Komputasi terdesentralisasi atau lebih dikenal dalam Bahasa Inggris, decentralized computing adalah alokasi sumberdaya, baik dari segi perangkat keras maupun lunak, untuk tiap lokasi workstation atau office individu.

Sebagai perbandingan, komputasi tersentralisasi terjadi saat mayoritas fungsi dilakukan atau didapat melalui lokasi tersentralisasi yang terpisah. Komputasi terdesentralisasi menjadi tren dalam lingkungan bisnis masa kini, kebalikan dari komputasi tersentralisasi yang lebih banyak digunakan pada masa awal berkembangnya komputer.

Sistem komputasi terdesentralisasi memiliki banyak keuntungan dibanding jaringan tersentralisasi konvensional. Saat ini kebanyakan komputer desktop sudah begitu canggihnya sehingga melebihi kebutuhan untuk menjalanankan kebanyakan aplikasi bisnis. Akibatnya kebanyakan waktunya dipakai untuk idle (jika dibanding potensi penuhnya). Sistem terdesentralisasi memungkinkan efisiensi penuh terhadap kemampuan ini, walaupun apakah hal ini mampun meningkatkan efektivitas jaringan secara keseluruhan masih diperdebatkan.

Semua komputer harus diperbaharui secara individu dengan perangkat lunak terbaru, tidak seperti dalam sistem komputasi tersentralisasi. Sistem terdesentralisasi masih memungkinkan berbagi berkas dan seluruh komputer dimungkinkan untum berbagi peranti seperti printer, scanner, bahkan modem, membuat komputer-komputer ini untuk terkoneksi ke internet.

.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Mata uang kripto

verifiable and permanent way. Raval, Siraj (2016). "What Is a Decentralized Application?". Decentralized Applications: Harnessing Bitcoin's Blockchain Technology

Rantai blok

verifiable and permanent way. Raval, Siraj (2016). "What Is a Decentralized Application?". Decentralized Applications: Harnessing Bitcoin's Blockchain Technology

Apple Intelligence

Fisayo; Agbo-Adediran, Israel (2025). "Privacy preserving AI models for decentralized data management in federated information systems". GSC Advanced Research

Bursa kripto

kemudian, E-Gold menghadapi empat dakwaan. Following the launch of a decentralized cryptocurrency bitcoin in 2008 and the subsequent introduction of other

Tabel Hash Terdistribusi

10-12-2021. Clarle, Ian. (1999). "Section 5.2.2" (PDF), A Distributed Decentralized Information Storage and Retrieval System. hlm. 21. Diakses pada 2021-12-10