| Kolak | |
|---|---|
Semangkuk kolak nangka | |
| Nama lain | Kolek |
| Sajian | Hidangan pencuci mulut |
| Tempat asal | Indonesia |
| Daerah | Asia tenggara |
| Dibuat oleh | Indonesia |
| Bahan utama | Gula aren, santan, daun pandan |
| Aneka | Kolak pisang, Kolak pisang ubi, Kolak waluh, Kolak biji salak, Kolak nangka, Kolak ubi, Kolak durian |
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. (Mei 2022) |
Kolak (atau kolek) adalah makanan penutup khas Indonesia yang berisi pisang, ubi jalar, kolang-kaling, labu kuning, yang dimasak dengan kuah manis berbahan dasar gula aren atau gula kelapa, santan, dan daun pandan (P. amaryllifolius).
Kolak memiliki rasa yang gurih, manis, dan tekstur yang lembut. Kolak biasanya disajikan hangat, tetapi bisa juga disajikan dingin dengan ditambah es batu sehingga menjadi es kolak. Meski saat ini sudah dapat ditemui di mana saja, tetapi kolak sejatinya berasal dari Jawa.[1]
Di Indonesia, kolak merupakan hidangan yang disukai masyarakat sebagai salah satu menu berbuka puasa di bulan Ramadhan.[2] Pada bulan tersebut, penjual makanan musiman yang menjual kolak dapat dengan mudah ditemukan di pinggir jalan raya perkotaan. Selain buah pisang, kolak biji salak juga kerap ditemui saat bulan Ramadhan. Kolak biji salak terbuat dari ubi jalar yang dibentuk bulat, lalu dicampur dengan tepung tapioka.
Etimologi
suntingHidangan kolak seringkali disajikan sebagai menu berbuka puasa. Ketika umat muslim sedang berusaha mendekatkan diri kepada Tuhan. Secara bahasa, kolak dipercaya berasal dari kata khalaqa yang memiliki arti menciptakan, serta khaliq yang berarti Sang Pencipta agar manusia selalu mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Penggunaan pisang kepok pada kolak juga mengandung makna filosofis, yang diartikan sebagai kapok atau bertaubat dari dosa. Isian lain yaitu ubi jalar, mengandung makna untuk mengubur kesalahan dengan berbuat kebaikan.[3]
Santan pada kuah kolak, dalam filosofi Jawa berhubungan dengan kata pangapunten yang memiliki arti permohonan maaf. Sebagai pengingat agar manusia selalu ingat untuk meminta maaf atas segala kesalahan.[4]
Sejarah
suntingHidangan kolak berhubungan erat dengan perkembangan Islam di daerah Jawa. Para ulama menyajikan makanan sebelum atau sesudah proses berdakwah maupun saat acara perkumpulan warga. Kolak digunakan sebagai media dakwah yang memiliki makna filosofi mendalam dan berhubungan erat dengan Sang Pencipta. [5] Kolak semakin dikenal pada periode peralihan kerajaan Demak menuju Mataram Islam.[6]
Sumber lain mengungkapkan, cikal bakal kuah kolak sudah ada sejak masa Jawa Kuno. Air nira yang dikenal dengan nama kilang, merupakan minuman yang disajikan saat upacara maupun pesta, dan dapat diminum semua tamu yang hadir. Kilang yang direbus lama, akan mengental dan menjadi gula merah.[4]
Proses Pembuatan
suntingSecara umum, kolak bisa berisi pisang kepok, kolang-kaling, ubi, singkong. Kuahnya terbuat dari gula merah yang direbus hingga mendidih. Untuk menambah harum masakan, dapat menambahkan daun pandan yang telah diremas. Setelah mendidih, isian kolak dimasukkan satu per satu. Setelah isian kolak terasa empuk, kecilkan api dan masukkan santan. Aduk perlahan hingga santan tercampur. Kolak dapat disajikan selagi hangat atau bisa juga disajikan dalam kondisi dingin.[4]
Jenis kolak
suntingVariasi kolak dengan penambahan pisang disebut kolak pisang. Variasi lain dapat ditambahkan bahan seperti labu kuning, ubi jalar, nangka, pisang raja, singkong, bola nasi, dan mutiara tapioka. Hal ini biasanya tergantung dari ketersedian bahan isian di daerah tersebut.
Perlu diketahui, kolak biji salak tidak menggunakan biji buah salak sebenarnya, melainkan menggunakan isian bola-bola ubi yang terbuat dari ubi jalar.[7] Berdasarkan isiannya, jenis kolak yang cukup dikenal oleh masyarakat di antaranya yaitu:
- Kolak pisang
- Kolak candil ketan
- Kolak labu
- Kolak biji salak atau ubi jalar
- Kolak durian
- Kolak kolang-kaling
- Kolak singkong
- Kolak apel
- Kolak cendol ubi
- Kolak ketan kelapa muda
- Kolak bola pelangi
- Kolak sagu mutiara
- Kolak paris
- Kolak tapai mutiara
Galeri
sunting-
Kolak pisang, salah satu varian kolak yang paling umum dijumpai
-
Kolak biji salak, terbuat dari bola ubi jalar.
Referensi
sunting- ^ [1]
- ^ 7 Takjil Enak di Dunia Versi National Geographic, Ada Kolak Pisang Indonesia!
- ^ Achroni, Dawud (2017). Belajar dari Makanan Tradisional Jawa (PDF). Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. hlm. 51–51. ISBN 978-602-437-228-6. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ a b c Putri, Risa Herdahita (2018-06-05). "Dari Kilang Jadi Kolak". Historia.ID. Diakses tanggal 2026-06-06.
- ^ "Makna dan Sejarah Kemunculan Kolak di Bulan Ramadhan". budaya.jogjaprov.go.id. Diakses tanggal 2026-06-06.
- ^ Redaksi. "Di Balik Takjil Kolak Pisang Tersimpan Nilai Dakwah Wali". beritakini.co.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-06-06.
- ^ Resep Tradisional Kolak Biji Salak dari Ubi dan Tepung Ketan
Pranala luar
sunting- Kolak - Banana, Sweet Potatoes, and Tapioca in Coconut Milk - description and recipe.
- Kolak - Banana Compote in Coconut Milk - Recipe and step-by-step photos

