DNA microarray adalah teknologi yang digunakan untuk melihat urutan sekuens asam nukleat yang berada pada lokasi tertentu dan dapat digunakan untuk menganalisis beribu-ribu sampel pada waktu yang bersamaan. Prinsipnya adalah mengandalkan kemampuan DNA sampel yang telah dilabel dengan zat fluorescent untuk melakukan rekombinasi dengan probe yang telah ada pada chip microarray (Stekel 2003).

Aplikasi microarray banyak digunakan dalam deteksi kanker, di mana sen kanker mengalami abnormalitas dalam mengekspresikan gennya. Teknologi ini juga memungkinkan untuk mengetahui tahapan perkembangan sel kanker dengan melihat level ekspresinya terhadap probe spesifik yang telah terdapat pada chip microarray.

Dalam analisis ini digunakan sampel DNA normal dan DNA kanker atau tumor. Kedua jenis DNA ini kemudian diamplifikasi dan masing-masing diberi pewarna fluorescent yang berbeda satu sama lain. Pada contoh yang ditampilkan, DNA normal diberi warna hijau, dan DNA tumor memiliki warna merah. Setelah proses hibridisasi, tiap DNA akan memancarkan cahaya sesuai dengan zat warna yang dibawa masing-masing. Bila DNA membawa ekspresi normal dan tumor, maka akan muncul wana lain, seperti kuning. Namun bila tidak ada DNA yang mampu melakukan hibridisasi dengan probe, pewarna tidak terekspresi dan terlihat berwarna hitam. Warna tersebut kemudian dibaca oleh detektor dan diubah menjadi data grafik sehingga dapat dianalisis secara kuantitatif (Cowell & Howthorn 2007).

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Tumor

dengan menggunakan DNA microarray untuk menentukan karakteristik terperinci dari tumor. Penuaan menyebabkan lebih banyak mutasi di DNA mereka. Ini berarti

Situs pengikat DNA

situs pengikatan DNA adalah uji jejak DNAse dan Uji Pergeseran Mobilitas Elektroforesis (EMSA). Namun, perkembangan DNA microarray dan teknik pengurutan

Oligonukleotida

Beberapa teknik yang menggunakan oligo adalah DNA-microarray, Southern blot, FISH, dan sintesis gen buatan. Oligo DNA (deoksioligonukleotida, mengandung timin

Bioinformatika

dengan mengukur kadar mRNA dengan berbagai macam teknik (misalnya dengan microarray ataupun Serial Analysis of Gene Expression ["Analisis Serial Ekspresi

Transkriptomika

dapat diidentifikasi dan dikuantifikasi. Teknologi microarray mengacu pada interaksi antara cDNA yang diberi label fluoresen bersama oligomer nukleotida

Metabolisme

dengan data ekspresi gen yang didapatkan dari studi proteomika serta DNA microarray Dengan teknik ini, model metabolisme manusia dapat dibentuk yang selanjutnya

Kimia basah

Campbell, A. Malcolm; Zanta, Carolyn A.; Heyer, Laurie J.; et al. (2006). "DNA microarray wet lab simulation brings genomics into the high school curriculum"

Biochip

“Quantitative monitoring of gene expression patterns with a complementary DNA microarray,” Science 270, pp. 467–470, 1995. H. Schmeck, "Blazing the Genetic Trail