Cuauhtémoc
Tlatoani Tenochtitlan ke-11
Penguasa Aliansi Tiga Aztek
Patung Cuauhtémoc di el Zócalo, Ciudad de Mexico.
Berkuasa1520–1521
PendahuluCuitlahuac
PenerusTlacotzin
KelahiranCirca 1495
Kematian28 Februari 1525 (umur 29–30)
AyahAhuitzotl
IbuTlilancapatl

Cuauhtémoc (pelafalan Nahuatl: [kʷaːʍˈtemoːk], kwauˈtemok juga dikenal dengan nama Cuauhtemotzin, Guatimozin atau Guatemoc; c. 1495) adalah penguasa (tlatoani) Tenochtitlan yang berkuasa dari tahun 1520 hingga 1521. Ia merupakan penerus Cuitláhuac dan sepupu Moctezuma II. Istri mudanya, yang nantinya dikenal dengan nama Isabel Moctezuma, adalah salah satu putri Moctezuma. Ia naik takhta saat masih berusia 25 tahun, saat kotanya sedang dikepung oleh tentara Spanyol dan Tlaxcala serta diwabahi oleh penyakit variola.

Penangkapan dan penghukuman mati

sunting
"Penyiksaan Cuauhtémoc" yang dilukis oleh Leandro Izaguirre.

Cuauhtémoc ditangkap pada tanggal 13 Agustus 1521 saat sedang melarikan diri dari Tenochtitlán dengan menyeberangi Danau Texcoco bersama dengan istri, keluarga, dan teman-temannya. Ia menyerah kepada Hernán Cortés dan, menurut sumber-sumber Spanyol, menawarkan pedangnya kepada Cortés dan memintanya untuk menghabisinya. Menurut sumber yang sama, Cortés menolak tawaran ini dan berkata "Anda telah mempertahankan ibu kota Anda layaknya prajurit yang berani." Ia juga menyatakan bahwa "Orang Spanyol tahu bagaimana menghargai keberanian, bahkan pada musuh."[1] Namun, setelah mengetahui bahwa barang rampasan yang didapat tidak sesuai dengan harapan,[2] Cuauhtémoc disiksa.[3] Akhirnya beberapa emas didapat, walaupun lebih sedikit dari yang diharapkan oleh Cortés dan tentaranya.

Pada tahun 1525, Cortés membawa Cuauhtémoc dan beberapa bangsawan lainnya dalam ekspedisinya ke Honduras karena takut Cuauhtémoc akan memimpin pemberontakan saat Cortés sedang pergi.[4] Ketika ekspedisi ini berhenti di kota Itzamkanac, Cortés memerintahkan agar Cuauhtémoc dihukum mati atas tuduhan konspirasi pembunuhan terhadap Cortés dan orang Spanyol lainnya.

Catatan kaki

sunting
  1. ^ William H. Prescott, History of the Conquest of Mexico (New York, 1843), vol. 3, hal. 206.
  2. ^ Prescott, vol. 3, hal. 211.
  3. ^ Prescott, vol. 3, hal. 234-235.
  4. ^ Restall (2004, hal.148).

Daftar pustaka

sunting
  • Andrews, J. Richard (2003). Introduction to Classical Nahuatl (Edisi revised edition). Norman: University of Oklahoma Press. ISBN 0-8061-3452-6. OCLC 50090230. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  • Restall, Matthew (2004). Seven Myths of the Spanish Conquest (Edisi 1st pbk edition). Oxford and New York: Oxford University Press. ISBN 0-19-517611-1. OCLC 56695639. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
Didahului oleh:
Cuitláhuac
Tlatoani Tenochtitlan
1520–1521
Diteruskan oleh:
Diego Velázquez Tlacotzin


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Cuauhtémoc Blanco

Cuauhtémoc Blanco (lahir 17 Januari 1973) merupakan seorang pemain sepak bola Meksiko yang dapat berposisi sebagai gelandang serang ataupun penyerang.

Stadion Cuauhtémoc

Stadion Cuauhtémoc adalah sebuah stadion yang terletak di Kota Puebla, Puebla, Meksiko. Stadion ini umumnya dipergunakan untuk menggelar pertandingan sepak

Metro Cuauhtémoc

Metro Cuauhtémoc adalah sebuah stasiun metro di Mexico City Metro. Stasiun tersebut terletak di ujung utara Avenida Cuauhtémoc "Cuauhtémoc" (dalam bahasa

Keuskupan Cuauhtémoc-Madera

Keuskupan Cuauhtémoc-Madera (bahasa Latin: Dioecesis Cuauhtemocensis–Materiensiscode: la is deprecated ) adalah sebuah keuskupan suffragan Latin di provinsi

Cuauhtémoc, Colima

Cuauhtémoc adalah sebuah kota di negara bagian Colima, Meksiko. Kota tersebut dijadikan sebagai kursi munisipal untuk munisipalitas Cuauhtémoc. Dalam Sensus

Monumen untuk Cuauhtémoc

Monumen untuk Cuauhtémoc adalah sebuah patung tahun 1887 yang didedikasikan kepada penguasa Mexica terakhir (tlatoani) Tenochtitlan Cuauhtémoc, yang terletak

Katedral Cuauhtémoc

Katedral Cuauhtémoc atau yang bernama resmi Katedral Santo Antonius adalah sebuah gereja katedral Katolik yang terletak di Cuauhtémoc, Meksiko. Katedral

Piala Dunia FIFA 1986

perpanjangan waktu dalam pertandingan perebutan tempat ketiga di Stadion Cuauhtemoc, Puebla. Diego Maradona, pemain Argentina menjadi pemain terbaik dalam