📑 Table of Contents

Puing (bahasa Inggris: Debris) adalah reruntuhan, bangkai, sisa-sisa bangunan, sampah berserakan, atau limbah/sampah berserakan, yakni sisa-sisa yang tercecer dari sesuatu yang telah hancur. Dalam geologi, istilah ini juga dapat merujuk pada fragmen batu besar yang tertinggal akibat mencairnya gletser, dan sebagainya. Tergantung pada konteksnya, "puing" bisa merujuk pada berbagai hal yang berbeda.

Perang

sunting
Seorang anak bermain di atas tank yang ditinggalkan di luar Phnom Penh, Kamboja pada tahun 1991.

Pasca perang, sebuah wilayah luas di daerah konflik sering kali dipenuhi oleh puing-puing perang berupa perlengkapan dan kendaraan yang ditinggalkan atau hancur, ranjau darat, amunisi yang tidak meledak, selongsong peluru, dan pecahan logam lainnya.

Banyak puing perang yang berpotensi mematikan, dan terus menewaskan serta melukai warga sipil bertahun-tahun setelah konflik berakhir. Risiko dari puing-puing ini bisa cukup besar hingga menghalangi atau menunda kembalinya para pengungsi. Selain itu, puing perang dapat mengandung bahan kimia berbahaya atau komponen radioaktif yang dapat mencemari tanah atau meracuni warga sipil yang bersentuhan dengannya. Banyak lembaga pembersih ranjau juga terlibat dalam pembersihan puing-puing perang.

Ranjau darat secara khusus sangat berbahaya karena dapat tetap aktif selama puluhan tahun setelah konflik, sehingga penggunaannya telah dilarang oleh peraturan perang internasional.

Pada November 2006, Protokol tentang Sisa-sisa Peledak Perang (The Protocol on Explosive Remnants of War)[1] mulai berlaku, dengan 92 negara terlibat dalam perjanjian tersebut. Protokol ini mewajibkan pihak-pihak yang terlibat dalam suatu konflik untuk membantu dalam proses pembersihan amunisi yang tidak meledak setelah berakhirnya konflik.[2]

Referensi

sunting
  1. ^ "Protocol on Explosive Remnants of War (Protocol V to the 1980 Convention)". International Committee of the Red Cross. 2003. Diakses tanggal 2006-06-20.
  2. ^ "War Debris Treaty To Come Into Force in November". Defense News. 2006. Diakses tanggal 2006-06-20.[pranala nonaktif]

Pranala luar

sunting


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Tanah longsor

Tanah longsor (bahasa Inggris: Landslidecode: en is deprecated ) atau sering disebut gerakan tanah adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan

Malaysia Airlines Penerbangan 370

no debris in area flagged by Chinese". CNN News. Diakses tanggal 13 March 2014. (coordinates in the CNN video) Brummitt, Chris. "Malaysia: No debris at

California Debris Commission

California Debris Commission adalah sebuah komisi federal yang dibuat pada 1893 oleh sebuah UU dari Kongres untuk mengurusi sungai-sungai California yang

Lobate debris aprons

Lobate debris aprons (disingkat : LDA) adalah fitur geologis di Mars yang pertama kali diidentifikasi oleh wahana Viking. Fitur ini berupa endapan material

Usus

serta penyebaran kripta menjadi lebih lebar karena berisi leukosit dan sel debris. Dalam beberapa kasus, dapat terjadi inflamasi akut dan kronis secara bersamaan

Hajar Aswad

(link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Burke, John G. (1991). Cosmic Debris: Meteorites in History. University of California Press. hlm. 221–23.

Swietenia Puspa Lestari

Kelautan dan Perikanan (KKP). Salah satu program pertama DCA adalah Marine Debris Research, yang melibatkan kegiatan bersih-bersih oleh warga di pinggir pantai

Sistem getah bening

untuk melindungi tubuh terhadap infeksi; Mengeluarkan zat-zat toksin dan debris sel (sel rusak) dari jaringan setelah terjadi infeksi atau kerusakan jaringan