Prinsip fundamental dalam praktik BDSM mengharuskannya dilakukan dengan persetujuan yang telah diungkap dari semua pihak. Sejak tahun 1980-an, moto safe, sane and consensual (bahasa Indonesia: aman, sadar, dan saling sepakat), biasa disingkat SSC, telah digunakan oleh banyak praktisi dan organisasi. Moto ini menekankan bahwa segala sesuatu didasarkan pada kegiatan yang aman, semua peserta memiliki pikiran yang sehat untuk melakukan kesepakatan, serta semua peserta telah sepakat.[1] Kesepakatan bersama tanpa paksaan inilah yang membedakan BDSM dengan tindakan kriminal seperti kekerasan seksual maupun kekerasan dalam rumah tangga, baik di sisi hukum maupun secara etis.[2]

Beberapa praktisi BDSM memilih aturan perilaku selain SSC, misalnya "risk-aware consensual kink", biasa disingkat RACK. Aturan ini memiliki preferensi yang lebih menekankan tanggung jawab individu dari pihak yang terlibat, di mana masing-masing peserta bertanggung jawab atas kesehatannya sendiri. Pendukung RACK berpendapat bahwa SSC dapat menghambat diskusi risiko sebab tidak ada kegiatan yang benar-benar "aman", dan bahwa diskusi tentang kemungkinan adanya risiko rendah pun tetap diperlukan dalam pengungkapan persetujuan.[3]

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Henkin, Bill; Holiday, Sybil (2006). Consensual Sadomasochism: How to Talk About It and How to Do It Safely, page 64. Daedalus Publishing Company. ISBN 978-1-881943-12-9
  2. ^ "VICSS / Difference between Abuse and Power Exchange by the NLA, Dutch SM Media Information Center and Powerrotics". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 December 2007. Diakses tanggal 10 December 2007.
  3. ^ "Rack vs. SSC". Within Reality. 2003. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 January 2007. Diakses tanggal 13 November 2006.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Pornografi balas dendam

balas dendam (bahasa Inggris: revenge porn, revenge pornography, atau non-consensual pornography) merupakan distribusi atau penyebaran gambar eksplisit secara

Selaput dara

hymenal morphology between adolescent girls with and without a history of consensual sexual intercourse". Archives of Pediatrics & Adolescent Medicine. 158

BDSM

dengan memperbolehkan interaksi seksual secara eksplisit. Safe, sane and consensual "BDSM n. (in entry B, n.)". Oxford English Dictionary Online (Edisi draft)

Pemerkosaan terhadap laki-laki

"Lifetime Prevalence, characteristics, and associated problems of non-consensual sex in men". BMJ. 318 (7187): 846–50. PMC 27803. PMID 10092264. Pemeliharaan

Hubungan seks penis-vagina

Sheila (January 2011). "Female genital injuries resulting from consensual and non-consensual vaginal intercourse". Forensic Science International. 204 (1–3):

Rangsangan seksual

"Sexual arousal and orgasm in subjects who experience forced or non-consensual sexual stimulation – a review". Journal of Clinical Forensic Medicine

Jurnal ilmiah

"Editorial | TIM RaDar as a Practical Screening Tool for IMRaD Articles: Consensual Publication Standards Among Indonesian Psychological Journal Editors [TIM

Hukum jinayat di Aceh

2017-02-13. Amnesty International (2016-10-27). "Indonesia: Criminalization of consensual intimacy or sexual activity for unmarried couples in Aceh must end" (PDF)