Diskursus (berasal dari bahasa Latin, discursus, yang secara harfiah berarti "berlari bolak-balik") atau wacana adalah suatu bentuk komunikasi baik secara lisan maupun tulisan. Dalam ilmu filsafat, diskursus merupakan suatu konsep yang dikembangkan oleh Michel Foucault dalam karya-karyanya. Bagi Foucault, diskursus adalah sebuah sistem berpikir, ide-ide, pemikiran, dan gambaran yang kemudian membangun konsep suatu kultur atau budaya. Diskursus dibangun oleh asumsi-asumsi yang umum yang kemudian menjadi ciri khas dalam pembicaraan baik oleh suatu kelompok tertentu maupun dalam suatu periode sejarah tertentu. Foucault dalam karyanya mengenai kegilaan menyingkapkan adanya perubahan diskursus mengenai kegilaan pada abad pertengahan dengan abad ke-20. Dengan mempelajari arsip dan dokumen sejarah pada abad pertengahan, ia menyimpulkan bahwa pada masa itu orang gila tidak dianggap berbahaya tetapi dianggap memiliki kebijaksanaan batiniah sedangkan pada abad ke-20 orang gila diperlakukan sebagai orang sakit yang membutuhkan perawatan agar dapat pulih.[1]

Rujukan

sunting
  1. ^ (Inggris) Abercrombie, Nicholas (1994). The Penguin Dictionary of Sociology. Penguin Books. ISBN 0-14-051292-6.


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Satipaṭṭhāna Sutta

Sutta (Majjhima Nikaya 10: Diskursus tentang Penegakan Perhatian Penuh), dan Mahāsatipaṭṭhāna Sutta (Dīgha Nikāya 22: Diskursus Agung tentang Penegakan Perhatian

Kāyagatāsati Sutta

Kāyagatāsati Sutta (MN 119, Perhatian pada Jasmani) adalah diskursus ke-119 dalam Majjhimanikāya di Tripitaka Pali, yang menguraikan pengembangan perhatian

Injil Yohanes

memberitakan kepada para pendengarnya mengenai Allah Bapa melalui diskursus-diskursus panjang, menawarkan hidup kekal kepada semua yang akan percaya, dan

Suttanipāta

sebagaimana dilestarikan oleh Buddhisme Theravāda. Suttanipāta berisi kumpulan diskursus yang disampaikan oleh Sang Buddha. Kitab ini adalah bagian dari korpus

Kitab buddhis awal

Buddhis Awal (dengan kapitalisasi; disingkat KBA), sastra buddhis awal, diskursus buddhis awal, dikenal dalam bahasa Inggris sebagai Early Buddhist texts

Kontroversi etika shipping dalam fiksi penggemar

Mulai pertengahan 2010-an dan berlanjut hingga dekade 2020-an, muncul diskursus yang signifikan di ruang fandom daring mengenai implikasi etis dari konten

Etika

dipaksakan oleh otoritas moral tunggal, melainkan lahir dari diskursus moral di dalam masyarakat. Diskursus ini hendaknya bertujuan untuk membangun sebuah situasi

Rae Lil Black

Istiqbal untuk beralih keyakinan dan meninggalkan karier lamanya memicu diskursus luas di berbagai platform media sosial dan outlet berita internasional