Sîn-šumu-līšir
Raja Asyur
Raja Babilon
Cap segel tanpa tanggal dari Nineveh yang menggambarkan "raja tak berjanggut" sedang melawan singa.[1] Karena raja selalu digambarkan dengan janggut dan kasim selalu tanpa janggut, hal ini mungkin menggambarkan Sîn-šumu-līšir.[2]
Perebut Takhta di Kekaisaran Asyur Baru
Berkuasa626 SM
PendahuluSîn-šar-iškun
PenerusSîn-šar-iškun
Kematian626 SM
AkkadiaSîn-šumu-līšir
Sîn-šumu-lēšir

Sîn-šumu-līšir atau Sîn-šumu-lēšir[3] (Neo-Assyrian Akkadian: 𒀭𒌍𒈬𒋛𒁲, romanized: Sîn-šumu-līšir[4] atau Sîn-šumu-lēšir,[2] yang berarti "Sîn, semoga nama ini memakmurkan!"),[5][6][7] dieja pula Sin-shum-lishir,[8] adalah seorang perebut takhta (usurper) yang menjadi raja di Kekaisaran Asyur Baru, memerintah beberapa kota di Babilonia utara selama tiga bulan pada tahun 626 SM sewaktu pemberontakan melawan kekuasaan raja Sîn-šar-iškun. Ia adalah satu-satunya kasim yang pernah mengklaim takhta Asyur.

Tidak ada yang diketahui mengenai latar belakang atau keluarga Sîn-šumu-līšir dan ia pertama kali muncul sebagai seorang punggawa dan jenderal terkemuka pada masa pemerintahan Aššur-etil-ilāni (m631–627 SM). Setelah kematian ayah dan pendahulu Aššur-etil-ilāni, yaitu Ashurbanipal (m669–631 SM), Sîn-šumu-līšir berperan penting dalam mengamankan kenaikan takhta Aššur-etil-ilāni dan mengkonsolidasikan posisinya sebagai raja dengan mengalahkan upaya pemberontakan terhadap kekuasaannya. Ada kemungkinan bahwa Sîn-šumu-līšir, sebagai jenderal terkemuka yang dekat dengan raja, adalah penguasa de facto Asyur sepanjang masa pemerintahan Aššur-etil-ilāni.

Aššur-etil-ilāni meninggal pada tahun 627 SM setelah masa pemerintahan yang sangat singkat dan pada tahun berikutnya, Sîn-šumu-līšir memberontak terhadap saudara sekaligus penerus Aššur-etil-ilāni, Sîn-šar-iškun, kemungkinan karena merasa bahwa posisinya yang terkemuka terancam oleh kenaikan raja baru tersebut. Sîn-šumu-līšir berhasil merebut kota-kota seperti Nippur dan Babilon namun dikalahkan oleh Sîn-šar-iškun setelah hanya tiga bulan.

Biografi

sunting
Cap segel "raja tak berjanggut" lebih lanjut dari Nineveh, kemungkinan menggambarkan Sîn-šumu-līšir.[2]

Tidak ada yang diketahui mengenai latar belakang atau keluarga Sîn-šumu-līšir.[9] Ia adalah seorang kasim dan kemungkinan telah menjadi punggawa terkemuka selama masa pemerintahan Ashurbanipal (memerintah 669–631 SM).[10] Para kasim sering diangkat ke posisi pemerintahan penting dalam Kekaisaran Asyur karena mereka tidak dapat memiliki aspirasi dinasti dan karenanya, dalam pandangan orang Asyur, tidak dapat menjadi ancaman potensial.[9] Setelah kematian Ashurbanipal, Sîn-šumu-līšir memainkan peran kunci dalam mengamankan kenaikan putra Ashurbanipal, Aššur-etil-ilāni, ke takhta, kemungkinan dengan bantuan tentara pribadinya.[10] Sîn-šumu-līšir kemudian pertama kali disebutkan dalam sumber-sumber Asyur sebagai rab ša rēši (kasim agung/kepala)[9] dari Aššur-etil-ilāni.[8] Ia kemungkinan besar adalah kepala rumah tangga Aššur-etil-ilāni[9] dan mungkin juga seorang jenderal terkemuka yang telah melayani raja baru sejak masa mudanya.[8]

Seperti dalam banyak suksesi lain dalam sejarah Asyur, kenaikan Aššur-etil-ilāni ke takhta Asyur pada tahun 631 SM pada awalnya disambut dengan oposisi dan keresahan.[11] Seorang pejabat bernama Nabu-riḫtu-uṣur berusaha merebut takhta Asyur dengan bantuan pejabat lain bernama Sîn-šar-ibni. Sebagai rab ša rēši raja, kemungkinan besar Sîn-šumu-līšir berperan dalam menumpas konspirasi, yang tampaknya berhasil dihancurkan dengan relatif cepat.[8] Selain menumpas pemberontakan, terdapat juga tablet yang terlestarikan yang mencatat perjanjian yang dipaksakan oleh Sîn-šumu-līšir kepada tiga individu pribadi, yang menjamin kedaulatan Aššur-etil-ilāni.[12] Teks perjanjian ini sangat mirip dengan perjanjian suksesi yang dibuat oleh kakek Aššur-etil-ilāni, Esarhaddon, pada tahun 670-an SM untuk menjamin suksesi Ashurbanipal.[13] Sîn-šumu-līšir juga tercatat menerima tanah dari Aššur-etil-ilāni, kemungkinan sebagai imbalan atas jasanya kepada raja.[8]

Ada kemungkinan bahwa Sîn-šumu-līšir, sebagai seorang jenderal terkemuka yang terikat erat dengan raja, adalah penguasa de facto Asyur selama pemerintahan Aššur-etil-ilāni. Aššur-etil-ilāni wafat dalam keadaan yang tidak jelas pada tahun 627 SM, setelah hanya empat tahun menjabat sebagai raja. Raja vasal Babilonia Aššur-etil-ilāni, Kandalanu, juga meninggal pada waktu yang hampir bersamaan dan saudara Aššur-etil-ilāni, Sîn-šar-iškun, mengambil alih kekuasaan seluruh Kekaisaran Asyur Baru. Segera setelah Sîn-šar-iškun menjadi raja, Sîn-šumu-līšir memberontak melawannya, kemungkinan karena merasa bahwa posisinya yang terkemuka terancam oleh kenaikan raja baru.[14] Meskipun seorang pemimpin militer yang mencoba mengklaim takhta selama masa krisis dan suksesi bukanlah hal yang luar biasa, kemungkinan seorang kasim akan melakukan hal itu tidak pernah terpikirkan sebelum upaya Sîn-šumu-līšir.[15] Ia adalah satu-satunya kasim yang pernah mengklaim takhta Asyur.[9] Ada kemungkinan bahwa serangkaian cap segel tanpa tanggal dari Nineveh yang berisi gambar raja tak berjanggut dapat menggambarkan Sîn-šumu-līšir, karena raja-raja Asyur selalu digambarkan dengan janggut tetapi kasim selalu digambarkan tak berjanggut.[2]

Berusaha merebut kekuasaan untuk dirinya sendiri, Sîn-šumu-līšir dengan cepat merebut beberapa kota kunci di Babilonia utara, termasuk Nippur dan Babilon itu sendiri.[16] Meskipun wilayah kekuasaannya terbatas pada bagian-bagian Babilonia, tidak jelas apakah Sîn-šumu-līšir mengklaim gelar "raja Babilon" selain "raja Asyur".[17] Sejarawan modern umumnya memasukkannya ke dalam daftar raja-raja Babilonia, seperti halnya beberapa daftar raja Babilonia kuno.[18][19] Sîn-šumu-līšir tidak pernah berhasil menguasai Kekaisaran Asyur dan masa jabatannya sebagai "raja" di Nippur dan Babilon hanya berlangsung selama tiga bulan sebelum Sîn-šar-iškun berhasil mengalahkannya.[16] Dalam epik Babilonia yang lebih baru, pembunuhan Sîn-šumu-līšir, yang dalam kisah tersebut disebut sebagai "panglima kasim yang maha kuasa", diatribusikan kepada Nabopolassar (raja pertama Kekaisaran Neo-Babilonia), bukan Sîn-šar-iškun.[7]

Meskipun ia adalah seorang perebut takhta dan tidak berhasil menguasai wilayah inti Asyur, Sîn-šumu-līšir secara rutin dicantumkan dalam historiografi modern sebagai salah satu raja Asyur terakhir, bersama dengan penguasa sah Aššur-etil-ilāni dan Sîn-šar-iškun.[3][20]

Lihat Pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Herbordt 1992, hlm. 123.
  2. ^ a b c d Watanabe 1999, hlm. 320.
  3. ^ a b Perdue & Carter 2015, hlm. 40.
  4. ^ Glassner 2004, hlm. 355.
  5. ^ "Sin-šumu-lišir [1] (RN)". Open Richly Annotated Cuneiform Corpus. University of Pennsylvania.
  6. ^ "Sin-šumu-lišir [1] (PN)". Open Richly Annotated Cuneiform Corpus. Ludwig Maximilian University of Munich.
  7. ^ a b Reallexikon 12, hlm. 524.
  8. ^ a b c d e Ahmed 2018, hlm. 121.
  9. ^ a b c d e Oates 1992, hlm. 172.
  10. ^ a b Leick 2002, hlm. 157.
  11. ^ Na'aman 1991, hlm. 255.
  12. ^ Grayson 1987, hlm. 130.
  13. ^ Barré 1988, hlm. 83.
  14. ^ Na'aman 1991, hlm. 256.
  15. ^ Siddal 2007, hlm. 236.
  16. ^ a b Lipschits 2005, hlm. 13.
  17. ^ Beaulieu 1997, hlm. 386.
  18. ^ Chen 2020, hlm. 202–206.
  19. ^ Beaulieu 2018, hlm. 195.
  20. ^ Dalley 1994, hlm. 48.

Daftar pustaka

sunting
Sîn-šumu-līšir
Meninggal: 626 SM
Didahului oleh:
Sîn-šar-iškun
Raja Asyur
(Perebut Takhta)

626 SM
Diteruskan oleh:
Sîn-šar-iškun
Didahului oleh:
Kandalanu
Raja Babilon
626 SM

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Bahasa Het

Anda mungkin akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan cuneiform script. Bahasa Het adalah sebuah bahasa mati yang pernah dipertuturkan oleh

Abjad Ugarit

Ugaritic script (ancientscripts.com) Ugaritic cuneiform Omniglot entry on the subject Download an Ugaritic font (includes Unicode font) Ugaritic cuneiform characters

Dumuzid

Anda mungkin akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan cuneiform script. Dumuzid, Dumuzi, atau Tammuz (Sumeria: 𒌉𒍣, romanized: Dumuzidcode:

Aksara Brahmi

hlm. 79–90. Gnanadesikan, Amalia E. (2009), The Writing Revolution: Cuneiform to the Internet, John Wiley and Sons Ltd., hlm. 173–174 Hultzsch, E. (1925)

Prasejarah Asia

ISBN 978-0-521-68497-2. van Soldt, Wilfred H. (2010). "The adaptation of Cuneiform script to foreign languages". Dalam De Voogt, Alexander J.; Finkel, Irving

Menulis

S2CID 161968187. Gnanadesikan, Amalia E. (2009). The Writing Revolution: Cuneiform to the Internet. The Language Library. John Wiley & Sons. ISBN 978-1-4051-5406-2

Bahasa Persia Kuno

tanggal 2011-07-06 Edwin Lee Johnson (1910), Herbert Cushing Tolman (ed.), Cuneiform supplement (autographed) to the author's Ancient Persian lexicon and texts:

Daftar bahasa menurut catatan tertulis pertama

ISBN 978-0-521-56496-0. van Soldt, Wilfred H. (2010). "The adaptation of Cuneiform script to foreign languages". Dalam De Voogt, Alexander J.; Finkel, Irving