Siklus proses PDCA.

PDCA, singkatan bahasa Inggris dari "Plan, Do, Check, Act" (Indonesia:Rencanakan, Kerjakan, Periksa, Bertindak), adalah suatu proses pemecahan masalah empat langkah iteratif yang umum digunakan dalam pengendalian kualitas. Metode ini dipopulerkan oleh W. Edwards Deming, yang sering dianggap sebagai bapak pengendalian kualitas modern sehingga sering juga disebut dengan siklus Deming. Deming sendiri selalu merujuk metode ini sebagai siklus Shewhart, dari nama Walter A. Shewhart, yang sering dianggap sebagai bapak pengendalian kualitas statistis. Belakangan, Deming memodifikasi PDCA menjadi PDSA ("Plan, Do, Study, Act") untuk lebih menggambarkan rekomendasinya. Setiap siklus perbaikan selalu diawali dengan aktivitas konsolidasi untuk mengukur baseline terakhir untuk mencegah penurunan kembali kualitas layanan TI. Tujuan utama dari Siklus Deming adalah kestabilan proses perbaikan terus-menerus.[1]

Pengertian

sunting
Plan (Rencanakan)
Meletakkan sasaran dan proses yang dibutuhkan untuk memberikan hasil yang sesuai dengan spesifikasi.
Do (Kerjakan)
Implementasi proses.
Check (Periksa)
Memantau dan mengevaluasi proses dan hasil terhadap sasaran dan spesifikasi dan melaporkan hasilnya.
Act (Tindak lanjuti)
Menindaklanjuti hasil untuk membuat perbaikan yang diperlukan. Ini berarti juga meninjau seluruh langkah dan memodifikasi proses untuk memperbaikinya sebelum implementasi berikutnya.:

Manfaat

sunting

PDCA sering kali dipergunakan dalam kegiatan KAIZEN dan DMAIC dipergunakan pada aktivitas LEAN SIX SIGMA. PDCA sangatlah cocok untuk dipergunakan untuk skala kecil kegiatan continues improvement untuk memperpendek siklus kerja, menghapuskan pemborosan di tempat kerja dan produktivitas. Sementara DMAIC akan lebih powerfull dalam hal menghilangkan varian output, kestabilan akan mutu, improve yield, situasi yang lebih komplek, struktur penghematan biaya, dan efektivitas organisasi bisnis.

Manfaat dari PDCA antara lain:

  1. Untuk memudahkan pemetaan wewenang dan tanggung jawab dari sebuah unit organisasi;
  2. Sebagai pola kerja dalam perbaikan suatu proses atau sistem di sebuah organisasi;
  3. Untuk menyelesaikan serta mengendalikan suatu permasalahan dengan pola yang runtun dan sistematis;
  4. Untuk kegiatan continuous improvement dalam rangka memperpendek alur kerja;
  5. Menghapuskan pemborosan di tempat kerja dan meningkatkan produktivitas.

Lihat juga

sunting

Bacaan lanjutan

sunting
  • Deming, W. Edwards (1986). Out of the Crisis. MIT Center for Advanced Engineering Study. ISBN 0-911379-01-0.
  • Shewhart, Walter Andrew (1939). Statistical Method from the Viewpoint of Quality Control. New York: Dover. ISBN 0-486-65232-7.
  • Shewhart, Walter Andrew (1980). Economic Control of Quality of Manufactured Product/50th Anniversary Commemorative Issue. American Society for Quality. ISBN 0-87389-076-0.

Referensi

sunting
  1. ^ Hermadi, Irman., Dkk. (2022). MSIM4407 – Manajemen Layanan Teknologi Informasi (PDF). Tangerang Selatan: Universitas Terbuka. hlm. 6.20. ISBN 9786234802191. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Kaizen

Relations Association. 1997. Kaizen Teian 1: Developing Systems for Continuous Improvement Through Employee Suggestions. New York, Productivity Press Hitoshi

Proses perencanaan

atau kesetiaan pada maksud dan tujuan yang hendak dicapai, serta "continuous improvement" artinya perbaikan berkesinambungan atas berbagai proses kerja.

Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Garut

menerapkan prinsip manajemen mutu perbaikan yang berkelanjutan (continuous improvement). Prinsip ini diaplikasikan baik terhadap perbaikan mutu pengajar

Pengembangan organisasi

dalam proses perubahan. Peningkatan dan Pembelajaran Berkelanjutan (Continuous improvement and learning): diidentifikasi sebagai dimensi inti dari pembangunan

Pengendalian mutu

manajemen yang berfokus pada mutu. Akronim lainnya termasuk CQI (Continuous Quality Improvement/Peningkatan Mutu Berkelanjutan), SQC (Statistical Quality Control/Kendali

Pengelolaan hutan dengan tutupan permanen

106(3): 214-224. Retrieved 24 October 2015. "Woodland Improvement Scheme including Continuous Forestry Cover". gov.ie (dalam bahasa Inggris). Diakses

Levodopa

Doggrell SA (2023). "Continuous subcutaneous levodopa-carbidopa for the treatment of advanced Parkinson's disease: is it an improvement on other delivery

Karies gigi

Medicine, 7(3), page 262, 1996. The World Oral Health Report 2003: Continuous improvement of oral health in the 21st century - the approach of the WHO Global