhan Teologi Ontologi Masalah kejahatan (teodisi) Agama