Bahasa buatan atau bahasa rekaan (bahasa Inggris: constructed language, conlang) adalah sebuah bahasa yang kosakata dan tata bahasanya diciptakan oleh seseorang atau sebuah kelompok kecil. Bahasa ini bertolak belakang dengan bahasa alami (natural language, natlang) yang secara alamiah berevolusi sebagai bagian dari sebuah budaya. Beberapa di antara bahasa buatan dirancang sebagai alat komunikasi manusia (biasanya berfungsi sebagai bahasa auksiliari internasional), beberapa lainnya diciptakan untuk digunakan dalam karya fiksi atau sebagai percobaan, untuk tujuan komunikasi rahasia, atau bahkan hanya untuk iseng saja.

Istilah "bahasa terencana" kadang digunakan untuk mengacu kepada bahasa auksiliari internasional, dan oleh mereka yang menganggap istilah "artifisial" berkonotasi peyoratif. Sebagai contoh, para penutur Esperanto menyatakan bahwa "Esperanto adalah bahasa artifisal seperti layaknya mobil adalah kuda artifisal". Namun di luar komunitas Esperanto, istilah bahasa terencana ini biasanya merujuk kepada bahasa alami yang diatur secara preskriptif oleh badan pengatur bahasa.

Sekilas

sunting

Bahasa terkonstruksi sering kali dibagi menjadi bahasa a priori dan a posteriori. Bahasa a priori menggunakan kosakata dan tata bahasa yang diciptakan dari awal (bisa menggunakan imajinasi sang pencipta atau dengan proses komputasional). Sedangkan bahasa a posteori kosakata dan tata bahasanya didasarkan dari satu atau lebih bahasa alami.

Bahasa fiksi dan eksperimental dapat juga bersifat 'naturalistik', maksudnya bahasa tersebut memang diciptakan agar terdengar alamiah, dan apabila didasarkan posteriori, bahasa tersebut berusaha mengikuti aturan fonologikal, leksikal dan gramatikal yang alamiah. Karena bahasa ini biasanya tidak diperuntukkan untuk kemudahan pembelajaran atau komunikasi, bahasa fiksi naturalistik biasanya lebih susah dan rumit (karena bahasa tersebut mencoba meniru perilaku yang biasa ditemui di bahasa alami seperti kata kerja dan benda yang tidak reguler, aturan fonologis yang rumit, dll.)

Jadi, berdasarkan keterangan di atas, bahasa terkonstruksi dapat dibagi menjadi:

Sebuah bahasa buatan dapat mempunyai penutur ibu (native speakers) apabila sang anak mempelajarinya dari kecil dari orang tua yang mempelajarinya. Diperkirakan Esperanto mempunyai jumlah penutur asli sebanyak antara 200 sampai 2.000 orang. Seorang anggota dari Klingon Language Institute, d'Armond Speers, mencoba untuk membesarkan anaknya sebagai penutur ibu dari Klingon dan Inggris, tetapi dia menemukan bahwa pada waktu itu, kosakata Klingon tidak cukup besar untuk mengungkapkan benda yang sering ditemui di rumah, "meja" dan "botol" sebagai contohnya.

Pengguna bahasa buatan juga kadang-kadang mempunyai alasan lain mengapa mereka menggunakannya. Di antara alasan tersebut, Hipotesis Sapir-Whorf yang terkenal (walaupun masih diperdebatkan kebenarannya) sering disebut. Hipotesis tersebut mengklaim bahwa bahasa yang kita bicarakan memengaruhi cara kita berpikir, sehingga, bahasa yang "lebih baik" harusnya dapat membuat sang pembicaranya mencapai tingkat kecerdasan yang lebih tinggi, atau dapat menerima titik pandang yang lebih beragam.

Lihat pula

sunting

Pranala luar

sunting

Komunitas

sunting

Petunjuk, panduan, How To's

sunting

Koleksi pranala

sunting

Koleksi pranala berisi informasi tentang bahasa terkonstruksi

sunting

Referensi

sunting
  • Libert, Alan (2000). A Priori Artificial Languages (dalam bahasa Inggris). Munich: Lincom Europa. ISBN 3-89586-667-9.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Konghucu

of Confucius's ancestry that the descent from Song nobility has been constructed to serve an ideological purpose. However he rejects the stronger statement

Bahasa Ithkuil

linguistik ini menyebut diri mereka "conlangers" (diambil dari kata "constructed language" yang berarti "bahasa buatan" dan imbuhan "-er") yang terkadang mengadakan

Bot obrolan

website. Tahun 1984, sebuah buku berjudul The Policeman’s Beard is Half Constructed dipublikasikan. Buku ini diduga ditulis oleh sebuah chatterbot Racter

Gerbang India (Mumbai)

Dupée (2008) notes that the king and queen passed through a "temporarily constructed mock cardboard and pastiche structure", de Bruyn et al. (2008) note the

Darma

seeing’ are developed that are socially constructed by the limits of a particular language. Yet, as language is all around, there is a temptation to see

Gender

characteristics that define men and women ... 'gender' refers to the socially constructed roles, behaviours, activities, and attributes that a given society considers

Perang Dunia II

Littlefield. hlm. 96–100. ISBN 0-7425-5542-9. Trachtenberg, Marc (1999). A Constructed Peace: The Making of the European Settlement, 1945–1963. Princeton University

Quranic Arabic Corpus

Annotation of Quranic Arabic. Language Resources and Evaluation Journal (LREJ). Special Issue on Collaboratively Constructed Language Resources. Supervised collaboration