Dolly atau Gang Dolly adalah bekas kawasan lokalisasi pelacuran yang terletak di Jalan Kupang Gunung Timur I, Jarak, Putat Jaya, Kota Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, yang eksis sejak tahun 1968 sampai tahun 2014. Di kawasan lokalisasi ini, wanita penghibur "dipajang" di dalam ruangan berdinding kaca mirip etalase.

Konon lokalisasi ini adalah yang terbesar di Asia Tenggara lebih besar dari Patpong di Bangkok, Thailand dan Geylang di Singapura. Bahkan pernah terjadi kontroversi untuk memasukkan Gang Dolly sebagai salah satu daerah tujuan wisata Surabaya bagi wisatawan mancanegara. Lokalisasi ini secara resmi ditutup oleh Pemerintah Kota Surabaya pada awal tahun 2014, atas inisiatif Wali kota Tri Rismaharini demi memberdayakan kaum wanita mencari rezeki secara halal serta mengantisipasi bahaya penyebaran HIV/AIDS.

Sejarah

sunting

Pada awalnya, lokasi tempat berdirinya Gang Dolly merupakan pemakaman umum, kemudian dibongkar pada tahun 1960 sampai 1967 sehingga pada saat itu sebagian besar menjadi tanah kosong. Pemerintah Kota Surabaya kala itu mengizinkan masyarakat membeli tanah di lokasi tersebut, hingga pada tahun 1968 seorang perempuan keturunan campuran Belanda, Jawa, Manado, dan Filipina, Dolly Chavit (1929-1991) yang dikenal dengan nama Tante Dolly van der Mart, menginjakkan kaki di Surabaya untuk pertama kalinya. Dolly dan suami, Van der Mart (lengkapnya Jakob Van Der Mart), membeli sebidang lahan bekas pemakaman di Jarak, kemudian mereka mendirikan sekaligus mengelola lokalisasi prostitusi mulai tahun 1969. Dari sanalah nama Gang Dolly berasal dan digunakan sebagai nama jalan sekaligus bisnis lokalisasi prostitusi. Dolly, Van Der Mart, dan keluarga mengelola bisnis ini sampai ia meninggal pada tahun 1991. Keturunan dari Dolly sampai sekarang masih ada di Surabaya, meskipun sudah tidak mengelola bisnis lagi sepeninggal Dolly. Kawasan Dolly berada di tengah kota, berbaur dengan pemukiman penduduk yang padat, di kawasan Putat Jaya, Surabaya. Kompleks lokalisasi Dolly menjadi sumber rezeki bagi banyak pihak. Bukan hanya bagi pekerja seks, tetapi juga pemilik warung, penjaja rokok, tukang parkir, tukang ojek, dan tukang becak. Para pekerja seks berasal dari Semarang, Kudus, Pati, Purwodadi, Nganjuk, Surabaya, dan Kalimantan.

Lihat pula

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Dolly Parton

Dolly Rebecca Parton (lahir 19 Januari 1946) adalah seorang penyanyi, penulis lagu, aktris, filantropis, dan pengusaha Amerika. Setelah mencapai kesuksesan

Dolly Putra Parlindungan Pasaribu

Dolly Putra Parlindungan Pasaribu (lahir 29 Maret 1980) adalah seorang politikus Indonesia yang pernah menjabat sebagai Bupati Tapanuli Selatan sejak

Domba Dolly

Dolly (5 Juli 1996 – 14 Februari 2003) adalah seekor domba Finn-Dorset betina dan mamalia pertama yang dikloning dari sel somatik dewasa. Dia dikloning

Dolly Salim

Dolly Salim atau Theodora Athia Salim (26 Juli 1913 – 24 Juli 1990) adalah pelantun pertama Lagu Indonesia Raya pada Kongres Pemuda II tanggal 27 hingga

Dolly Zegerius

Dolly Zegerius (wafat 18 September 2019) adalah mantan atlet nasional Indonesia dari cabang bridge. Ia pernah mewakili Indonesia pada Pesta Olahraga Asia

Dolly Martin

Dolly Martin (lahir 8 Maret 1961) merupakan pemeran berkebangsaan Indonesia. Dolly menikahi Vonny Sumlang pada 30 Desember 1990. Si Cantik Sales Barang

Japto Soerjosoemarno

dengan nama Japto saja. Ia adalah putra dari Ir. Soetarjo Soerjosoemarno dan Dolly Zegerius serta adik dari artis Marini Soerjosoemarno. Japto merupakan salah

Dolly Rudeman

Dolly Rudeman (terlahir Gustave Adolphine Wilhelmina Rüdemann; 3 Februari 1902 – 26 Januari 1980) adalah seorang desainer grafis Belanda, satu-satunya