Dalam penyimpanan data, pencerminan diska (bahasa Inggris: Disk mirroring), atau RAID1, adalah tiruan dari jilid diska logis ke cakram keras yang terpisah secara fisik dalam waktu nyata, untuk menjamin ketersediaan data secara berkelanjutan. Sebuah jilidan cermin adalah perwakilan logis salinan yang lengkap dari jilid terpisah.

Dalam situasi Pemulihan Bencana, data cerminan yang lebih lama yang disebut sebagai replikasi simpanan. Tergantung pada teknologi yang digunakan, replikasi dapat dilakukan serentak, asinkronis, semi-serentak, atau point-in-time. Replika diaktifkan melalui kode kecil pada pengendali susunan diska, atau melalui perangkat lunak peladen. Hal ini biasanya solusi berbayar, tidak kompatibel antara berbagai produsen penyimpanan.

Pencerminan biasanya hanya melakukan sinkronisasi. Penulisan sinkronisasi biasanya mencapai Recovery Point Objective (RPO, Pemulihan Titik Tujuan) dari nol data yang hilang. Tiruan asinkron dapat mencapai RPO hanya beberapa detik sementara metodologi yang sebelumnya memberikan RPO beberapa menit hingga mungkin beberapa jam.

Pencerminan berbeda dari bayangan berkas (file shadowing).

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

RAID

beberapa hard disk menjadi sebuah kesatuan logis yang digunakan untuk melakukan penyimpanan. Ada beberapa konsep kunci di dalam RAID: mirroring (penyalinan

Mirror (disambiguasi)

permukaannya memantulkan gambar. Mirror dapat merujuk ke hal-hal berikut: Disk mirroring, suatu proses menduplikasi isi dari sebuah diska komputer. Mirror (komputasi)

Penyimpanan jaringan terlampir

sedangkan disk yang tersedia melalui SAN muncul ke OS klien sebagai disk, terlihat dalam utilitas manajemen volume dan disk (bersama dengan disk lokal klien)

Tabel Alokasi Berkas

tersebut dengan salinan yang masih baik (cara kerja ini disebut dengan FAT Mirroring, yang bekerja seperti layaknya RAID 1). Lokasi tabel alokasi berkas ditentukan