Detya (Dewanagari: दैत्‍य; ,IASTDaitya, दैत्‍य) adalah kata dalam bahasa Sanskerta yang secara harfiah berarti "keturunan Diti." Menurut kitab-kitab Purana, Detya merupakan keturunan Kasyapa dan Diti.

Dalam mitologi Hindu, Detya merupakan salah satu keluarga atau klan bangsa asura, yaitu kelompok makhluk sakti yang bukan merupakan dewa maupun manusia. Kitab Manusmerti (XII - 48) menggolongkan Detya sebagai makhluk yang memiliki kekuatan setara dengan dewa, tetapi golongannya lebih rendah daripada dewa.

Dalam kitab-kitab Purana sering dikisahkan bahwa para Detya bertikai dengan saudara tiri mereka, yaitu para Aditya, atau para dewa, meskipun mereka merupakan saudara seayah. Detya yang terkenal adalah Hiranyaksa, Hiranyakasipu, dan Mahabali.

Lihat pula

sunting


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Kerajaan Sunda

Mataram. Sri Jayabupati dalam Carita Parahiyangan disebutkan sebagai Prabu Detya Maharaja. Prasasti Horren dari abad ke-11 yang ditemukan di Kediri bagian

Indra

para dewa menghadapi kaum asura, menghabisi para raksasa, dan menghukum detya. Dia memiliki senjata yang disebut Bajra, senjata dengan elemen petir yang

Silsilah raja-raja Sunda

(1012-1019M). Prabu Sanghyang Ageng (1019 - 1030 M), berkedudukan di Galuh. Prabu Detya Maharaja Sri Jayabupati (1030‚ - 1042 M ), berkedudukan di Pakuan. Pada

Rahwana

sebagai kesatria besar. Ibu Rahwana bernama Kaikesi, seorang putri Raja Detya bernama Sumali. Sumali memperoleh anugerah dari Brahma sehingga ia mampu

Kerajaan Sunda Galuh

Tokoh Sri Jayabupati dalam Carita Parahiyangan disebut dengan nama Prabu Detya Maharaja. Ia adalah raja Sunda ke-20 setalah Maharaja Tarusbawa. Telah diungkapkan

Hiranyakasipu

IAST: Hiraṇyakaśyapa, हिरण्यकश्यप) adalah seorang asura dan raja bangsa detya dalam mitologi Hindu. Adiknya, Hiranyaksa, dibunuh oleh Waraha, salah satu

Sejarah Sunda

bernama Prabu Detya Maharaja yang berkuasa di Tanah Sunda selama 12 tahun dan di Galuh selama 7 tahun. Dalam naskah yang sama, Prabu Detya Maharaja juga

Aswatama

atau rasa lapar, dan membuatnya tak takut terhadap para dewa, raksasa, detya, dan naga. Setelah permatanya dilepaskan, bekas lekatannya meninggalkan