Paria dalam sistem kasta di India adalah seorang yang biasanya diharamkan untuk disentuh, (untouchable), adalah orang yang tidak memiliki varna. Varna merujuk kepada keyakinan Hindu bahwa manusia pada umumnya diciptakan dari bagian-bagian tubuh yang berbeda-beda dari dewa Purusha. Kedudukan sosial mereka ditentukan dari bagian-bagian tubuh manakah mereka diciptakan, misalnya dengan siapa mereka dapat menikah dan pekerjaan apa yang dapat mereka lakukan.[1] Kaum Dalit berada di luar sistem varna dan secara historis telah dilarang untuk melakukan pekerjaan apapun kecuali pekerjaan-pekerjaan yang paling rendah.[1]Mereka juga dikenal sebagai kaum tak berkasta. Di antaranya termasuk para penyamak kulit (chamar), petani-petani miskin dan para buruh yang tidak bertanah, pemulung sampah (bhangi atau chura), pengemis, pencuci pakaian (dhobi), dll.

Istilah yang terkait dengan kasta Dalit

sunting

Dalit adalah istilah yang terbaru dan yang secara politis paling tepat di antara banyak istilah lain yang telah digunakan untuk kelompok ini. Istilah-istilah yang menyinggung yang umumnya digunakan pada masa lampau termasuk chura, bhangi, neech, kanjjar, dan mirasi. Sementara istilah chura dan bhangi adalah istilah berdasarkan profesi untuk para pemulung sampah, istilah ini juga dapat digunakan sebagai istilah umum bagi mereka yang dilahirkan dari kalangan rendah. Yang lainnya adalah nama-nama kasta yang sesungguhnya. Harijan adalah istilah untuk kaum yang haram disentuh (untouchable), yang diciptakan oleh Mahatma Gandhi, yang berarti Anak-anak TuhanHari adalah nama lain untuk Dewa Wisnu.

Lihat pula

sunting

Pranala luar

sunting

Referensi

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Teologi dalit

Teologi dalit adalah cabang teologi Kristen yang membicarakan tema pembebasan terhadap sistem kasta di India. Teologi Dalit muncul sekitar tahun 1980

Bhimrao Ramji Ambedkar

terhadap "kaum tak tersentuh" (sekarang dalit) dalam masyarakat Hindu India, dan mengilhami gerakan Buddha Dalit. Ambedkar menjabat sebagai ketua komite

Gerakan Buddhis Dalit

Gerakan Buddha Dalit (dijuluki sebagai Nawayana oleh beberapa pengikut Ambedkar) adalah sebuah gerakan kebangkitan Buddha abad ke-19 dan ke-20 di India

Marangal na Dalit ng Katagalugan

Marangál na Dalit ng Katagalugan adalah lagu kebangsaan bersejarah Republik Tagalog dan dianggap sebagai lagu kebangsaan pertama Filipina. Ia kemudian

Navayāna

dilahirkan dalam keluarga Dalit (kasta "tak tersentuh") pada masa kolonial India, belajar di luar negeri, menjadi pemimpin Dalit, dan pada tahun 1935 mengumumkan

Kasta Terdaftar dan Suku Terdaftar

Terdaftar sering disebut sebagai Dalit, yang berarti "terpecah" atau "terhancurkan". Istilah ini dipopulerkan oleh tokoh Dalit, B. R. Ambedkar, selama perjuangan

Warna (Hindu)

termasuk dalam salah satu dari empat Warna atau kelas disebut Sawarna Hindu. Dalit dan suku yang tidak termasuk dalam warna mana pun disebut Awarna. Pembagian

Sistem kasta di India

dan petani) dan akhirnya Shudra (buruh). Di luar sistem ini adalah kaum Dalit (juga dikenal sebagai "Tak tersentuh") dan Adivasi (suku) yang tertindas