Dalam ilmu komputer, komputasi terdistribusi atau komputasi teragih mempelajari penggunaan terkoordinasi dari komputer yang secara fisik terpisah atau terdistribusi. Sistem terdistribusi membutuhkan perangkat lunak yang berbeda dengan sistem terpusat.

Tujuan

sunting

Tujuan dari komputasi terdistribusi adalah menyatukan kemampuan dari sumber daya (sumber komputasi atau sumber informasi) yang terpisah secara fisik, ke dalam suatu sistem gabungan yang terkoordinasi dengan kapasitas yang jauh melebihi dari kapasitas individual komponen-komponennya.

Tujuan lain yang ingin dicapai dalam komputasi terdistribusi adalah transparansi. Kenyataan bahwa sumber daya yang dipakai oleh pengguna sistem terdistribusi berada pada lokasi fisik yang terpisah, tidak perlu diketahui oleh pengguna tersebut. Transparansi ini memungkinkan pengguna sistem terdistribusi untuk melihat sumber daya yang terpisah tersebut seolah-olah sebagai satu sistem komputer tunggal, seperti yang biasa digunakannya.

Salah satu masalah yang dihadapi dalam usaha menyatukan sumber daya yang terpisah ini antara lain adalah skalabilitas, dapat atau tidaknya sistem tersebut dikembangkan lebih jauh untuk mencakup sumber daya komputasi yang lebih banyak.

Arsitektur

sunting

Banyak arsitektur perangkat lunak dan keras yang bervariasi yang digunakan untuk komputasi terdistribusi. Pada tingkat yang lebih rendah, penghubungan beberapa [CPU] dengan menggunakan jaringan sangat dibutuhkan. Pada tingkat yang lebih tinggi menghubungkan proses yang berjalan dalam CPU tersebut dengan sistem komunikasi juga dibutuhkan.

Arsitektur umum yang memungkinkan sistem terdistribusi antara lain:

  • klien-server: klien menghubungi server untuk pengambilan data, kemudian server memformatnya dan menampilkannya ke pengguna.
  • arsitektur 3-tier: Kebanyakan aplikasi web adalah 3-Tier.
  • arsitektur N-tier: N-Tier biasanya menunjuk ke aplikasi web yang menyalurkan lagi permintaan kepada pelayanan enterprise. Aplikasi jenis ini paling berjasa bagi kesuksesan server aplikasi.
  • Tightly coupled: biasanya menunjuk kepada satu set mesin yang sangat bersatu yang menjalankan proses yang sama secara paralel, membagi tugas dalam bagian-bagian, dan kemudian mengumpulkan kembali dan menyatukannya sebagai hasil akhir.
  • Peer-to-peer: sebuah arsitektur di mana tidak terdapat mesin khusus yang melayani suatu pelayanan tertentu atau mengatur sumber daya dalam jaringan. Dan semua kewajiban dibagi rata ke seluruh mesin, yang dikenal sebagai peer.
  • Service oriented di mana sistem diatur sebagai satu set pelayanan yang dapat diberikan melalui antar-muka standar.
  • Mobile code: berdasarkan prinsip arsitektur mendekatkan pemrosesan ke sumber data
  • Replicated repository: Di mana repository dibuat replikanya dan disebarkan ke dalam sistem untuk membantu pemrosesan online/offline dengan syarat keterlambatan pembaruan data dapat diterima.

Infrastruktur komputasi terdistribusi

sunting

Jurnal dan konferensi komputasi terdistribusi

sunting

Lihat pula

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Komputasi awan

yang bebas digabungkan, berbasis standar, dan Protocol-Independent Distributed Computing. Dalam SOA, sumber daya perangkat lunak yang dikemas sebagai "layanan

Skalabilitas

Information Project (LINFO) Scale in Distributed Systems B. Clifford Neumann, In: Readings in Distributed Computing Systems, IEEE Computer Society Press

Leslie Lamport

Leslie Lamport contributed to the theory and practice of building distributed computing systems that work as intended". Communications of the ACM. 57 (6):

Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung

Bidang Keilmuan: Computer Architecture, Parallel and Distributed Computer, Pervasive Computing, Computer Network, Embedded System, Human—Computer Interaction

Komputasi waktu nyata

Real-time distributed Computing IEEE International Conference on Embedded and Real-Time Computing Systems and Applications Real-Time & Embedded Computing Conference

Komputasi tepi

2018). "What is Edge Computing: The Network Edge Explained". cloudwards.net. Diakses tanggal 2019-05-14. "Globally Distributed Content Delivery, by J

LOLCODE

2009-03-22. Diakses tanggal 2009-06-20. "LoLCode 1337". "Parallel and Distributed Computing with LOLCODE". "LOLPython". Dalkescientific.com. 2007-06-01. Diakses

Bioinformatika

superkomputer Blue Gene [1] dari IBM) atau komputasi terdistribusi (distributed computing, misalnya proyek Folding@homeDiarsipkan 2012-09-08 di Wayback Machine