Ecommerce enabler, atau sering disebut juga sebagai enabler, adalah penyedia jasa yang memberikan solusi untuk penjualan produk di ecommerce.[1] Layanan jasa ini hadir sejak meningkatnya tren belanja daring dan meningkatnya transaksi ecommerce. Meski ecommerce telah ada sejak lebih dari 40 tahun silam,[2] jasa enabler baru naik daun beberapa tahun ini. Dengan adanya ecommerce enabler, pemilik produk tak perlu kesulitan mengelola penjualan elektroniknya.

Manfaat ecommerce enabler antara lain:

  • Memecahkan masalah operasional
  • Membuat penjualan lebih efisien
  • Mengelola hubungan dengan konsumen
  • Menjembatani pemilik produk dengan ecommerce
  • Membantu pemasaran produk di pasar digital

Salah satu alasan meningkatkan kebutuhan ecommerce enabler berbanding lurus dengan total nilai penjualan ecommerce. Pada tahun 2021, total nilai penjualan ecommerce di Indonesia adalah Rp 401 triliun.[3] Dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan yang mencapai 15%, nilai penjualan ecommerce di Indonesia diperkirakan terus naik hingga $82 miliar pada tahun 2025.[4][5]

Referensi

sunting
  1. ^ "Apa Itu Ecommerce Enabler dan Manfaatnya Bagi Bisnis". Ekosistem Inaproduct. Diakses tanggal 2023-01-27.
  2. ^ "The History Of Ecommerce: How Did It All Begin?". Miva. Diakses tanggal 2023-01-27.
  3. ^ "BI: Total Nilai Penjualan E-Commerce di 2021 Tercatat Rp 401 Triliun". Kontan. Diakses tanggal 2023-01-27.
  4. ^ "Google Prediksi E-commerce Indonesia Terus Menguat sampai 2025". Katadata. Diakses tanggal 2023-01-27.
  5. ^ "Economy SEA 2023 Report". Google. Diakses tanggal 04/12/2023.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

TikTok

Bradshaw, Tim; Murphy, Hannah (27 Oktober 2020). "TikTok moves into social ecommerce with Shopify deal". Financial Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal

DHL

DHL (Dalsey, Hillblom and Lynn) International GmbH adalah sebuah penyedia jasa kurir, parsel, dan pos kilat yang merupakan salah satu divisi dari Deutsche

Shopee

Progression of C2C Business Models, Garena Shopee's Venture into B2C". ecommerceIQ - Ecommerce in Southeast Asia, Reports, Data, Insights (dalam bahasa American

LiveChat

terintegrasi dengan ratusan platform bisnis seperti CMS (Wordpress), ecommerce (Shopify, BigCommerce), CRM, perangkat lunak help desk (HelpDesk, Zendesk)

Bukalapak

usaha yang lain. Pada Oktober 2018, Bukalapak mengakuisisi perusahaan ecommerce barang bekas pakai bernama Prelo. Tujuan akuisisi pada perusahaan rintisan

Bob Foster (akademisi)

Chain Management (JJSCM) 19 Batik sales product recommendation system on ECommerce Webiste using FP-Growth Algorithm Opcion 20 Effect of the use of internet

Hari Belanja Online Nasional

sendirian, beberapa pemain eCommerce Indonesia seperti ZALORA, BerryBenka, PinkEmma, Bilna, Traveloka, Luxola, dan beberapa eCommerce lain juga turut bergabung

Tokopedia

digelar di Jakarta. Tokopedia Meraih Penghargaan UMKM's Most Favorite eCommerce Dalam Ajang Selular Award 2022 yang digelar di Jakarta. Pada tanggal 12