Lokomotif DD52
SS1260 / DD5210
Jenis dan asal
Sumber tenagauap
ProdusenWerkspoor, Belanda; Hanomag, Jerman; Hartmann, Jerman
Nomor seriDD52 / SS 1250
ModelDD52
Tanggal produksi1923-1924
Jumlah diproduksi10 unit
Data teknis
Konfigurasi:
 • Whyte2-8-8-0
 • AAR1-D-D
 • UIC(1D')D'
Lebar sepur1.067 mm
Diameter roda1102 mm
Jari-jari lengkung terkecil170 m
Panjang20.737 mm
Lebar2.670 mm
Tinggi3.800 mm
Jenis bahan bakarKayu jati, Batubara, Minyak residu
Tekanan ketel1.25 MPa
Jumlah silinder700 mm x 610 mm (depan), 450 mm x 610 mm (belakang)
Rem rangkaianRem Tangan, rem vakum, dan rem uap (rem lokomotif)
Performansi
Daya mesin1.4 MW

Lokomotif DD 52 adalah lokomotif uap mallet artikulasi terbesar di Indonesia dengan susunan roda 2-8-8-0 yang dibeli oleh Staatsspoorwegen. Lokomotif ini Diproduksi oleh pabrik Werkspoor, Belanda, Hanomag dan Hartmann, Jerman.

Sejarah

sunting

Lokomotif ini didatangkan dari pabrik Hartmann dan Hanomag di Jerman serta Werkspoor di Belanda pada tahun 1923, mulai berdinas sejak 1924, setelah lokomotif DD50 dan lokomotif DD 51. Berbeda dengan kedua pendahulunya yang dibuat oleh ALCO asal Amerika Serikat, lokomotif DD52 dibuat di Eropa, tepatnya di Jerman dan Belanda. Keunggulan lokomotif ini dibandingkan dengan DD50 dan DD51 adalah kecepatan maksimalnya yang dapat mencapai 50 km/jam, di mana kedua lokomotif sebelumnya hanya mampu mencapai 40 km/jam.

Pengoperasian di Jawa

sunting

Lokomotif DD52 memiliki julukan "Si Gombar" dari masyarakat lokal Jawa Barat yang selalu dilewati oleh lokomotif ini. Dengan ukurannya yang besar dan tenaganya yang kuat, tugas utama DD52 adalah menarik kereta barang yang melintasi pegunungan Priangan. Walaupun begitu, lokomotif ini juga difungsikan sebagai penarik kereta penumpang.

Akhir pengoperasian

sunting

Di akhir masanya, lokomotif ini melayani KA lokal Bandung-Cibatu. Alokasi lokomotif ini sendiri menyebar di beberapa depo lokomotif seperti Tasikmalaya, Purwakarta, dan Cibatu. Karier lokomotif ini berakhir pada tahun 1974 ketika angkutan barang di jalur Tasikmalaya–Cicalengka menurun. Sehingga menjalankan DD52 ini terlalu berlebihan untuk muatan yang tidak begitu berat. Apalagi kondisi kedua DD52 terakhir (no. 03 dan 08) ini sangatlah buruk.

Setelah dipensiunkan, seluruh unit lokomotif DD52 ini secara perlahan mulai dirucat atau dijadikan besi tua, sehingga tidak ada satupun wujud peninggalannya yang dipreservasi di museum kereta api.[1] Hal ini sangatlah disayangkan mengingat pendahulunya yaitu DD50 dan DD51 juga bernasib serupa, sehingga tidak tersisa lagi lokomotif uap bergandar DD di Indonesia.

Pembuatan Model

sunting

Pada 7 Juni 2023, Masyarakat Pelestari Kereta Api Indonesia/IRPS memulai pembuatan model lokomotif DD52 di Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng.[2] Model ini memecahkan rekor MURI sebagai pembuatan miniatur lokomotif terbesar di Indonesia dengan skala 1:4, panjang sekitar 6 meter dan lebar 80 cm. Model lokomotif tersebut pertama kali dipamerkan di Museum Lawang Sewu Semarang pada Juli 2023,[3] kemudian berpindah ke beberapa stasiun di Pulau Jawa, dan berakhir di Stasiun Garut, menandakan di mana dulu lokomotif ini beroperasi.[4]

Lihat pula

sunting

Daftar Referensi

sunting
  1. ^ Bagus Prayogo, Yoga; Yohanes Sapto, Prabowo; Radityo, Diaz (2017). Kereta Api di Indonesia. Sejarah Lokomotif di Indonesia. Yogyakarta: Jogja Bangkit Publisher. hlm. 118. ISBN 978-602-0818-55-9.
  2. ^ antaranews.com (2023-06-07). "Replika lokomotif DD52 dbangun di Stasiun Semarang Tawang". Antara News. Diakses tanggal 2024-11-19.
  3. ^ Fajrin, Muhammad Pascal (2023-07-04). "Miniatur Lokomotif Uap DD5208 Dipamerkan di Lawang Sewu". IRPS (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2024-11-19.
  4. ^ "Lokomotif Uap 'Si Gombar' Kembali ke Garut dalam Bentuk Miniatur". Republika Online. 2023-12-16. Diakses tanggal 2024-11-19.


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Daftar lokomotif di Indonesia

C53 C54 CC10 CC50 D1 D10 D11 D13 D14 D15 D16 D17 D18 D50 D51 D52 DD50 DD51 DD52 E10 F10 TC10 TD10 PNKA/DSM 14 PNKA/DSM 22 PNKA/DSM 28 PNKA/DSM 38 PNKA/DSM

Lokomotif BB301

sebagai lokomotif terangker selain CC201 45. Di Djokya, 1971 BB301 25 bersama DD52 03 di Stasiun Leles, 1972 BB301 42 di Surabaya, 1972 BB301 31 di Stasiun

Lokomotif D52

tekanan uap yang sangat tinggi (1.6 MPa), melebihi lokomotif mallet seperti DD52 sekalipun. Hal ini dapat berakibat fatal, karena kekeliruan dalam menangani

Jalur kereta api Cibatu–Cikajang

jalur ini hanya bisa didaki dengan lokomotif mallet bermassa besar seperti DD52, CC10, D14, atau CC50, semuanya peninggalan SS. Lokomotif CC10 menjadi andalan

Lokomotif DD50

satu lokomotif uap mallet terbesar di Indonesia selain Lokomotif DD51 dan DD52 dengan susunan roda 2-8-8-0 yang dibeli oleh Staatsspoorwegen Lokomotif DD50

Lokomotif DD51

Madiun (sekarang INKA) dalam keadaan rusak berat. Bersama lokomotif DD50 dan DD52, seluruh unit lokomotif ini sudah punah dan tidak ada satupun yang dipreservasi

Dancing Diamond 52

Dancing Diamond 52 atau DD52 adalah sebuah acara realitas survival Taiwan. Acara tersebut mulai disiarkan pada 12 Juni 2020. Acara tersebut ditayangkan

Daftar planet minor: 76001–77000

Socorro LINEAR 76039 - 2000 DK51 29 Februari 2000 Socorro LINEAR 76040 - 2000 DD52 29 Februari 2000 Socorro LINEAR 76041 - 2000 DC53 29 Februari 2000 Socorro