Auditory processing disorder
Nama lainCentral auditory processing disorder, King–Kopetzky syndrome, auditory disability with normal hearing (ADN)
Bagian otak yang mungkin mengalami kerusakan dalam kondisi APD
SpesialisasiAudiologi, neurologi[1]
Berbagai jenis APD dan kemungkinan bagian otak yang terganggu

Gangguan pemrosesan pendengaran (bahasa Inggris: Auditory processing disorder, disingkat APD) adalah gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi cara otak memproses suara. Individu dengan APD umumnya memiliki struktur dan fungsi telinga yang normal, tetapi tidak dapat memproses informasi pendengaran, sehingga mengalami kesulitan dalam mengenali dan menafsirkan suara—terutama suara yang membentuk ucapan. Gangguan ini diduga muncul akibat disfungsi pada sistem saraf pusat.

Salah satu subtipe APD dikenal sebagai Sindrom King-Kopetzky atau auditory disability with normal hearing (ADN), yang ditandai dengan kesulitan mendengar ucapan di tengah kebisingan latar. Kondisi ini pada dasarnya merupakan kegagalan atau gangguan efek "pesta koktail" (selektivitas pendengaran) yang dimiliki kebanyakan orang.

Menurut American Academy of Audiology, APD didiagnosis berdasarkan kesulitan dalam satu atau lebih proses pendengaran yang berkaitan dengan fungsi sistem saraf pendengaran pusat. Gangguan ini dapat memengaruhi anak-anak maupun dewasa, dan pada beberapa kasus, gejala pada anak dapat berlanjut hingga dewasa. Meskipun prevalensi pastinya belum diketahui, APD diperkirakan memengaruhi 2–7% anak-anak di Amerika Serikat dan Inggris. Laki-laki dua kali lebih berisiko mengalami APD dibanding perempuan.

Referensi

sunting
  1. ^ Griffiths, Timothy (2002). "Central Auditory Pathologies". British Medical Bulletin. 63 (63): 107–120. doi:10.1093/bmb/63.1.107. PMID 12324387.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Disabilitas perkembangan

dideteksi sejak dini dan bertahan sepanjang umur. Center for Disease Control and Prevention. (2013). Developmental disabilities. Retrieved October 18, 2013

Persetubuhan

2018). "Sexuality in People with Intellectual Disability: Review of Literature". Sexuality and Disability (dalam bahasa Inggris). 36 (3): 231–248. doi:10

Pelecehan seksual

Baladerian, N. (1991). "Sexual abuse of people with developmental disabilities". Sexuality and Disability. 9 (4): 323–335. doi:10.1007/BF01102020. Sobsey

Disabilitas dan kesehatan perempuan

gynaecological health of women with intellectual disability". Journal of Intellectual & Developmental Disability (dalam bahasa Inggris). 36 (3): 149–155. doi:10

Daftar parafilia

Simcoe KW (1986). "Acrotomophilia, sex, and disability: New concepts and case report". Sexuality and Disability. 7 (1/2): 43–50. doi:10.1007/BF01101829.

Emotions Anonymous

alcohol use disorders and an intellectual disability". Journal of Intellectual & Developmental Disability. 25 (2): 135–146. doi:10.1080/13269780050033553

Autisme

kemampuannya dalam berkomunikasi dan meninggalkan perilaku negatif. 2. Developmental, individual differences, relationship-based approach (DIR) DIR atau

Generasi Z

(2011). "Prevalence of intellectual disability: A meta-analysis of population-based studies". Research in Developmental Disabilities. 32 (2): 419–436. doi:10