Epitaf pada pangkal Monumen Kerusuhan Haymarket, Pemakaman Waldheim, Chicago.

Epitaf (dari kata Yunani ἐπιτάφιος epitaphios "sebuah orasi pemakaman" dari kata ἐπί epi "di, sepanjang" dan τάφος taphos "makam")[1][2] adalah sebuah teks pendek yang menghormati seorang almarhum. Istilah tersebut tak hanya merujuk kepada teks yang dituliskan pada sebuah batu nisan atau plang, tetapi juga digunakan dalam artian figuratif. Beberapa epitaf dikhususkan bagi diri mereka sendiri sebelum kematiannya, selain orang lain yang dipilih oleh orang-orang bertanggung jawab untuk penguburan. Sebuah epitaf ditulis dalam prosa atau ayat puisi; para penyair dikenal karena menyusun epitaf mereka sendiri sebelum kematian mereka, contohnya adalah William Shakespeare.[3]

Referensi

sunting
  1. ^ ἐπιτάφιος. Liddell, Henry George; Scott, Robert; A Greek–English Lexicon at the Perseus Project
  2. ^ "Online Etymology Dictionary: Epitaph". Etymonline.com. Diakses tanggal 2012-03-18.
  3. ^ Foto makam William Shakespeare, 3 Juni 2007

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Epitaf Seikilos

Epitaf Seikilos adalah sebuah prasasti Yunani Kuno yang menyimpan komposisi musik utuh tertua yang masih bertahan hingga kini, lengkap dengan notasi musik

Malikah Nahrasiyah

sebagai Malikah Muazzamah, yang memiliki arti ratu yang dipertuan agung. Epitaf pada makamnya menyebutkan bahwa Ratu Nahrasiyah bergelar Ra-Baghsa Khadiyu

Cheng Ho

Klaim mengenai Cheng Ho atau Zheng He beragama Islam hanya berdasarkan epitaf Almarhum Ma Gong (Gu Ma Gong Muzhiming) yang ditulis oleh Li Zhigang pada

Batu nisan

yang ditorehkan di atasnya, terkadang juga bersama dengan pesan pribadi, epitaf, atau doa. Beberapa batu nisan juga mungkin berisi potongan seni pemakaman

William Shakespeare

dimakamkan di panti imam Gereja Trinitas Suci dua hari setelah kematiannya. Epitaf diukir pada lempengan batu yang menutupi makamnya, termasuk kata-kata kutukan

Selir Kerajaan Uibin Seong

kandungannya turut meninggal bersamanya. Raja Jeongjo kemudian menuliskan sebuah epitaf untuknya yang berisi tulisan mengenai kesedihan yang dialaminya sekaligus

Fatimah binti Maimun

baris 2-3 merupakan kutipan Surah Ar-Rahman ayat 25-26, yang umum dalam epitaf umat Muslim, terutama di Mesir. Purwanto, Sugeng. "Makam Fatimah binti Maimun

Bion dari Smyrna

sekitar tahun 100 SM. Kebanyakan karyanya sudah hilang. Ada 17 fragmen dan "Epitaf tentang Adonis", sebuah sajak mitologis tentang kematian Adonis dan ratapan