📑 Table of Contents
Tari Det Pok Mbui.

Tari Det Pok Mbui adalah tarian adat suku Asmat yang berasal dari Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Selatan, yaitu wilayah Agats, Sawa Erma, dan Primapun. Eksistensi awal dari tarian tersebut telah ada sejak Indonesia belum merdeka. Penyebutan nama tari Det Pok Mbui berasal dari dua suku kata, yaitu det yang berarti "topeng yang mirip setan" dan pok mbui yang berarti "pesta" atau "upacara". Secara keseluruhan, tarian ini memiliki arti "upacara topeng setan".

Tari ini dibawakan oleh sekelompok laki-laki dan wanita pada siang atau sore hari setelah panen mencari sagu, dengan durasi 2–4 jam. Umumnya, tarian ini dilakukan di tepi sungai karena terdapat adegan menaiki perahu.[1]

Susunan dalam tari Det Pok Mbui, yaitu ketua adat atau pimpinan upacara berdiri di tengah arena, kemudian memanggil penari dengan fu atau tifa sebagai penanda bahwa tari akan segera dimulai; para penari atau peserta upacara selanjutnya berkumpul dalam pentas.

Iringan tarian ini menggunakan alat musik tifa dan fu (trompet bambu), sedangkan lagu pengiring yang dilantunkan adalah jipai so (setan atau roh halus). Untuk gerakan tarian meliputi jiwi-ndil (gerak pinggul), a-ndi (gerak pantat), dan ban-ndi (gerak anggota tubuh).

Ketika membawakan tarian tersebut, para penari menghias wajah dan tubuhnya dengan arang dan kapur. Busana yang dikenakan oleh penari laki-laki adalah rok yang terbuat dari bulu burung kasuari, sedangkan penari wanita menggunakan busana bernama awer (rok rumput). Adapun aksesoris penari meliputi gelang kaki, gelang tangan, dan gelang lengan, sedangkan bagian leher dihiasi kalung yang terbuat dari gigi anjing, taring babi, atau manik-manik.

Lihat pula

sunting

Rujukan

sunting
  1. ^ "10 Tarian Papua". Perpustakaan.id. Diakses tanggal 18 April 2022.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Developmental Basketball League

Surabaya saat masih di bawah naungan DetEksi, departemen anak muda di koran Jawa Pos, serta diprakarsai oleh kepala bagian DetEksi saat itu Azrul Ananda. Sejak

Siu Ban Ci

Bantong (alias Kyai Batong). http://www.disparbud.jabarprov.go.id/wisata/dest-det.php?id=165&lang=id#sthash.nKCRrg8i.dpuf Diarsipkan 2015-02-16 di Wayback

Detik

Detik atau sekon (simbol: s, disingkat "d" atau "det" dalam penggunaan sehari-hari; bahasa Inggris: secondcode: en is deprecated , bahasa Prancis: secondecode:

Scandinavian Airlines System

Lufttrafik AB (maskapai milik keluarga Wallenberg di Swedia), Det Danske Luftfartselskab A/S, dan Det Norske Luftfartselskap AS (maskapai nasional Denmark dan

Det Norske Akademis ordbok

Det Norske Akademis ordbok (secara harfiah berarti 'Kamus Akademi Norwegia'), disingkat NAOB, adalah salah satu kamus bahasa Norwegia terbesar yang mencakup

Sungai Serayu

sungainya, di bagian hilir debit ini meningkat menjadi sebesar 2.866 m³/det dan 2.797 m³/det, berturut-turut di Banyumas dan Rawalo. Bendungan Panglima Besar

Margrethe II dari Denmark

Society [da], Danish Cancer Society [da], Den Gamle By, Det Classenske Fideicommis, Danish Bible Society [da], Det Kongelige Vajsenhus, Diakonissestiftelsen, Foreningen

Siti Noordjannah Djohantini

Aisyiyah Ikatan Pelajar Muhammadiyah http://www.muhammadiyah.or.id/content-218-det-dra-hj-siti-Noordjannah-djohantini-mm-msi.html Diarsipkan 2015-05-18 di Wayback