Rangka luar yang ditinggalkan (ganti kulit) dari nimfa capung
Rangka luar tonggeret menempel pada Gletang

Eksoskeleton atau rangka luar[1] adalah rangka bagian luar yang mendukung dan melindungi tubuh hewan, berbeda dengan rangka dalam, misalnya, manusia. Dalam penggunaan populer, beberapa jenis rangka luar yang lebih lebar dan besar dikenal sebagai "cangkang". Contoh hewan rangka luar termasuk serangga seperti belalang, kecoak, dan krustasea seperti kepiting dan lobster. Cangkang spons tertentu dan berbagai kelompok moluska bercangkang, termasuk dari siput, kerang, kerang gading, kiton dan bia gengge juga terdapat rangka luar.

Beberapa hewan, seperti kura-kura, memiliki rangka dalam serta rangka luar.

Etimologi

sunting

Kata "eksoskeleton" berasal dari bahasa Yunani έξω, éxō "luar", dan σκελετός, skeletos "kerangka"[2]

Rujukan

sunting
  1. ^ "Kerangka luar". Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
  2. ^ "exoskeleton". Online Etymology Dictionary.

Pranala luar

sunting

Biologi

sunting

Teknologi modern

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Eksoskeleton bertenaga

Eksoskeleton bertenaga (disebut juga baju zirah bertenaga, pakaian sibernetika, mobilitas teraugmentasi, dan sebagainya) adalah sebuah pakaian yang memiliki

Kalajengking

induk betina merawat anaknya saat eksoskeleton mereka mengeras, dengan cara menggendongnya di punggung. Eksoskeleton tersebut mengandung bahan kimia fluoresens

Sistem rangka

sekitar sendi-sendi yang fleksibel. Eksoskeleton terdiri dari shell dan body case. Shell atau cangkang merupakan eksoskeleton yang tidak menutupi seluruh tubuh

Ikan

yaitu ostrakoderma, memiliki lempeng tulang berat yang berfungsi sebagai eksoskeleton pelindung terhadap predator invertebrata. Ikan pertama yang memiliki

Kaki seribu

sehingga melindungi tungkai dan area tubuh vital yang lunak di balik eksoskeleton yang keras. Reproduksi pada sebagian besar spesies dilakukan melalui

Kitosan

polisakarida terbanyak ke dua di bumi setelah selulosa dan dapat ditemukan pada eksoskeleton invertebrata dan beberapa fungi pada dinding selnya. Kitosan memiliki

Brachyura

pendek dan menonjol, biasanya tersembunyi sepenuhnya di bawah toraks. Eksoskeletonnya seringkali menebal dan keras. Mereka umumnya memiliki lima pasang kaki

Metamorfosis

ecdisteroid). Ecdysone ini merangsang proses ecdysis, yaitu pengelupasan eksoskeleton serangga. PTTH juga merangsang organ retrocerebral yang disebut corpora