📑 Table of Contents
Ilustrasi elastomer.

Elastomer mengacu kepada materi yang tersusun atas molekul berukuran panjang, atau polimer, yang mampu kembali ke bentuk yang semula setelah ditarik dan direntangkan ke ukuran yang relatif panjang dibandingkan dengan ukuran awalnya.[1][2] Oleh karena itu, elastomer juga merupakan singkatan dari "elastic polymer" (polimer elastis).[2] Elastomer merupakan polimer yang mempunyai sifat serta karakter seperti karet yang fleksibel dan elastis. Karet alam, karet sintetik butadiene rubber (SBR) serta karet silikon merupakan contoh dari elastomer.[3] Pada kondisi normal, molekul materi elastomer membentuk semacam pilinan.[2] Kemudian jika direntangkan, lilitan molekul terbentang, menjadi lurus, dan memanjang kearah gaya diberikan.[2] Ketika elastomer dilepaskan, secara spontan, molekul akan kembali ke bentuk asalnya, yaitu untaian molekul yang terpilin dan terlilit.[2] Elastomer yang sejarah penggunaannya paling panjang adalah poli-isoprena.[2] Polimer tersebut merupakan materi penyusun dari karet alami, yang dipanen dari getah berbagai pohon, biasanya merupakan pohon karet Hevea.[2] Karet alami masih merupakan polimer industri yang penting, akan tetapi saat ini polimer tersebut bersaing dengan polimer sintetik, seperti karet stirena-butadiena dan butadiena.[2] Karet elastomer tersebut merupakan bahan sintetik yang berbahan dasar minyak bumi.[2]

Penggunaan

sunting

Gigi palsu

sunting

Penggunaan elastomer banyak ditemukan di bidang kedokteran gigi. Silikon adisi pada elastomer merupakan bahan cetak yang sangat sangat cocok digunakan untuk mencetak pembuatan gigi tiruan cekat karena memiliki keakuratan yang tinggi. Kekurangannya terletak pada harga yang mahal dan sifatnya yang hidrofobik.[4]

Referensi

sunting
  1. ^ (Indonesia)Hassan Shadily & Redaksi Ensiklopedi Indonesia (Red & Peny)., Ensiklopedi Indonesia Jilid 2 (CES-HAM). Jakarta: Ichtiar Baru-van Hoeve
  2. ^ a b c d e f g h i (Inggris)Gent AN. Elastomer. Encyclopædia Britannica. Diakses 19 Juni 2014.
  3. ^ Yuliani, Galuh (2009). Kimia Polimer (PDF). Tangerang Selatan: Universitas Terbuka. hlm. 1.11. ISBN 9789790114814. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ^ Zulkarnain, M., dan Devina, S. (2016). "Pengaruh Penyemprotan Daun Sirih Dansodium Hipoklorit pada Cetakan Elastomer terhadap Perubahan Dimensi". Jurnal Material Kedokteran Gigi. 5 (2): 37. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Celana dalam wanita

lubang kaki yang seperti garis pinggangnya, sering kali terbuat dari elastomer. Berbagai bahan digunakan, namun biasanya dipilih bahan yang memiliki

Polimer

alat makan. Elastomer adalah bahan cetak yang terbuat dari polisulfid, polieter, silikon kondensasi dan silikon adisi. Penggunaan elastomer banyak ditemukan

Poliuretana

berdensitas rendah yang digunakan untuk isolasi termal dan dasbor mobil, Elastomer padat yang empuk yang digunakan untuk bantalan gel serta penggiling cetakan

Polidimetilsiloksan

terpolimerisasi). Aplikasi PDMS berkisar dari lensa kontak dan alat kesehatan hingga elastomer; PDMS juga terdapat dalam sampo (karena membuat rambut berkilau dan licin)

Karet gelang

segala cuaca. O-ring berbentuk mirip karet gelang tetapi dibuat dari elastomer dan digunakan sebagai seal. Dibandingkan dengan karet gelang, O-ring tidak

Boneka seks

stimulasi seksual. Boneka seks terbuat dari berbagai bahan seperti silikon, elastomer termoplastik, atau karet untuk menciptakan sensasi seperti nyata. Bahan-bahan

Getah perca

Palaquium gutta; lateks tersebut merupakan polimer isoprena yang membentuk elastomer seperti karet. Namanya berasal dari nama tanaman tersebut dalam bahasa

Geomembran

juga dapat dibuat dari impregnasi geotekstil dengan aspal, semprotan elastomer atau polimer, atau sebagai geokomposit aspal berlapis-lapis. Geomembran