Nanik Sudaryati Deyang | |
|---|---|
| Kepala Badan Gizi Nasional ke-2 | |
| Mulai menjabat 8 Juni 2026 | |
| Presiden | Prabowo Subianto |
| Wakil | Agustina Arumsari Trenggono |
| Wakil Kepala Badan Gizi Nasional ke-2 | |
| Masa jabatan 17 September 2025 – 2 Juni 2026 | |
| Kepala | Dadan Hindayana |
| Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan | |
| Masa jabatan 22 Oktober 2024 – 17 September 2025 | |
| Kepala | Budiman Sudjatmiko |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | Nanik Sudaryati Deyang 3 Januari 1968 Madiun, Jawa Timur, Indonesia |
| Almamater | Universitas Jenderal Soedirman |
| Pekerjaan | Politikus, wartawan |
Nanik Sudaryati Deyang atau Nanik S. Deyang (lahir 3 Januari 1968) adalah seorang politikus Indonesia kelahiran Madiun, Jawa Timur.[1] Semula, ia berkarier sebagai wartawan Tabloid Bangkit dan menjadi tim sukses Prabowo pada pemilihan Presiden 2019.[2]
Setelah terpilihnya Prabowo pada pemilihan Presiden Indonesia 2024, Ia dilantik sebagai Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan periode tahun 2024-2029.[2] Pada 12 Juni 2025, ia diangkat menjadi Komisaris Independen Pertamina.[3] Pada 17 September 2025, ia diangkat menjadi Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), sekaligus memberhentikannya dari jabatan Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan.[4]
Pada 2 Juni 2026, ia diangkat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional menggantikan Dadan Hindayana.[2]
Pendidikan
suntingPendidikan Nanik ditempuh di Universitas Jenderal Soedirman dengan gelar Sarjana Biologi kemudian melanjutkan S2 di Magister Ilmu Kehutanan di Universitas Gadjah Mada.[5]
Karier
suntingWakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (2024–2025)
suntingSetelah kemenangan Prabowo Subianto dalam Pemilihan Umum Presiden Indonesia 2024, Nanik mulai memasuki ranah birokrasi pemerintahan pusat. Pada Oktober 2024, ia resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan untuk masa jabatan periode 2024–2029. Di lembaga non-kementerian tersebut, ia bertugas mendampingi Budiman Sudjatmiko guna merumuskan program-program strategis jaring pengaman sosial dan penanganan kemiskinan ekstrem di Indonesia.[6]
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (2025–2026)
suntingDinamika tugas birokrasinya berlanjut ketika pada 17 September 2025, Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara. Seiring dengan pelantikan tersebut, ia diberhentikan secara hormat dari posisi sebelumnya di Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan agar dapat memfokuskan kinerjanya pada sektor kecukupan gizi nasional. Di lembaga ini, ia secara spesifik dipercaya memimpin penugasan sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi. Selama mengemban jabatan tersebut, ia aktif melakukan pemantauan lapangan, evaluasi efisiensi anggaran, hingga penutupan unit-unit dapur pelayanan gizi yang dinilai tidak memenuhi standar kelayakan.
Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) (2025–sekarang)
suntingPada 12 Juni 2025, karier eksekutif Nanik merambah ke sektor korporasi milik negara. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menunjuk dirinya untuk menduduki posisi sebagai Komisaris Independen di perusahaan minyak dan gas bumi nasional, PT Pertamina (Persero). Jabatan ini diamanatkan kepadanya dalam rangka memperkuat fungsi pengawasan kepatuhan korporasi dan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).
Kepala Badan Gizi Nasional (2026–Sekarang)
suntingBerdasarkan pengumuman resmi dari Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada 2 Juni 2026, Presiden Prabowo Subianto menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru untuk menggantikan Dadan Hindayana. Melalui penunjukan ini, ia memegang otoritas penuh dalam memimpin pelaksanaan program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh wilayah Indonesia. Dalam menjalankan tugas barunya tersebut, ia didampingi oleh dua wakil kepala yang baru ditunjuk, yaitu Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.[7]
Kontroversi
suntingNanik terlibat dalam penyebaran kasus kebohongan Ratna Sarumpaet pada 2018, di mana ia memberitahukan kabar itu kepada calon presiden Prabowo Subianto sebelum akhirnya terungkap bahwa kabar pengeroyokan yang ia terima adalah kebohongan.[8][9][10]
Referensi
sunting- ^ "Profil Nanik Sudaryati Deyang, Wakil I Badan Pengentasan Kemiskinan". Antara News.
- ^ a b c "BREAKING NEWS: Nanik S Deyang Diangkat Jadi Kepala BGN Gantikan Dadan". Kompas.com.
- ^ "Profil Nanik S Deyang, dari Jurnalis Senior Jadi Komisaris Independen Pertamina". Kompas.com.
- ^ "Nanik S Deyang dan Sony Sanjata Dilantik Prabowo Jadi Wakil Kepala BGN". Kompas.com.
- ^ Sunjournal7 (2026-06-02). "Pendidikan Nanik S Deyang, Ternyata Alumni Biologi Universitas Jenderal Soedirman". sub7jurnal.com. Diakses tanggal 2026-06-03. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ^ Prameswari, Lintang Budiyanti (2026-06-03). "Profil Nanik S Deyang: Dari Jurnalis Senior hingga jadi Kepala BGN". Antaranews. Diakses tanggal 03-06-2026.
- ^ Dirgantara, Adhyasta (2026-06-02). "BREAKING NEWS: Nanik S Deyang Diangkat Jadi Kepala BGN Gantikan Dadan". Kompas.com. Diakses tanggal 2026-06-03.
- ^ https://bogor.tribunnews.com/berita-menarik/315473/masa-lalu-nanik-s-deyang-kepala-bgn-baru-disorot-pernah-disebut-tukang-bohong-oleh-ratna-sarumpaet?page=all
- ^ "Ratna Sarumpaet Akhirnya Ngaku Berbohong, Ini Kata Nanik S Deyang". Tempo. 2 Apr 2019. Diakses tanggal 3 Jun 2026.
- ^ "Apa Peran Bu Nanik dalam Kasus Ratna Sarumpaet?". jpnn.com. Diakses tanggal 3 Jun 2026.



